
“dan kamu, segera ganti juga bajumu yang sudah mengering dibadanmu itu” ucap yofan yang melihat kondisi fynanda juga tidak baik
"Hmm" jawab fynanda yang sudah duduk di pinggir kasur menatap yang zoya terbaring tersebut
"by the way, dia siapa?” tanya yofan dengan sedikit keraguan
“entahlah, aku juga tidak tau” jawab fynanda sambil memperbaiki rambut zoya yang sedikit menutupi wajahnya
“yasudah, kalau begitu aku permisi dulu, hubungi aku jika ada sesuatu” tutur yofan yang peka dengan keadaan,
kami
“iya, terima kasih” jawab fynanda kembali tanpa interaksi pandangnnya
Yofan segera melangkahkan kaki keluar dari ruangan tersebut. Kini tinggal fynanda yang masih setia memandangi zoya yang terbaring dengan damai tersebut
Tak lama setelahnya, pintu diketuk oleh seseorang sambil memunculkan dirinya dibalik pintu tersebut
__ADS_1
“maaf, tuan saya di suruh oleh den haikal katanya tuan memanggil” tutur seorang wanita paruh baya di balik pintu yang belum tertutup sempurna tersebut
masuk saja bi, bibi tolong ganti bajunya, saya akan pergi berganti juga” ucap fynanda sambil beranjak dari tempat duduknya semula
“baik tuan” ucap sang nenek yang memang merupakan Art apartement fynanda, dimana sang nenek hanya datang pagi menjelang siang dan pulang di sore hari
“tapi tuan, baju dimana dimana?” tanya sang nenek kepada fynanda membuat langkahnya yang sudah hampir memasuki kamar mandi terhenti
"oh, iya aku lupa tentang hal itu, disini juga tidak ada baju wanita” batin fynanda yang memang lupa akan hal itu
Fynanda hanya melangkahkan kaki menuju wal di dalam kamarnya dan memilih beberapa baju dan pada akhirnya pilihan terakhirnya mengambil sebuah jaket hoody dan celana sport yang ukuran terkecil.
“baik tuan” ucap sang nenek art itu
baju zoya kini telah terganti begitu juga dengan fynanda yang sudah selesai membersihkan dirinya, fynanda kembali di tepi ranjang yang menampilkan zoya masih tidur disana, pandangan tentang fynanda tidak akan teralihkan akan wajah zoya tersebut.
Tak lama setelahnya, zoya mulai terusik dan mulai membuka matanya secara perlahan. Zoya yang merasa sedikit pusing tersebut sedikit menyinggung sembari memegang kepalanya
__ADS_1
“kamu sudah bangun?” ucap fynanda dengan lembut sambil mengelus kepala zoya
Sontak zoya tiba-tiba menepis tangan fynanda tersebut membuat fynanda terkejut dengan hal tersebut.
“kenapa?” tanya fynanda akibat keterkejutannya itu
“jangan sok dekat denganku” jawab zoya dengan sedikit sinis juga merasa kesal
“kenapa kamu seperti ini? Apa aku pernah berbuat salah padamu sebelumnya? Sampai kamu sangat benci melihatku?” tanya fynanda panjang lebar yang memang tidak mengerti dengan sikap wanita itu
Zoya hanya diam dan melihat tapi matanya tidak bisa berbohong bahwa kini mata sudah berkaca-kaca ingin menangis.
melihat zoya yang menyadari itu, fynanda bangkit dari pinggir pinggir ranjang yang sedari tadi ia duduki.
“baiklah jika kamu tidak ingin bicara, aku juga tidak tau apa salahku padamu” ucap fynanda hendak pergi
“jika kamu ingin pulang dan tidak ingin disini, segera katakan aku akan mengantarmu pulang, jika kamu tidak nyaman aku akan menyuruh asisten pribadiku mengantarmu” tambah fynanda kembali dan mulai melangkahkan kaki hendak keluar dari ruangan tersebut
__ADS_1
“KAMU JAHAT!!!” teriak zoya terhenti langkah fynanda
“AKU BENCI PADAMU, SANGAT BENCI!!!” teriak zoya lagi dengan suara gemetar yang sudah menangis