Cewek Tomboy Jodoh Komandan

Cewek Tomboy Jodoh Komandan
Episode 74


__ADS_3

"mah bangun mah,,,  mama belum meninggal mama" teriak komandan fynanda membuat siapa  saja mendengar isak tangisnya ikut menangis


paman angga tiba di rumah sesaat setelah ibu komandan fynanda dinyatakan meninggal dunia, melihat komandan fynanda yang masih menangis terisak paman angga lalu mengahmpiri komandan fynanda sembari menenangkan tuan mudanya itu


            "paman angga" hanya itu kata yang terucap dari mulut komandan fynanda setelah melihat paman angga kini sudah memeluknya mencoba menenangkan komandan fynanda


setelah beberapa saat, kini jenazah ibu komandan fynanda sudah dipindahkan ke ruang tamu untuk di urus baik dalam pemandian jenazah hingga nanti pemakamannya


            "iya tuan, jadi tuan tidak bisa hadir ke pemakaman nyonya?" tanya paman angga dari  telepon genggamnya


            "baik tuan, akan saya urus segalanya" jawab paman angga kembali setelah jawaban yang ia terima dari seberang telepon tersebut

__ADS_1


ternyata komandan fynanda yang saat itu melewati paman angga yang sedang berkomunikasi dengan tuaanya lewat telpon tersebut mendengarnya, membuat hati komandan fynanda teriris-iris dan sakit hati bahkan muncul kata benci dalam dirinya untuk ayahnya tersebut. di hari terakhir ibunya bahkan ayahnya tidak bisa melihatnya, lebih mementingkan uang dari segala-galanya bahkan untuk istrinya sendiri.


paman angga yang melihat komandan fyanada hendak mengejar komandan fynanda dan menjelaskan apa yang di dengar tapi sudah ditinggalakan oleh komandan fyandan terlebih dahulu


semua pemakaman sudah diselesaikan dengan baik, komandan fynanda masih berlarut dalam kesedihannya hingga mengurung diri di dalam kamarnya, pakaiannya yang belum diganti, masih menggunkan kemeja hitam nya juga celana hitamnya, duduk di lantai dengan  menyenderkan dirinya ke kasurnya, bahkan matanya kini sudah bengkak akibat tidak berhenti menangis juga tidak tidur masih memikirkan apa yang terjadi seakan semuanya tidak nyata, hanya bermimpi buruk


tapi komandan fynanda salah, semuanya benar-benar nyata, ia kini tak mendengar suara ibunya yang memanggilnya untuk makan atau bahkan menemaninya di saat ia belajar atau bersantai, setelah mengingat bahwa semuanya benar-benar nyata komandan fynanda kembali dengan isak tangisnya sembari memeluk kakinya menyatukakknya sekan-akan memeluk dirinya sendiri


paman angga tak kalah diam, ia juga mencoba megetuk pintu kamar komandan fynanda mencoba untuk membujuk tuan mudanya tersebut, tak mendengar jawaban iya dari komadnan fynanda untuk membukakan pintu paman angga berhenti mengetuk pintunya


sudah 2 hari tuan mudanya itu berada di dalam kamarnya, tidak memakan sesuap nasi pun, bahkan air minum saja tidak ia terima, kini ayah komandan fynanda turun tangan mencoba mengetuk pintu kamar komandan fynanda

__ADS_1


            "fynanda" ayah komandan fynandan mengetuk pinu kamar komandan fynanda sambil memanggil namanya


mendengar suara yang tak lain adalah ayahnya tersebut, sontak membuat kesedihan komandan fynanda menjadi sebuah rasa benci. komandan fynandan lalu membuka pintu kamarnya hanya dengan 2 kali panggilan namanya dari luar pintu tersebut, setelah membuka pintu kamarnya dengan kasar komandan fynanda langsung berteriak membuat semua pekerja yang ada di sekiatar kamarnya terkejut


            "anda kenapa di sini hah? puas? mama udah meninggal dan kenapa sekarang anda memunculkan wajah di depanku hah?" komandan fynanda yang kini meneriaki ayahnya dengan sebutan anda seakan-akan ayahnya adalah orang lain membuat semuanya terkjut termasuk ayahnya sendiri


            "sekarang anda hidup dengan uang anda tersebut, makan uangnya semua makannn" teriak komandan fynanda menambahi perkataannya yang benar-benar marah


mendengar semua perkataan anaknya tersebut membuat ayah komandan fynanda menampar anaknya sendiri hingga kini wajah komandan fynanda memerah akibat tamparan tersebut, amarah komandan fynanda semakin menjadi-jadi ia menyentuh sekilas wajahnya dan tersenyum kecut melihat ayahnya


tanpa berkata apa pun, komandan fynanda kembali ke kamarnya dan menyusun beberapa pakaiannya di tas ranselnya, sedangkan ayahnya yang melihat komandan fynanda pergi meningglkan kamar tersebut dan sekarang duduk di ruang tamu yang terlihat sangat luas tersebut

__ADS_1


__ADS_2