Cewek Tomboy Jodoh Komandan

Cewek Tomboy Jodoh Komandan
Episode 84


__ADS_3

“kita makan…” belum selesai zoya melanjutkan kata-katanya tiba-tiba terputus karena bunyi hp komandan fynanda yang berdering


“sebentar” ucap komandan fynanda sembari memarkirkan mobilnya dipinggir jalan dan menjawab panggilan telepon tersebut


“hallo” jawab komandan fynanda


“apa kali ini tidak berbohong?” tambah komandan fynanda menjawab telepon tersebut


“oke, aku akan segera kesana” ucap komandan fynanda sekaligus mematikan panggilan tersebut


“aku ada urusan, aku akan mengantarkanmu lebih dulu ke apartemen” ucap komandan fynanda sambil melajukan mobilnya


“ada apa?” tanya zoya setelah melihat wajah komandan fynanda yang tampak serius setelah menjawab panggilan tersebut


“tidak apa-apa” komandan fynanda hanya tersenyum sekaligus sekilas melihat ke arah zoya menjawab pertanyaan zoya


Zoya hanya terdiam ia juga bingung apa yang ingin dikatakan jika sudah dijawab sesingkat itu, mereka hanya terdiam sampai kini sudah berada di depan Gedung apartemen

__ADS_1


“aku tidak mengantar sampai kedalam, masuklah, dan hati-hati” ucap komandan fynanda setelah mobilnya berhenti


“apakah kau baik-baik saja?” tanya zoya sekali lagi sebelum benar-benar turun dari dalam mobil


“jangan khawatir aku baik-baik saja” jawab komandan fynanda sambil tersenyum tak lupa mengelus kepala zoya


“baiklah” hanya kata itu yang keluar dari mulut zoya begitu juga komandan fynanda ia segera melajukan mobil setelah zoya benar-benar turun dari mobil tersebut


Zoya masih setia berdiri memandang kepergian komandan fynanda dengan mobilnya, sedangkan komandan fynanda yang sudah focus dengan tujuannya sekarang, bagaimana tidak, ini menyangkut kasus kematian ibunya.


FLASH BACK ON


“hallo, fynanda ini paman angga, paman mau memberitahu bahwa ayah fynanda sekarang sedang di rawat di rumah sakit karna sakitnya yang kembali kambuh” suara dari seberang panggilan kepada komandan fyananda


“apa kali ini tidak berbohong?” tanya komandan fynada memastikan karena sebelumnya pernah dibohongi oleh ayahnya tersebut


“tidak nak fynanda, ayahmu benar-benar sakit, paman diminta kembali bekerja dengan beliau karena ia sudah tidak mempunyai orang yang benar-benar di percayai, paman juga akan menjelaskan kesalah pahaman diantara kalian tentang nyonya (ibunya komandan fynanda)” paman angga Kembali menjelaskan dan meyakinkan komandan fynanda agar datang melihat ayahnya sendiri yang sudah di rawat dirumah sakit

__ADS_1


“oke, aku akan segera kesana” jawab komandan fynanda singkat dan segera melanjukan mobilnya


FLASH BACK OFF


“Aku takut, aku takut hatiku hancur, kadang kamu bisa mempercayai seseorang, di saat kita sedang terpuruk aku takut dia akan melupakanku, aku takut jika aku memercayai seseorang akan membuat hatiku hancur, entah bagaimana hatiku bisa mengatakan dan memikirkan hal itu setelah melihat komandan fynanda hari dengan kelakuannya yang sedikit berbeda dari sebelumnya” hanya kata-kata itu yang mucul di benak zoya sambil berjalan secara perlahan memasuki apartemen komandan fynanda


ia melemparkan badannya diatas kasur di kamar tidurnya sembari melihat langit-langit kamarnya yang polos dengan cat warna putih, entah apa yang kin sedang berjalan d dalam pikirannya yang jelas tiba-tiba saja ada ras kekhawatiran dalam dirinya entah dalam hal apapun itu dia sendiri tidak mengetahuinya.


Komandan fynanda kini sudah sampai di Gedung putih yang menjulang tinggi, itu adalah rumah sakit tempat ayahnya di rawat. Komandan fynanda melangkahkan kakinya memasuki rumah sakit, lantai demi lantai terlewati setelah memasuki lift, kini ia sudah berasa di depan salah satu ruang rawat inap yang jelas di depan ruangan tersebut sudah ada paman angga yang mengunggu kedatangan komandan fynanda


“paman angga” panggil komandan fyananda setelah melihat ada rasa kekhawatiran di wajah paman angga, sedangkan paman angga hanya tersenyum setelah melihat kedatangan komandan fynanda


“apa  yang terjadi?” komandan fynanda Kembali melontaran pertanyaannya setelah melihat kondisi ayahnya dari balik pintu ruangan tempat dimana ayahnya kini tengah berbaring dibantu dengan alat-alat rumah sakit yang kini menempel di tubuh ayahnya


“beliau batuk darah, dan kata dokter sudah tidak ada harapan bisa bertahan lama” jawab paman angga yang juga turut ikut melihat dari kaca kecil di pintu


“apa yang ingin paman jelaskan sekarang” lagi-lagi pertanyaan muncul dari mulut komandan fynanda

__ADS_1


“paman tau kamu salah paham dengan tuan besar karena tidak datang di saat hari terakhir nonya akan di makamkan” paman angga mulai menjelaskan


__ADS_2