
Komandan fynanda masih duduk dibelakang zoya menunggu zoya menolehnya sebelum ia pergi tapi harapannya tak terkabul, zoya masih sibuk dengan pekerjaan nya, walau komandan fynanda sudah berdeheman untuk mencari perhatian zoya tapi tak satupun di respon oleh zoya, akhirnya komandan fynanda bangkit dari duduknya,
“kakak pergi dulu oke, kakak pulang mungkin sedikit lama” ucap komandan fynanda seperti sedang berpamitan
“hmm” hanya kata itu lagi yang keluar dari mulut moza, saat ini ia terlalu sibuk dan tidak ingin berkata apapun dan berbicara kepada siapapun.
Zoya masih sibuk dengan tugas-tugasnya walau malam sudah semakin larut dan komandan fynanda belum pulang sejak tadi ia pergi, perut zoya sudah mulai merasa kelaparan dan sudah kerocongan, ia sejenak menghentikan aktivitas nya dan melihat sekitarnya sangat sepi, lalu ia melihat jam di ponselnya, ia melihat sudah pukul 23.00
“laper banget” keluh zoya berbicara sendiri
“dia udah makan belum yah?” gumam zoya bertanya kepada dirinya sendiri sambil menoleh kamar komandan fynanda
Zoya bangkit dari duduknya dengan perhalan ia mulai berdiri, kakinya mulai keram karna kelamaan duduk sambil di lipat, ia pun berjalan dengan sednikit pincang akibat kakinya yang keram menuju kamar komandan fynanda,
“kak,,” ketuk zoya pada pintu kamar komandan fynanda setelah sampai di depan pintu
“apa dia sudah tidur yah?” tanya zoya dalam batinnya setelah beberapa kali ia mengetuk pintu dan memanggil komandan fynanda
Setelah beberapa lama komandan fynanda tak menyahut panggilan zoya, zoya pun akhirnya pergi dari depan kamar komandan fynanda,
“mungkin dia udah makan kali nggak ngajak-ngajak” gerutu zoya sambil berjalan ke arah ruang tamu
“iss dasar kak jomblo, makanya jomblo kek gitu sih” gerutu zoya semakin menjadi-jadi
__ADS_1
Perut zoya kembali berbunyi “aduhh laper banget lagi” rengek zoya sambil memegang perutnya,
Zoya pun akhirnya beranjak ke dapurdan mulai melihat-lihat apa yang bisa ia makan, tapi semua isi di dalam kulkas harus di masak terlebih dulu, setelah beberapa saat ia berfikir ia lalu berlari ke arah kamarnya secepat mungkin,
“akhirnya masih ada tinggal sebiji, ya ampunnn sayang bangett” elus-elus zoya pada sebuah mie instan yang ia temukan di dalam tasnya, ia bertingkah seolah-olah mi instan tersebut adalah harta karun yang dapat menyelamatnya kan, ya tentu saja ia terselmatkan dari kelaparannya saat ini
Segera ia menjaikan mie tersebut yang tinggal menuang air panas kedalamnya dan menunggu 5 menit, ia duduk di depan tugas-tugas nya sambil menunggu mie instan tersebut bisa ia nikmati, tak menunggu lama mi instannya sudah mulai ia lahap sesuap demi sesuap hingga habis, tak lupa pula kuahnya yang tak tertinggal sedikit pun.
Usai dia makan, dia kembali melanjutkan tugasnya tapi setelah beberapa saat ia mengerjakan tugasnya, ia mulai merasakan kantuk yang sangat berat, bagaimana tidak setelah perut kenyang mata pasti meminta untuk tidur, agar nikmat dunia bisa di nikmati. Mata zoya semakin berat, kepalanya mulai jatuh di atas kertas-kertas tugasnya, drawing pen yang masih di tangannya semakin melemah tak sanggup lagi menulis ataupun menggambar dan akhirnya ia tertidur pulas. Tak berselang lama, komandan fynanda pulang ke apartemennya dan melihat zoya masih di ruang tamu dengan kertas-kertasnya yang sudah banyak berserakan, tetapi zoya sudah tertidur dengan mimpi-mimpinya.
“ya ampun sampai segitunya ni anak belajar,” gerutu komandan fynanda setelah mengahampiri zoya dan melihat zoya sudah tak berkutik
Komandan fynanda mulai merapikan lembar-lembar tugas zoya, dan ketika ia membereskannya ia melihat bekas cup mie instan, tiba-tiba raut wajah komandan fynanda berubah seperti ingin marah
“nanti kalau dia masuk angin gimana?”
“ah biarkan aja, toh dia juga nggak merhatiian dirinya sendiri”
“tapi kan dia nggak ada keluarga lagi”
“buktinya dia masih makan mie instan”
Semua terngiang-ngiang di pikiran komandan fynanda, setelah beberapa saat akhirnya iakeluar dari kamarnya dan pergi ke arah ruang tamu.
__ADS_1
__ADS_1