
"mahh" teriak komandan fynanda yang masih berjalan menuju kamar ibunya, sudah beberapa kali komadan fynanda meneriakkan ibunya tetapi tidak mendapat satu pun jawaban hingga membuat komandan fynanda mempercepat langkahnya, hingga kini ia sudah berda di depan pintu ibunya
entah mengapa tiba-tiba saja jantungnya berdebar dengan cepat secara tiba-tiba, entah apa yang kini ada di pikiran komandan fynanda ia segera menepis membuang lamunannya yang entah kemana tujuannya, biasa komandan fynanda tidak akan seperti ini ia bahkan akan masuk secara langsung ke dalam kamar ibunya bahkan tanpa mengetuk sekali pun, bahkan sekarang kakinya terasa berat sekali hendak melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar tersebut
"mahhh" komadan fynanda masih memanggil ibunya dari luar kamar, mendengar tidak ada jawaban sama sekali komandan fynanda masuk ke dalam kamar tersebut, sembari berjalan perlahan komandan fynanda tak lupa masih memanggil ibunya sambil mencari keberadaan ibunya,
melihat kasur yang berantakan dan kosong tidak menemukan ibunya di atas kasur ia mencari ke dalam kamar mandi yang ternyata kosong juga, pikiran komadan fynanda kembali berfikir yang tidak seharunya ia pikirkan, setelah melihat kamar mandi yang juga kosong ia perlahan berjalan menuju kasur yang berukuran king size yang berantakan tersebut
ia sedikit merasa ketakutan, entah apa yang membuatnya kini merasa takut setelah ia benar-benar berjalan perlahan melangkahkan kakinya menuju kasur tersebut, kini air matanya sudah jatuh perlahan tanpa jeda
__ADS_1
pertama ia melihat kaki ibunya yang sudah pucat, perlahan ia berjalan menuju kaki yang ia lihat sangat pucat tersebut, memastikan apakah orang tersebut benar-benar ibunya tau tidak, mulai mendekatinya walau kini kakinya terasa benar-benar sangat berat untuk dilangkahkan
setelah melihat seluruh tubuh yang kini benar-benar kaku dan pucat, komandan fynanda menghampiri ibunya yang kini terbaring di atas lantai tersebut,
"mahh,,, bangun mah"
"mama kenapa dingin?"
air mata komandan fynanda masih terjatuh entah apa yang dia pikirkan tapi ia belum ingin menangis, sudah terlebih dahulu air matanya keluar tanpa ia suruh, kebingunan kini menghampirinya ia bingung dengan apa yang harus ia lakukan, komadan fynanda sudah mencoba membangunkan ibunya, tetapi badan ibunya semakin dingin ia rasa
__ADS_1
sontak suara tangis komandan fynanda kini pecah hingga ia berteriak membuat semua pekerja di dalam rumah tersebut mendengarnya hingga terkejut, mendengar teriakan dari komandan fynanda semua pekerja berlari menuju suara itu yang berasal dari kamar nyonya mereka
"mahhh, bangun mahh" komandan fynanda menangis sambil berteriak menggoyangkan tubuh ibunya yang belum merespon tersebut
beberapa dari semua pekerja rumah lalu mengangkat ibu besar mereka ke atas tempat tidur, mereka heran dengan suhu tubuh ibu komandan fynanda yang sangat dingin, lalu slaah satu dari mereka menelpon dokter keluarga yang biasa datang ke rumah keluarga wijaya
setelah beberapa saat ibu komandan fynanda yang di periksa oleh dokter tersebut, ia sedikit ragu untuk memberitahukan kepada tuan muda mereka akan hal tersebut, sedangkan sekarang posisi komandan fynanda duduk di sebelah ibunya semberi memegang sebelah tangan ibunya, dengan isak tangis nya yang belum reda
"maaf tuan muda, ibu wijaya sudah meninggal dunia" ucap dokter tersebut setelah berfikir sedikit lama dan memperhatikan komandan fynanda yang masih meneteskan air matanya
__ADS_1
"nggak, dokter bohong" jawab komandan fynanda lantang karena tidak menerima jawaban dari dokter tersebut setelah memeriksa ibunya tersebut