Cewek Tomboy Jodoh Komandan

Cewek Tomboy Jodoh Komandan
Episode 109


__ADS_3

"sebentar lagi, aku masih ingin memelukmu" jawab fynanda yang sepertinya belum ada niat untuk melepaskan dekapan tersebut


"hmm,,, baiklah tapi apa dekapanmu tidak bisa di longgarkan? Aku sedikit sesak" tutur zoya seperti layaknya anak kecil


"ahh,,, maaf" fynanda akhirnya melepaskan pelukan tersebut


"aku akan mengantarmu" kini fyananda sudah menggenggam tangan zoya dan mulai melangkahkan kakinya berjalan meninggalkan ruangan tersebut


"apa kamu akan terus menggenggam tanganku?" tanya zoya yang kini mereka berada di mobil yang sedang dikemudikan oleh fynanda dengan tangan satunya lagi


"apa kamu tidak nyaman?" tanya fynanda yang sekilas melirik zoya kemudian fokus ke depan


"tidak hanya saja kamu aneh" jawab zoya menjelaskan


"sudah aku bilang aku masih ingin melihatmu di dekatku, kamunya saja yang bilang ingin pulang" dengan manjanya fynanda mengatakan hal tersebut di depan zoya


"astaga, kenapa kamu jadi aneh begini sih?" ucap zoya heran melihat sikap perubahan fynanda


"kamu kan juga belum mengingat hubungan kita sebelumnya seperti apa, kenapa langsung percaya padaku?" tanya zoya dengan mode seriusnya


"lewat mata ini aku bisa melihat ketulusan dan kejujuran" fynanda mengusap wajah zoya yang mengarah ke mata zoya


"benarkah?" tanya zoya kembali

__ADS_1


"benar kenapa?" pertanyaan dibalikkan ke zoya


"benarkah kamu percaya padaku?" tanya zoya kembali


"iya, itu yang kurasakan saat ini" jawab fynanda yang sudah kembali fokus mengemudi


Setelah jawaban itu di lontarkan oleh fynanda, tidak ada lagi percakapan setelahnya, seolah jawaban itu sudah diakhiri dengan tanda titik


Hingga kini mobil yang mereka gunakan sudah sampai di basement aparteman yang zoya tinggali, setelah sebelumnya mengatakan alamat lengkap tempat tinggal zoya tersebut, dan kini keduanya hendak turun dari mobil


"mau mampir dulu?" tanya zoya yang sudah keluar dari mobil tersebut


"aku memang berniat mengantar mu sampai kamu tidur dengan baik" cengir fynanda yang ikut melangkah kan kakinya dan merangkul zoya


"mau minum sesuatu?" tanya zoya setelah fyanda mendaratkan bokongnya di sofa ruang tamu zoya yang sederhana itu


"tidak, aku hanya ingin masih berada di dekatmu" fyananda kini bangkit dari ia duduk semula menjadi di samping zoya dan menarjk tangan zoya untuk ia genggam


Bucin, mungkin itulah kata yang tepat untuk fynanda, bagaimana tidak? Dia benar-benar aneh sedari bertemu zoya, tapi satu hal yang pasti belum ada nama dalam ikatan itu


Fynanda merasa bahwa mereka mempunyai hubungan spesial sehingga ia bertingkah seperti itu


Kini posisi fynanda sudah memeluk zoya entah sedari kapan, tapi satu hal yang tidak dimengerti ia tidak berniat melepas pelukan itu,,, hadeuhhh benar-benar tidak mau lepas yaa

__ADS_1


"sampai kapan kamu akan memelukku?" tanya zoya yang memang sedari tadi belum mengerti dengan suasana itu


"apa aku bisa menginap? Rasa rinduku padamu sepertinya tidak akan habis" ucap fynanda yang membuat zoya berfikir bahwa itu adalah kata-kata yang sedikit berlebihan


"sudah pandai membuat kata-kata gombal yaa" ucap zoya menyelidik mata fynanda


"tidak, aku tidak gombal, aku benar-benar merindukanmu" balas fynanda dengan jawaban meyakinkan


"sekarang kamu pulang, bukannya kamu banyak pekerjaan dan seharusnya kamu lembur malam ini?" tanya zoya penuh selidik membalikkan pertanyaan tentang jawaban fynanda yang sebelumnya itu


"kamu mau aku pulang sekarang?" tanya fynanda dengan wajah sedikit murung itu


"hmmm" balas zoya dengan jawaban yang semakin membuat fynanda merasa murung


"kamu enggak khawatir sama aku? Kamu enggak takut aku kecelakaan dijalan terus enggak bisa ketemu lagi? Kan ini udah malam, aku menyetir sendiri juga" ucap fynanda membuat alasan dengan nada manja kepada zoya seperti menuntut


"haha,,, aduhhh lucunyaaa" zoya mencupit kedua pipi fynanda yang menggembung akibat perkataan manjanya sebelumnya


"aku serius, aku menginap yaa" pinta fynanda dengan puppy eyes


"panggil saja haikal, kan bisa jadi supir kamu" zoya dengan alasannya juga ikut memberi jawaban yang logis


"kamu enggak kasihan sama dia? Dia kan juga tadi ikut survei terus ikut hujan-hujanan ngambil payung biar bisa bawa kamu pulang" lagi-lagi jawaban yang menjelaskan panjang lebar berusaha membuat zoya menerimanya

__ADS_1


__ADS_2