
"apa makanannya enak?" tanya fynanda membuka pembicaraan yang sedikit hening itu sedari tadi
"hhmm enak enak" angguk zoya dengan kepalanya menjawab pertanyaan fynanda
"Apa kamu bisa menginap?" tanya fynanda kembali dengan pertanyaannya
Pertanyaan itu tidak dijawab oleh zoya tetapi zoya masih memandangi fynanda sambil mengunyah makanannya
"jangan salah paham, hanya saja cuaca sedikit kurang baik, kamu bisa menginap dan kembali besok, itu maksudku" perjelas fynanda dengan pertanyaanya yang belum terjawab oleh zoya tersebut
"apa rumah ini punya banyak kamar? Bisa menanggung orang yang menumpang tidur?" kini zoya yang bertanya sambil memperhatikan sekeliling aparteman tersebut
"sebenarnya hanya ada satu kamar, kamu bisa tidur di kamar yang tadi, aku akan begadang malam ini karena ada beberapa kerjaan yang harus di selesaikan" fynanda mencoba menjelaskan dengan alasan yang bisa diterima zoya
"benarkah banyak kerjaan?" selidik zoya dengan matanya yang fokus menatap fynanda
"i,, iya" jawab fynanda terbata-bata karena benar saja sebenarnya itu hanya alasannya luarnya saja, dalam hatinya sebenarnya tidak rela jika zoya segera pergi dari sekitarnya, masih ada rasa ingin terus bersama, memandangi wajah mungil zoya yang tidak akan membuatnya bosan itu
"aku ingin pulang" ucap zoya membuat fynanda mengdongak melihat zoya karena sedari tadi ia membatin hanya menatap makanan di depannya
__ADS_1
"kenapa?" tanya fynanda dengan suara yang melemah, sangat jelas terlihat bahwa ia kecewa dengan hal itu
"hah? Kenapa?" tanya zoya membalikkan pertanyaan fynanda
"apa kamu tidak bisa menginap?" kini sangat nampak kekecewaan di wajah fynanda ditambah dengan ekspresi fynanda yang sebelumnya tidak pernah di lihat oleh zoya, ya kini ekspresi fynanda seperti anak kecil yang merengek pada ibunya
"kenapa?" lagi-lagi zoya bertanya, karena jujur saja zoya kini ingin tertawa akibat ekspresi yang fynanda tunjukkan itu
"aku masih ingin melihatmu di dekatku" tutur fynanda dengan suaranya yang sedari tadi sendu itu
"kan bisa bertemu besok" ucap zoya menjawab pernyataan fynanda
"iyaaa,,, janji" jawab zoya dengan diikuti senyumannya
Kini keduannya sudah selesai dengan urusannya di dapur, setelah makan fynanda yang mengambil alih untuk mencuci piring itu sempat berdebat dengan zoya karena zoya yang juga ingin berniat mencuci piring tetapi tidak diperbolehkan oleh fynanda dan menyuruh zoya hanya memperhatikannya
"apa kamu ingin pulang sekarang?" tanya fynanda yang kini sedang mengeringkan tangannya yang baru selesai mencuci piring tersebut
"hmm" angguk zoya
__ADS_1
"baiklah, barang-barangmu yang teringgal dikamar?" ucap fynanda sembari merangkul pundak zoya
"aku akan mengambilnya" jawab zoya hendak melepas rangkulan itu dan ingin berjalan lebih dulu tetapi di hentikan oleh fynanda
"kita ambil bersama, okay?" pinta fynanda dengan senyumannya
Kini keduanya sudah berada di kamaf fynanda yang memang notabenya kamar yang khas dengan laki-laki, interior kamar yang lebih dominan ke polos dan baunya yang maskulin
"bagaimana dengan bajuku?" tanya Zoya yang sudah mengambil tas yang terletak di meja lampu di samping tempat tidur itu
"besok aku akan membawanya, karena masih belum dibersihkan" ucap fynanda menjelaskan
"hmm,,, baiklah"
"tidak tau kenapa tapi aku rasanya sangat merindukanmu" tiba-tiba memeluk zoya dan mengucapkan hal tersebut
Zoya yang terkejut dengan perlakuan itu hanya diam dan tidak berkutik, ia hanya ikut menyenderkan kepalanya dan memegang ujung samping baju fynanda tidak membalas pelukan itu
"apa kamu tidak bisa bersamaku?" lagi-lagi pertanyaan yang sama dengan sebelumnya
__ADS_1
"kapan kita akan pulang?" tanya zoya di dalam dekapan itu seolah mengalihakan pembicaraannya