
Zoya mulai sibuk dengan dirinya yang mencari mobil komandan fynanda, ia berkeliling mencari sosok komandan fynanda, setelah beberpa saat ia melihat mobil komandan fynanda terpakir lalu zoya menghampiri mobil tersebut, dilihatnya mobil tersebut untuk memastikan apakan mobil tersebut memang milik komandan fynanda,
Tak segan ia juga mulai melihat isi mobil tersebut dari kaca hitam jendela mobil tersebut, tapi ia tak menemukan adanya manusia di dalam mobil tersebut
“mungkin ini bukan mobil dia, mungkin ini hanya mirip, mungkin dia udah pulang,,, nanti aja deh aku minta maaf pas udah di apartement” gumam zoya berbicara sendiri dengan banya berfikir kata mungkin dalam dirinya
Tapi tak berselang lama, komandan fyanda datang dan melihat zoya di depan mobilnya lalu menghampirinya,
“ada apa? Kenapa masih disini?” tanya komandan fynanda menegur zoya
“eh kakak darimana?” tanya zoya
“kamu jawab pertanyaan kakak dulu” telunjukkomandan fynanda mengenai kening zoya
“dosennya tiba-tiba sibuk jadi cuman ngumpulin tugas aja” jawab zoya menjelaskan dengan sesingkat mungkin
“oohh” jawab singkat komandan fynanda mendengar jawab zoya lalu ia hendak masuk ke dalam mobil dan sedang membuka pintu mobil
“kakak mau kemana?” tanya zoya mengikuti langkah komandan fynanda
“pulanglah, ngapain disini?” jawab ketus komandan fynanda
“eemm ituu,,, kak,,,” ucap zoya ragu-ragu sambil menggaruk kepalanya
“ada apa?” tanya datar komandan fynanda lagi seraya melanjutkan dan sudah duduk di kursi mobil
“emm ituuu..” zoya masih ragu
“kalo nggak ngomong kakak mau balik ini” jawabn ketus komandan fynandan kembali muncul
Zoya lalu meninggalkan komandan fynanda dan membuka pintu mobil selah mobil dan duduk di kursi depan tepat di samping komandan fynanda
__ADS_1
“lah kok jadi duduk?, emang mau ikut pulang?” tanya komandan fynanda lagi dan menutup pintu mobil tersebut
“zoya ikut pulang, “jawab zoya datar yang tak mau kalah dengan perlakuan ketus komandan fynanda
“oke” jawab komandan fynanda lalu kembali melajukan mobilnya,
Hingga beberapa saat pun tak terjadi percakapan antara mereka, diam dan membisu yang ada di dalam mobil tersebut
“tadi mau bicara apa?” tanya komandan fynanda searay membuka percakapan agar keheningan dalam mereka hilang
Sejenak zoya melihat ke arah komandan fynanda yang bertanya kepadnya lalu mulai membuka mulut hendak
menjawab pertanyaan momandan fynanda
“zoya minta maaf kak” ucap zoya spontan tanpa basa basi
“untuk apa?” tanya komandan fynanda dengan singkat
yang menunggu lanjutan kata-katanya
“yang penting zoya minta maaf kak” ucap zoya dengan cepat tanpa ada titik ataupun koma
“hmmm kakak nggak tau anak kecil minta maaf untuk apa jadi nggak ada kata maaf” jawab komandan fynanda dengan sedikit ekpresi tersenyum sinis seolah-olah mengerjai zoya
“taapiii...” zoya hendak berkomentar tapi tak dilanjutkannya karna pandangan komandan fynanda yang membuat hatinya mulai dengan penyakitnya yaktu berdetak tiba-tiba tidak pada kecepatan yang biasa melainkan berdetak sangat cepat akibat pandangan wajah tampan komandan fynanda
“tadi zoya sudah kakak antar ke kampus juga dibantuin ngerjain tugas tapi tadi ketika mau ke dalam kampus nggak minta izin sama kakak karna terburu-buru, “jelas zoya dengan sedikit menunduk
“jadi ini mau minta maaf atau berterima kasih?” tanya komandan fynanda sedikit menggoda
“dua-duanya” jawab zoya yang kali ini ia menjawab dengan ketus
__ADS_1
“ohhh” singkat jawaban komandan fynanda yang tiba-tiba mengubah ekpresi wajah zoya lalu melotot kepada komandan fynanda
“knapa?” tanya komandan fynanda setelah mata zoya yang hampir keluar melihat tajam komandan fynanda
“hanya oh saja?” tanya zoya lagi keheranan dengan jawaban singkat tersebut
“jadii?” komandan fynanda bertanya dengan polosnya karna memang tidak tau yang di jawab saat itu
Zoya yang kesal akan jawaban tersebut melipat kedua tangannya dan mengalihkan pandangannya ke arah luar jendela
Komandan fynanda yang heran dengan hal itu sesekali memandangi zoya yang terus melihat ke arah luar jendela
“dia kenapa ?” batin komandan fynanda yang bertanya-tanya
Sampai di parkiran basement pun zoya juga tak ingin berbicara, ia hanya keluar dan meningglkan komandan fynanda berjalan terlebih dahulu, begitu juga dengan komandan ikut menyusul zoya, sesampainya di depan pintu aparteman zoya terlihat sedang menunggu di luar
“kenapa nggak masuk?” tanya komandan fynanda yang melihat zoya berdiri di depan pintu
“gimana mau masuk aku nggak tau paswordnya, ni kak jomblo memang nggak peka banget sih” batin zoya sambil
memandang sejenak komandan fynanda lalu membuang pandangannya ke arah lain
Pertanyaan tersebut tak di jawab oleh zoya, ia mengunci rapat-rapat mulutnya seolah tak mau membuka untuk
menjawab perkataan komandan fynanda
Akhirnya mereka masuk ke dalam apartement tersebut, zoya yang masuk terlebih dahulu langsung menuju kamar tidurnya tanpa memeprdulikan komandan fynanda
“ni cewek kenapa sih?tadi aja minta maaf meras bersalah sekarang dia juga yang marah nggak jelas, emang wanita selalu benar” desis komandan fynanda yang melihat punggung zoya semakin menghilang dari pandangannya
Disisi zoya yang sudah masuk kedalam kamar ia lalu membuang dirinya ke atas kasur dan membuang tasnya ke sembarang tempat lalu ia memandang ke atas langit-langit ruangan
__ADS_1