
Season 2 “Cewek Tomboy Jodoh Komandan”
Aku tidak bisa mengatakan apapun saat itu padahal ada banyak yang ingin kukatakan, karena itu aku berniat untuk menghubunginya saat itu tapi aku sudah terlambat aku terlalu meninggikan ego yang yang kupunya. Semua sudah terjadi tidak ada yang perlu disesali biarlah berjalan sesuai takdir tanpa harus mengomentarinya lagi, aku sudah terlalu lelah dengan drama dunia yang tidak berujung ini. Hidupku yang sekarang adalah tugas yang harus kujalani hingga menemukan titik terang.
“oi,,,zoya waktunya makan siang jangan jadi orang gila kerja” tegur salah seorang wanita yang yang duduk di samping zoya, seorang wanita dengan penampilan yang elegan, kemeja dengan rok berwarna hitam dibawah lutut
“aku akan menyusul, ada sedikit laporan yang harus kuselesaikan” zoya dengan senyumnya membalas ucapan wanita tersebut
“aku akan menunggumu, jangan lama” lanjut wanita tersebut sembari pergi meninggalkan tempat duduk mereka
“mmm” hanya suara dan anggukan yang zoya ungkapkan
4 tahun sudah semua berjalan begitu saja sejak kepergian komandan fynanda, ia berjanji akan kembali setelah semua urusan selesai tetapi semua hanya sebuah kata-kata yang bisa diucapkan pada kenyataannya komandan fynanda tiba-tiba menghilang tanpa ada kabar juga tidak ada jejak satupun mengenainya, seolah telah ditelan bumi. Kini zoya tengan bekerja disalah satu perusahaan yang bekerja dibagian desain perencanaan. Kehidupan yang sempat hangat dialami oleh zoya setelah pertemuan dengan komandan fynanda, kehidupan itu benar-benan menyakitkan, seolah hanya menambah luka bagi zoya. Satu bulan, satu tahun, dua tahun, tiga tahun, dan sekarang sudah menginjak 4 tahun penantian zoya ternyata sia-sia. Ternyata mempercayai seseorang bukanlah hal yang mudah.
__ADS_1
Kini zoya bangkit dari kursi yang ia duduki sebelumnya, menghembuskan nafasnya dengan kasar sembari melangkahkan kakinya berjalan keluar dari ruangan dimana ia bekerja. Rumah keduanya setelah rumah yang untuk beristirahat melepaskan lelah. Berjalan memasuki lift, menekan tombol turun ke lantai 1, iya daia akan menemui teman wanitanya yang sedang menunggunya untuk makan siang di seberang perusahaan. Tempat tersebut memang sudah menjadi incaran setiap pegawai kantor disana setiap istirahat makan siang.
Seseorang tengah melambaikan tangan dari seberang yang dilihat oleh zoya sembari tersenyum melihat kelakuan wanita tersebut, wanita yang menjadi temannya bekerja sekaligus hanya dia yang dekat dengan zoya, dia adalah Gira, Gira satu jurusan dengan zoya saat kuliah hingga kini mereka bisa dipertemukan sama-sama bekerja ditempat yang sama sehingga lebih memudahkan untuk berkomunikasi.
Zoya masih menunggu lampu agar berubah warna supaya dia bisa menyebrang tetapi, belum lampu berubah zoya tiba-tiba zoya melangkahkan kakinya secepat mungkin hingga tiba-tiba sebuah mobil berhenti di depannya, beruntung pengemudi mobil tersebut tepat saat menghentikan mobilnya. Kini ditangan zoya ada seekor kucing. Zoya hanya bisa menunduk menunduk seolah mengatakan permintaan maaf nya terhadap pengemudi tersebut, beruntungnya lagi zoya tidak diamuk oleh pemilik mobil tersebut.
“kamu tidak apa-apa?” tanya Gira yang langsung menghampiri zoya setelah melihat kejadian tersebut
“demi kucing ini kamu hampir saja kehilangan nyawan, bagaimana tidak apa-apa?” Gias Nampak mengomeli zoya sembari menunjuk kucing yang masih di pangku oleh zoya
“sudahlah aku juga tidak apa-apa, ayo makan siang sebelum waktu habis” ajak zoya menarik tangan Gira
Gira hanya mengikuti perkataan zoya ikut melangkahkan kakinya masuk menuju restoran tersebut. Tak banyak waktu yang mereka butuhkan untuk makan siang, kini baik zoya maupun Gira sudah berada kembali di tempat duduk mereka untuk bekerja.
__ADS_1
“zoya, jam 15.00 kita mengadakan rapat dengan klien untuk persentasi mengenai perancangan apartement yang sebelumnya sudah diberitahukan apa semua dokumennya sudah diselesaikan?” tanya seorang laki-laki yang berpakaian rapi mengunjungi tempat meja kerja zoya
“sudah pak, semua sudah diselesaikan” jawab zoya dengan sopan kepada laki-laki tersebut yang merupakan ketua dari tim kerja mereka
“bersiaplah, kita akan segera menuju ruang rapat, tinggal setengah jam lagi” kembali atasa zoya tersebut memberi perintah
“baik pak” hanya itu jawaban dari zoya dan kembari sibuk dengan pekerjaannya mempersiapkan dokumen tersebut
Pukul 15.00 , ruang rapat itu kini terlihat sangat sunyi, tidak ada suara berbicara, yang ada hanya hembusan nafas yang saling berderu, bagimana tidak Sebagian merasakan jantungnya berdetak lebih kencang dari biasanya Sebagian dari mereka juga merasakan hal biasa saja. Tampak zoya juga beberapa orang dari timnya tak lupa, direktur mereka juga kini tengah duduk sembari menunggu klien yang belum datang padahal ini sudah menunjukkan pukul 15.00, zoya yang hari ini akan mempersentasikan hasil desain yang kini mereka kerjakan merasa gugup sekaligus tangannya yang sudah mulai dingin, bukan sekali ini zoya persentasi di depan klien
tapi entah mengapa kali ini ia benar-benar gugup. Bahkan sebelum mereka rapat ada beberapa hal yang diberitahukan bahwa klien mereka adalah salah seorang pebisnis yang terkenal dikota tersebut bukan hanya dikota tersebut juga salah satu pebisnis terkenal di negara B, hal tersebut sukses membuat zoya sedikit merasa gelisah yang akan meraka hadapi adalah orang penting dan tidak bisa melakukan kesalahan.
15.05 pintu ruang rapat kini terbuka, 2 orang laik-laki kini memasuki ruang rapat tersebut, direktur segera menyapa dengan berjabat tangan sedangkan di sisi lain zoya masih memejamkan matanya sebelum bangkit menyambut kedatangan klien, tak lama setelahnya zoya kini terdiam dan hanya bisa membulatkan matanya melihat kedua orang yang kini berada di depannya yang disebut klien tersebut.
__ADS_1