
mereka pun melangkahkan kakinya ke meja makan yang letaknya di dapur, komandan fynanda yang masih berjalan terlebih dahulu seolah tak mau menunjukkan wajah memerahnya akibat senyuman zoya tadi,
"wihh kakak masak apa nih, sepertinya enak" ucap zoya saat melihat makanan yang dihidangkan diatas meja makan, secepat mungkin dia menarik kursi untuk ia duduki agar ia bisa cepat melahap makanan yang di depannya.
"kamu makan saja, yang jelas saya tidak memasukkan racun kedalamnya" tambah komandan fynanda karena melihat zoya yang sudah kelaparan seperti ingin menerkam sesuatu
tanpa menjawab perkataan komandan fynanda, zoya langsung melahap makanan yang ada di depannya,
"enakk bangettt" ucap zoya dengan mulut yang masih berisi makanan penuh sehingga ia sulit untuk berbicara
"jangan bicara jikalau makanan masih ada di dalam mulut anak kecil" ucap komandan fynanda sambil tersenyum kecil karena pujian zoya terhadap masakannya
"tapi ini bangett seriuss kak" ucap zoya sambil mengacungkan jempolnya
"masakanku kan memang selalu enak, tak kalah dengan masakan restaurant di luar sana" ucap komandan fynanda sedikit angkuh akibat perkataan zoya yang semakin memuji masakannya.
"iss sombong amattt" desis zoya, tetapi melanjutkan melahap makanan tersebut
"aishhh kenyangg" zoya mengelus-elus perutnya sambil menyandarkan dirinya ke kursi, zoya telah selesai makan sedangkan komandan fynanda masih dengan kegiatannya melahap makanannya yang belum habis
__ADS_1
"dasar anak kecil, nanti kamu itu gendut tau belum nikah tapi udah seperti emak-emak, pendek gendut" ejek komandan fynanda
"biarin aja yang penting nikmatin dunianya seperti ini, zoya mau kok hehe" ucap zoya sambil mengarahkan pandangannya ke arah komandan fynandan seolah dia berkata, "ejekan kak jomblo nggak kan mempan lagi sama zoya ahahah"
"halooo zoyaaa, kamu kenapa" ucap komandan fynanda sambil mengarahkan tangannya
beberapa kali,
"ehh iyaa kenapa kak" zoya tersadar, ternyata sedari tadi ia tersenyum sendiri sambil
sambil melamun dan komandan fynanda sudah memanggil namanya beberapa kali tapi ia tidak mendengarnya, hingga komandan fynanda mengeraskan sedikit suaranya memanggil nama zoya baru zoya tersadar dari lamunananya
"ehh zoya aja kak," zoya merebut piring yang ada di tangan komandan fynanda
"tumbenn" tanya komandan fynanda sedikit heran
"kan tadi kakak udah masak, jadi biar zoya aja yang cuci piringnya" ucap zoya sembari melangkahkan kakiknya menuju wastafel dan segera menyuci piring tersebut
komandan fynanda hanya memandang zoya yang sedang mencuci piring yang mereka gunakan untuk makan tadi, sambil melipat kedua tangannya di dada nya seperti seorang bos yang sedang mengawasi bawahannya apakah bekerja dengan baik atau tidak.
__ADS_1
"sudahh beress" ucap zoya sambil mengeringkan tangannya menggunakan lap tangan yang ada di samping meja makan.
"kamu tidur gih,,, udah malam" perintah komandan fynanda hendak melangkahkan kakinya menuju kamarnya
"zoya mau ngerjakan tugas, masih banyak tugas kuliah" jawab zoya juga
melangkahkan kakinya menuju ruang tamu
"ngerjakan tugas tapi kok ke ruang tamu" komandan fynanda menghentikan langkahnya dan berbalik badan memperhatikan langkah zoya yang sedang berjalan menuju ruang tamu
"mau nonton dulu, habis itu ngerjakan tugas" jawab zoya tapi masih sambil berjalan meninggalkan komandan fynanda di belakangnya
karena melihat langkah zoya yang tak berhenti saat berbicara pada komandan fynanda, ia lalu menghampiri zoya menuju ruang tamu, dan melihat zoya sudah duduk di sofa depan tv
"kamu jangan kebanyakan begadang zoya" ucap komandan fynanda sambil ikut di sofa di samping zoya duduk.
"kakak nggak tidur?" tanya zoya sambil menekan-nekan remot mengganti siaran tv
"buruan kerjain tugasnya, nanti kelamaan tidur" ucap komandan fynanda sambil merebut remot yang ada di tangan zoya
__ADS_1