Cewek Tomboy Jodoh Komandan

Cewek Tomboy Jodoh Komandan
Episode 86


__ADS_3

Tuan sedikit kecewa dengan hal tersebut, lalu tuan memutuskan untuk kembali kerumah ingin memaksa nyonya harus melakukan operasi, tapi siapa sangka takdir selalu datang tanpa diduga oleh siapapun, nyonya sudah lebih dulu menyiksa dirinya, ternyata nonya tidak meminum obat yang selama ini diberikan oleh dokter sebelum melakukan operasi membuat semuanya berubah menjadi seperti yang nak fynanda lihat,


Saat nyonya ingin dimakamkan bukan tuan tidak ingin melihat hari terakhir nyonya tapi tuan tidak sanggup melihat semuanya karena tuan sudah mulai mencintai nyonya sejak kehadiran nak fynanda di janin nyonya, tapi nyonya selalu berfikir bahwa tuan tidak akan pernah memberi rasa kasih sayang untuknya walaupun sudah mengandung anaknya.


Tuan menunjukkan wajahnya seperti tidak berperasaan siapa yang tau bahwa hatinya lebih tersakiti bahkan ia tak bisa mengungkapkan isi hatinya dengan cara apa, setelah tuan benar-benar menyiapkan hatinya ia bertemu dengan nak fynanda untuk focus merawat nak fynanda tetapi sampai saat ini  nak fynanda salah paham terhadap


tuan tetapi tuan membiarkannya karena tuan juga tau rasa sakit dan terpukulnya nak fynanda saat itu.


Sekarang tuan memintaku untuk kembali ke sisinya, paman juga menyetujuinya karena selama ini kebaikan tuan tidak akan pernah terlupakan, begitupun derita yang selama ini ialami, yang bisa beliau pendam dan dikubur dalam-dalam.


“sekarang nak fynanda sudah tau apa yang harus dilakukan bukan?” tanya paman angga yang saat itu masih duduk di depan ruangan ayah fynanda dirawat


“tinggal kamu satu-satunya alasan dia bertahan hingga saat ini, paman hanya ingin disaat terakhir nya dia bisa diperlakukan oleh anak satu-satunya dengan sebaik mungkin” tambah paman angga

__ADS_1


Komandan fynanda hanya terdiam dan tidak bisa mengatakan apapun, mata indahnya sebenarnya sudah berkaca-kaca tetapi ia tidak ingin meneteskan air matanya, timbul rasa penyesalan dalam hatinya akan hal tersebut, demikianlah hidup penyesalan selalu datang diakhir cerita


“sebenarnya apa penyakita ayah?” tanya komandan fynanda


Paman angga tersenyum setelah mendengar tutur kata komandan fynanda yang menyebutkan nama ayah tersebut “masalah penyakitnya paman juga tidak terlalu mengetahuinya, nak fynanda bisa bertanya langsung kepada tuan jika ingin menerima penjelasan” ucap paman angga


Tak lama setelahnya muncul seorang dokter hendak memasuki ruang tempat ayah komandan fynanda dirawat tersebut,


“apa sudah bisa masuk dok?” tanya paman angga setelah melihat kedatangan dokter tersebut


Diikuti komandan fynanda dan juga paman angga, ternyata benar ayah komandan fynanda sadarkan diri, ia tersenyum melihat anaknya yang kini berada di depannya


“fynanda” panggil ayah komandan fynanda

__ADS_1


Komadan fynanda hanya diam tetapi melangkahkan kakinya mendekati ayahnya, yang mengartikan ia sebenarnya ingin menjawab tapi entah kenapa mulutnya seakan bisu,


“apa penyakit ayah saya dok?” tanya komandan fynanda


“beliau,,” ucapan dokter tersebut terputus oleh ayah komandan fynanda yang tiba-tiba menyahut


“tidak, tidak aku tidak apa-apa, ini hanya penyakit umur saja” ucap ayah komandan fynanda


“dokter sudah selesai memeriksa kan? Aki ingin berbicara dengan anakku” tambah ayah komandan fynanda melanjutkan perkataannya


“baiklah, kalu begitu saya tinggal dulu” dokter tesebut berlalu meninggalkan ruangan


“sudah, sudah aku tidak apa-apa” ucap ayah komandan fynanda karena melihat komandan fynanda yang memperhatikan dokter pergi keluar ruangan tanpa menjelaskan apapun,

__ADS_1


“apa yang ayah sembunyikan?” tanya komandan fynanda melihat wajah ayahanya tersebut


Tiba-tiba saja ayah komandan fynanda menangis, melihat anaknya, bagaimana tidak kata sebutan ayah tdak pernah di dengar olehnya lagi selama ini


__ADS_2