
"terima kasih pak" ucap zoya yang menjawab perkataan pak satpam tapi tidak dengan pertanyaan komandan fynanda
"ayo masuk" ajak komandan fynanda karena melihat zoya yang sudah kedinginan
"nggak, zoya masih mau main hu..ja..nnn" tolak zoya tetapi sudah terbata-taba berbicara karena kedinginan
" main hujan bagaimana? kamu sudah kedinginan" ucap komandan fynanda yang sedikit kesal dengan jawaban zoya
"nggak mau ue" ucap zoya sembari berlari, menghentakkan kakinya di genangan air yang di samping komandan fyanda sehingga membuat celanan komandan fynanda basah dan tak lupa menjulurkan lidahnya seraya mengejek komandan fynanda
komandan fynanda yang melihat tingkah zoya tersebut ikut kesal dan mengejar zoya berlari di bawah hujan yang masih deras,
"awas kamu ya anak kecil," komandan fynanda berlari mengejar zoya hingga menjatuhkan payung yang kenakan dan tidak perduli lagi dengan derasanya hujan, kini ia sudah ikut seperti zoya bermain di bawah air hujan
zoya masih terus berlari, bermain hujan sembari menghindar dari kejaran komandan fynanda, satpam yang melihat mereka berdua pun ikut tersenyum karena tingkah zoya yang benar-benar terlihat sangat bahagia
__ADS_1
ternyata benar kata orang, di saat orang lain tertawa kita juga akan ikut tertawa walau kita sebenarnya tidak ingin tertawa.
komandan fynanda masih terus mengejar zoya, hingga saat zoya sudah merasa lela ia bersembunyi di salah satu mobil yang terparkir tersebut, iya melihat komandan fynandan dari balik mobil tersebut memastikan komandan fynandan tidak akan menemukannya
"kamu sedang apa?" tanya seseorang dari belakan zoya
"ssttt jangan berisik, nanti kak jombo dengar" ucap zoya menjawab pertanyaan yang ia tidak sadar ada yang bertanya di belakangnya
"oo...jadi harus diam yah okeoke" jawab seseorang tersebut
setelah beberapa saat "eh siapa yang berbicara tadi?" batin zoya lalu berbalik memastikan dan zoya terkejut dengan kehadiran komandan fynandan yang ternyata sedari radi sudah berada di belakangnya
"anak kecil mau kemana?" ucap komandan fynanda yang masih merangkul pinggang zoya, zoya masih berusaha untuk terlepas dari komandan fynanda.
"anak kecil, jangan melawan pulang sekarang" ucap komandan fynanda dengan nada perintah sambil menjitak dahi zoya
__ADS_1
"eh ada cewek cantik,, ututu cantiknyaaa" zoya mencoba mengalihkan pandangan komandan fynanda
"tidak akan tertipu hoho" komandan fynanda tanpa aba-aba mengangkat zoya seperti anak kecil
"aaa kak jomblo turunin zoyaa, maluuu" ucap zoya sembari menggerakkan kakinya agar komandan fynanda menurunkannya
"kamu jangan bergerak keras nanti kita bisa terjatuh" jawab komandan fynanda tetepi masih mengangkat zoya
"nggak mau! turunin zoyaa," teriak zoya tepat ditelinga komandan fynanda
dengan keras kepala komandan fynanda yang tidak mau menurunkan zoya membuat orang-orang di sekitar yang mereka lewati memandang mereka, karena tidak nyaman zoya akhirnya pasrah dan malah menyembunyikan wajahnya di tengkuk leher komandan fynanda yang membuat komandan fynanda sedikit merinding akibat hembusan nafas zoya yang mengenai lehernya.
"kita sudah sampai, sekarang kamu turun" ucap komandan fynanda setelah masuk ke dalam apartemen mereka
"nggak mau, biarin aja kakak cape memangku zoya siapa suruh kakak bawa zoya seperti ini" ucap zoya masih dengan kepalanya yang tenggelam di leher komandan fynanda
__ADS_1
"kamu tidak mandi?kamu tidak kedinginan?" tanya komandan fynanda karena memang ia juga merasa tidak nyaman, bagaimana tidak zoya berbicara masih dengan wajahnya di leher komandan fynanda
"nggak, biarin aja zoy... haccimmm" belum selesai zoya melanjutkan perkataan nya sudah didahului dengan bersinnya sehingga ia dengan spontan mengangkat wajahnya dari leher komandan fynanda