
tanpa berkata apa pun, komandan fynanda kembali ke kamarnya dan menyusun beberapa pakaiannya di tas ranselnya, sedangkan ayahnya yang melihat komandan fynanda pergi meningglkan kamar tersebut dan sekarang duduk di ruang tamu yang terlihat sangat luas tersebut
komandan fynanda segera keluar dari kamarnya dan berjalan melangkahkan kakinya menuju luar rumah tersebut, melewati ayahnya yang sedang duduk di atas sofa ruang tamu tersebut, paman angga yang melihat komandan fynanda tersebut berusaha mengejar tuan mudahnya, ayah komandan fynanda hanya melihat anaknya kini pergi, ia berfikir iu hanya pergi sebentar nanati juga akan kembali
"tuan muda mau kemana?" tanya paman angga yang kini mereka sudah berada diambang pintu keluar tersebut
komandan fynanda tidak menjawab pertanyaan paman angga, dan masih melanjutkan langkah kakinya meninggalkan rumah besar dan mewah tersebut.
"tuan muda apa perlu supir mengantarkan anda?" tanya paman angga kembali sembari mengikuti langkah komandan fynanda tetapi hal tersebut tidak juga mendapat respon dari tua mudanya hingga kini sudah berada di ujung pagar paman angga masih mengejarnya
"jangan kuti aku paman, aku akan pergi dan tidak akan tinggal di rumah ini lagi" ucap komandan fynanda
menghetikan langkah paman angga, paman angga hanya melihat komandan fynanda berjalan keluar dari area rumah besar dan megah tersebut
__ADS_1
rasa amarah bercampur aduk dengan kesedihannya komandan fynanda membuatnya tidak berfikir dengan yang terjadi saat itu, ia masih berjalan tidak tau arah tujuaanya, hingga langkah kakinya menuntunnya ke pemakaman ibunya yang baru beberapa hari yang lalu ia kesana untuk mengantarkan ibunya ke tempat terakhirnya
setelah sampai di pemakaman tersebut komandan fynanda menjatuhkan dirinya di samping kuburan ibunya dan kembali menangis dengen sekeras mungkin yang biasa agar hatinya sedikit merasa lega baik atas kemarahannya ataupun kesedihannya untuk hari ini.
isak tangis komandan fynanda diatas makan ibunya masih terdengar, waktu yang terus berjalan tak membuatnya hendak beranjak dari tempatnya, ia masih ingin berada dekat dengan ibunya walau kini sekalipun ibunya sudah beda alam dengannya
***
FLASHBACK OFF
berucuran saat ia terbagun, padahal cuaca di luar sedang hujan. komandan fynanda kembali bermimpi kejadian buruk yang di alaminya beberapa tahun yang lalu padahal sudah lama ia tidak pernah mengalami mimpi buruk itu lagi
komandan fynanda mengacak rambutnya saat ia benar-benar sudah sadar dari mimpi tidurnya, ia melihat jam di
__ADS_1
handphone masih menunjukkan pukul 3 dini hari, komandan fynanda meraih gelas yang ada di atas meja kecil di samping kasurnya hendak minum karena memang dia sangat haus setelah bangun tidur tadi
ia bangkit dari kasurnya hendak keluar dari kamarnya menuju dapur, setelah ia keluar dari kamarnya ia tak sengaja melihat pintu kamar zoya yang sedikit terbuka membuat komandan fynanda melangkahkan kakinya terlebih dahulu melihat pintu kamar zoya kenapa terbuka disaat masih jam segini
komandan fynanda sedikit khawatir dan tergiang dalam benaknya saat melangkahkan kakinya masuk menuju kamar ibunya dahulu, ia mencoba menenangkan dirinya dengan menarik nafasnya secara perlahan lalu memegang gagang pintu kamar zoya
"zoy," panggil komandan fynanda dengan pelan agar tidak membangunkan zoya jika zoya benar-benar tidur
"zoy,,,zoyaa" sambil melangkahkan kakinya menuju kasur zoya tak lupa memanggil nama zoya
tidak mendapat jawaban sekalipun komandan fynanda lalu melihat kasur zoya yang tidak ada zoya diatasnya melainkan kasur zoya kini berantakan, sesaat ia berfikir jauh entah apa yang dia pikirkan saat itu, air matanya kini jatuh tanpa ia suruh, lalu ia melihat kamar mandi zoya memastikan bahwa zoya ada atau tidak di dalam kamar mandi, tapi hasilnya nihil zoya tidak ditemukan oleh komandan fynanda di dalamnya
dengan langkahnya yang berat komandan fynanda berjalan menuju samping kasur zoya di seberang, meastikan apakah zoya ada disana atau tidak, komandan fynanda memikirkan apakah kejadian saat itu akan terulang kembali, perlahan komandan fyandan melangkahkan kakinya, kini kakinya benar-benar terasa berat,
__ADS_1
komandan fynanda masih dengan air matanya yang semakin jatuh terus menerus sambil memastikan keberadaan zoya apakah seperti ibunya dahulu atau tidak, kakinya terus berjalan sangat pelan karena kini kakinya memang terasa sangat berat sekali dan sulit untuk dilangkahkan,