Cewek Tomboy Jodoh Komandan

Cewek Tomboy Jodoh Komandan
Episode 102


__ADS_3

Lain halnya dengan ketua tim, zoya hanya diam dan tidak berniat untuk mengulurkan tangannya seperti apa yang ketua tim lakukan hingga siku ketua tim menyenggol tangannya zoya layaknya menyuruh zoya ikut melakukan seperti apa yang dilakukan ketua tim.


“selamat datang pak” hanya anggukan kepala yang zoya lakukan untuk melakukan sambutan tersebut, seolah kaku ia tidak ingin mengulurkan tangannya tersebut


Anggukan kepala zoya membuat semakin banyak pertanyaan dalam benak fynanda, sebenarnya ada hubungan apa dirinya dan wanita ini, kenapa begitu sulit untuk mengingatnya. Bahkan wanita yang sedang berada di depannya kini pun seolah tidak ingin bertemu dengan dirinya.


“ah baiklah pak, mari kita mulai melihat kondisi site ini, mari pak” ketua tim menyadarkan mereka dari tatapan-tatapan aneh kedau insan tersebut


“hmm” jawaban singkat dan padat


Pada saat fynanda berjalan terlebih dahulu, tiba-tiba saja ia dikejutkan dengan zoya yang tiba-tiba menubruk punggungnya membuat fynanda berbalik badan, bagaimana tidak saat fynanda sudah mulai berjalan tiba-tiba saja ketua tim mendorong zoya sembari berbisik


“cepat jalan disamping pak fynanda” mendorong tubuh zoya, sontak membuat zoya terdorong hingga mengenai punggung fynanda


“ada apa?” tanya fyanda yang sudah membalik badannya

__ADS_1


“aduhh” zoya yang masih asik mengusap wajahnya akibat benturan itu tidak menjawab pertanyaan fyananda


“eh,, maaf pak, mungkin kaki zoya tersangkut” ketua tim menjawab sebisa mungkin untuk menghindari amarah dari fynanda


Sedangkan sedari tadi Haikal, asisten pribadi fynanda hanya bisa terdiam, ingin rasanya ia juga berkomentar atas perlakuan ketua tim tersebut tetapi ia mengurungkan niatnya kembali setelah melihat bahwa tidak ada perintah dari bos nya tersebut


“kamu bisa berjalan di samping saya” tunjuk fynanda yang masih diam sejak tadi seolah tidak ingin mengeluarkan suaranya


Zoya bahkan membuat jarak diantara keduanya setelah sepakat berjalan untuk berdampingan, fynanda ingin berkomentar mengenai hal tersebut, tetapi ia urungkan karena tidak ingin menambah mooda yang tidak baik terhadap wanita itu. Sebenarnya bisa saja fynanda mengatakan tentang itu tapi entah kenap hatinya mengatakan bahwa wanita ini berbeda dari yang lainnya. Hatinya benar benar menyuruhnya untuk tidak bebruah kesalahan


“baiklah, apa kamu bisa menjelaskan mengenai gambar ini” tunjuk fynanda pada sebuah gambar denah site yang zoya pegang tersebut


“baik, untuk gambar tersebut akan berada di tempat itu, bapak bisa ikuti saya” ucap zoya sembari menuntun jalan


Suara dering panggilan telepon tiba-tiba berbunyi di tengah mereka sedang survei tersebut

__ADS_1


“hallo?” jawab ketua tim yang ternyata si empunya telepon tersebut


“ah, baik-baik saya akan kesana” jawab ketua tim dengan rasa terkejut dan juga terburu-buru


“emm, pak fynanda begini…” ucap ketua tim di tengah-tengah perjalanan mereka


“begini pak, istri saya hendak melahirkan, bisakah saya tinggal?” tanya ketua tim dengan sedikit keraguan


“oh, silahkan” jawab fynanda yang juga merasa bahwa itu merupakan salah satu hal yang akan menjadi moment penting bagi seseorang


“baik pak, terima kasih kalau begitu saya permisi pak, zoya semangat!” ucap ketua tim dan berlalu darisana


“bagaimana dengan ibu zoya? Apa masih bisa melanjutkan surveinya?” tanya fynanda mengalihkan topik yang sudah berlalu


“ahh, baik pak” jawab zoya dengan senyum profesionalnya

__ADS_1


__ADS_2