
"Masih sakit" rengek komandan fynanda yang tak mau bangkit dari bahu Zoya
"Yang mana sakit?" Tanya Zoya khawatir
"Tangan nya masih keram "jawab komandan fynanda manja
"Jadi Zoya ngapain?Zoya nggak tau lagi, apa Zoya panggilin dokter lagi?" Tanya Zoya
"Kamu elus-elus gini biar nggak sakit" komandan fynanda mengambil tangan Zoya dan menaruhnya di tangan nya
"Emang masih sakit banget yah kak?" Tanya Zoya dengan polosnya
"Masihh" ucap komandan fynanda dan kembali menenggelamkan wajahnya ke bahu Zoya
"Ya ampun semoga detak jantungku nggak kedengaran " batin Zoya yang melihat tingkah komandan fynanda
"Kakak nggak jadi pergi?" Tanya Zoya setelah 10 menit berlalu
"Kak?" Tanya Zoya lagi yang tak mendapat jawaban dari pertanyaan nya barusan
"Kak?" Tanya Zoya kembali
Karna tak mendapat jawaban sepatah kata pun Zoya lalu memalingkan kepala komandan fynanda yang ternyata sudah tertidur di bahu nya
__ADS_1
"Ya ampun, malah molor" gerutu Zoya
Zoya lalu mengangkat kepala komandan fynanda perlahan, dan membaringkan nya di atas sofa, lalu Zoya pergi ke kamar untuk mengambil sebuah bantal dan selimut menutupi tubuh komandan fynanda
Zoya lalu kembali ke kamarnya dan membereskan barang-barang nya yang belum selesai ia atur
Satu jam telah berlalu, jam sudah hampir siang, Zoya sudah selesai merapikan kamarnya, ia pergi menemui komandan fynanda yang ternyata masih tertidur di atas sofa,
"Kak, kakak nggak jadi pergi?" Tanya Zoya sambil membangunkan komandan fynanda menggoyang-goyang kan lengan nya pelan
Melihat komandan fynanda yang tak bangun-bangun Zoya mulai memandangi wajah komandan fynanda yang tertidur, Zoya memainkan bulu mata komandan fynanda
"Lentik banget bulu mata cowok kayak gini" batin Zoya yang masih memainkan bulu mata komandan fynanda
"Ya ampun ni orang tidur apa mati sih? Kok nggak bangun-bangun" gumam Zoya pelan
"Bangunlah... Bangunlah... Malaikat mau ada di depanmu bangunlahhh...." Zoya bersuara berat membisikkan ke telinga komandan fynanda
Komandan fynanda terbangun dan wajahnya sontak menghadap zoya hingga membuat Zoya mencium pipi Komandan fynanda tanpa sengaja,
Zoya langsung berdiri dengan wajahnya memerah malu, ia lalu membalikkan badan nya sebelum komandan fynanda melihat nya, ia memegang wajahnya yang mulai panas
Komandan fynanda terbangun dan melihat Zoya berdiri di depan nya, tapi ia memegang wajahnya seraya tau bahwa tadi ia merasakan apa yang ada di pipi nya
__ADS_1
"Tadi sepertinya wajahku di cium hehe" batin komandan fynanda dan ia berpura-pura baru tersadar dari tidurnya
"Anak kecill ngapain berdiri di situ?" Tanya komandan fynanda yang masih tertidur dan belum tersadar sepenuhnya
"Kakak bukannya mau pergi?" Tanya Zoya sembari membalikkan badannya
"Udah jam berapa?" Tanya komandan fynanda sambil bangkit duduk
"Udah siang, kakak tidur kayak orang mati tau susah banget di bangunin" gerutu Zoya dan duduk di samping komandan fynanda
"Wajahmu kok merah? Kamu sakit yah?" Tanya komandan fynanda samabil membuat tangan nya ke kening Zoya mengecek Zoya
"Nggak kok," Zoya mengambil tangan komandan fynanda supaya tak lama di atas kening nya
"Kamu panas lo anak " komandan fynanda Kembali menaruh tangan nya ke kening Zoya
"Zoya nggak papa Lo kak, kakak nggak pergi?" bantah Zoya memalingkan pandangan nya dan mengalihkan pembicaraan
"Pergi kemana?" Tanya komandan fynanda
"Tadi kakak bilang mau ke asrama gimana sih, amnesia yah" ejek Zoya yang merasa sedikit kesal
"Biarin aja," jawab komandan fynanda singkat
__ADS_1
"Memang kalo jomblo, udah tua pula kek gini nih, " ejek Zoya
"Kamu bilang apa?" Tanya komandan fynanda sambil menggelitik pinggang Zoya dengan tangan yang tidak sakit