
mereka berdua diam satu sama lain saling menatap, dengan posisi tangan zoya yang belum ditariknya dari menutup mulut komandan fynanda
"mati aku,,, zoya kenapa tanganmu lancang sekali menutup mulutnya, ya ampun bagaimana ini?" batin zoya
"ya ampun zoya, apa dia tau tangannya yang begitu lembut ini menyentuh mulutku membuatku malu" batin komandan fynanda
"tapi kalo dilihat-lihat begini aura ketampanannya semakin terlihat hihi" batin zoya sambil sedikit tersenyum salah tingkah
"matamu indah sekali zoya, kamu cantik" batin komandan fynanda menambahi
"tidak, tidak, zoya sadarlah dia hanya menganggapmu sebagai seorang adik tidak lebih" batin zoya yang semakin menjadi-jadi
"sadarlah fynanda, jangan membuatnya semakin menderita kelak" batin komandan fynanda terus berbicara pada dirinya sendiri
"hmmm" komandan fynanda seolah-olah memberi kode kepada zoya karena tangannya yang belum zoya tarik setelah beberapa saat mereka saling memandang satu sama lain, sontak mendengar itu membuat zoya langsung menarik tangannya dan wajahnya yang mulai memerah
__ADS_1
kedua insan tersebut saling mengarahkan pandangan mereka ke arah yang berbeda agar tidak tau satu sama lain,
"maaf kak" ucap zoya memecahkan keheningan mereka yang sesaaat
"tidak perlu meminta maaf" komandan fynanda mengacak rambut zoya agar tak terlihat kaku
"kamu tidak tidur?" tambah komandan fynanda bertanya karena memang masih terlalu pagi
"tapi,,"
"oh iya kakak lupa nanti kakak bersihkan zoya tidur di kamar kakak aja" saran komandan fynanda memotong perkataan zoya karena mengingat kamar zoya yang masih belum dibersihkan dari pecahan gelas tadi
"tidak apa-apa kakak bakal tidur di sofa" jawab komandan fynanda sembari tersenyum dan bangkit dari duduknya hendak mengangkat zoya untuk mengantarkanya ke dalam kamar
"kak..." zoya menarik sedikit ujung baju komandan fynanda menghentikan gerak komandan fynanda hendak mengangkatnya
__ADS_1
"iya?" jawab komandan fynanda yang kini duduk di depan zoya sambil jongkok
"zoya tidur disini aja, kakak disini temani zoya yah" lanjut zoya mengucapkan perkataannya yang tertunda sambil menarik komandan fynanda untuk bangkit dari duduknya dan menyuruh komandan fynanda duduk di sampingnya sedangkan komandan fynanda hanya mengikut apa yang zoya lakukan
"kakak temani zoya disini" ucap zoya sambil menidurkan kepalanya di lengan komandan fynanda
"zoy..." ucap komandan fyananda setelah beberapa saat ia terdiam karena tingkah zoya yang tanpa aba-aba tidur di lengannya
"zoy..." ucap komandan fynanda kembali karena belum mendapat jawaban dari zoya
melihat zoya yang tidak menjawab panggilannya, kemudian komandan fynanda menoleh ke arah zoya dan dilihatnya kepala zoya yang hampir terjatuh, benar saja bagaimana zoya menjawab panggilannya bahkan sekarang ia sudah tertidur sangat pulas di lengan komandan fynanda, seakan-akan lengan komandan fynanda begitu empuk seperti kasur
kepala zoya yang ingin terjatuh langsung di pegang oleh komandan fynanda dengan lembut, menarik wajah zoya ke dalam dada bidangnya hingga kini zoya semakin lelap dalam tidurnya. melihat zoya yang sangat nyenyak dalam tidurnya di pelukan komandan fynanda membuat komandan fynanda tersenyum melihat begitu nymannya zoya di dalam pelukannya
beberapa jam kemudian zoya terbangun setelah mendapati cahaya matahri yang sudah masuk dalam ruangan melalui jendela-jendela apartemen tersebut mengenai wajahnya yang membuat cahaya silau hingga harus membuka mata
__ADS_1
zoya terbangun dan didapatinya ia sedang memeluk komandan fynanda begitu juga dengan komandan fynanda yang juga memeluk zoya dengan sangat erat sekan takut kehilangan zoya, setalah zoya terlelap dalam tidurnya beberapa jam yang lalu, ternyata komandan fynanda ikut tertidur, mata memang tidak bisa berbohong. saat zoya terbangun ia masih setia memandangi insan yang ada di depannya itu, bagimanan tidak ini pertama kalinya zoya melihat komandan fynanda berada di pelukannya saat ia baru bangun dari tidurnya,
"benar-benar sempurna" batin zoya sambil masih setia memandangi komandan fynanda yang masih asik dengan mimpi-mimpi dalam tidurnya itu