
Zoya yang melihat hal tersebut hanya terdiam dan terseyum, entahlah ini membuatnya merasakan ada kenyamanan dan juga kebahagiaan, begitu juga dengan komandan fyananda yang sebenarnya merasakan hal yang sama.
“apa kamu mau berjalan-jalan ke taman bermain?” tanya komandan fynanda setelah mereka cukup lama menghabiskan waktu menonton bioskop sebelumnya
“mau, mau, aku juga ingin sekali pergi kesana sebelumnya tapi tidak pernah terkabul” ucap zoya dengan nada kasihan atas dirinya
“baiklah, ayok kita pergi” ajak komandan fynandan melangkahkan kakinya tak lupa dengan menarik tangan zoya sekaligus menggengamnya dengan kehangatan,,, hihi
“kamu mau naik yang mana?” tanya komandan fyanda setelah mereka sudah sampai di salah atu taman bermain yang saat itu pengunjung sangat ramai
“aku ingin naik itu, itu, itu, itu dan itu, dan semuanya” zoya yang menjawab pertanyaan komandan fynanda dengan riangnya tidak bisa dibohongi dengan ekpresinya saat ini
“baiklah” komandan fynanda menyetujuinya dan segera menaiki satu perstau wahana yang ada di taman bermain tersebut
“bagaimana? Apa kamu sudah puas?” tanya komandan fynanda setelah menaiki beberapa wahana yang membuat zoya sedikit mual
“aku tidak ingin naik lagi, kakiku sudah gemetar” ucap zoya dengan nada lemasnya
“haha baiklah, kita duduk disana dulu” komandan fynanda memapah zoya untuk duduk di salah satu kursi di tempat tersebut
“tunggu sebentar” komandan fynanda yang tau saat itu zoya sangat pausing segera membeli minuman
“hmmm” zoya tidak punya tenaga lagi merespon komandan fynanda menanya hendak kemana
“minum dulu” komandan fynandan menawarkan minuman setelah tak beberapa lama meninggalakan zoya
Zoya segera meminumnya dan tak lupa diikuti komandan fynanda yang tiba-tiba menaruh tangannya di belakang leher dan kening zoya sambil memijatnya secara perlahan,
__ADS_1
“bagaimana? Begini sudah mendingan?” tanya komandan fynanda setelah melihat zoya yang ikut menyenderkan dirinya di dada komandan fynanda
“mmm” jawaban zoya yang tak bisa diartikan, bagimana tidak pijatan tangan komandan fynanda terasa nyaman saat ini, saat dirinya benar-benar sangat terlihat menyedihkan karena menaiki beberapa wahana yang mengerikan tersebut
“kamu masih ingin lan…” pertanyaan komandan fynanda yang tiba-tiba terputus oleh jawabn zoya
“nggak, aku nggak mau lagi, ini sudah cukup” potong zoya sebelum komandan fynanda menyelesaikan pertanyaannya
“baiklah, bagaimana sekarang apa sudah mendingan?” tanya komandna fynanda, saat ini komandan fynanda benar-benar seperti seorang pasangan yang sangat romatis tapi sayangnya hingga detik ini stastus diantara mereka pun belum diketahui dengan jelas
“hmm, sudah” zoya menarik kembali kepalanya dari dada komandan fynanda dan kini ia sudah membuka matanya kembali
“kita pulang?” tanya komandan fyananda lagi-lagi bertanya kepada zoya
“hmm iya” jawab zoya lagi-lagi dengan jawaban singkatnya
“mau makan es cream?” komandan fynanda menawarkan kepada zoya saat mereka hendak melewati seorang penjual es cream
Baik ditangan komandan fynanda juga zoya mereka sedang memegang es cream masing-masing sembari berjalan perlahan menuju tempat parkiran yang hendak pulang tersebut
“bagaimana cara memberitahunya, kenapa begitu sulit” batin komandan fynanda yang sedari tadi bertanya-tanya juga terus berfikir
Sementara zoya juga ikut diam sambil berjalan menikmati es creamnya dan tidak tau harus berbicara apa dikeheningan mereka saat ini
“zoya” panggil komandan fynanda melihat ke arah zoya
“hmm” Langkah zoya juga terhenti dan menoleh kea rah komandan fynanda yang memanggil namanya tersebut
__ADS_1
“kakak ingin mengatakan sesuatu” lanjut komandan fynaanda berbicara
“bilang apa kak?” tanya zoya yang masih menikmati es cream ditangannya
“dengarkan kakak, jangan marah setelah kakak mengatakan ini” bujuk komandan fynanda yang kini memegang kedua Pundak zoya sambil berbicara
“maksud kakak?” tanya zoya yang heran setelah melihat kedua tangan komandan fynanda yang kini berada di pundaknya
“besok kakak akan pergi ke kota B…” perkataan komandan fynanda yang membuat zoya masih terdiam di tempat melihat sosok yang di depannya tersebut
“dengar, aku tidak akan pernah meninggalakanmu, aku pergi menemani ayahku yang sedang sakit dan harus dirawat disana” komandan fyanda mulai menjelasakan maksud dari perkataannya
“kapan kakak akan kembali?” tanya zoya setelah mendengar tutur kata komandan fynanda tersebut
“masalah itu kakak belum tau, secepatnya kakak akan kembali dan menemuimu, kamu tidak apa-apa kan?” komandan fynanda menjawab pertanyaan zoya diikuti dengan pertanyaan diakhir kalimat
“kakak minta sama zoya, tetap tinggal di apartemen kakak, jangan pergi okay? Kakak akan menanggung segala kebutuhan zoya” lanjut komandan fynanda menjelaskan
“tidak apa, lagian zoya bukan siapa-siapa kakak dan kakak tidak perlu bertanggung jawab akan hal itu” zoya menyahuti mengatkan sebenarnya diantara mereka
Perkataan zoya sontak membuat komandan fynanda terdiam, ia juga tidak bisa berkata apapun lagi saat ini karena memang yang dikatakan zoya ada benarnya juga
“kakak pergilah besok, zoya tidak apa-apa, zoya juga sudah tau akan terjadi seperti ini, dan pada akhirnya aku memang ditakdirkan untuk sendiri, dan itu memang sudah hukum alam aku tidak bisa memungkiri itu, kakak juga mempunyai tanggung jawab” zoya yang menahan air matanya untuk tidak jatuh kini berusaha tersenyum mengatakan semuanya
“dengarkan aku,,,” komandan fynanda
“aku ingin pulang” zoya membalikkan badannya dan mulai berjalan terlebih daulu meninggalakan komandan fynanda yang belum selesai dengan perkataannya
__ADS_1
“kakak tau semua ini bakal sakit, tapi kakak janji akan kembali secepatnya” komandan fynanda yang berjalan secepat mungkin menghampiri zoya dan tba-tiba memeluknya dari belakang
Hal tersebut membuat zoya terkejut sekaligus air matanya yang sejak tadi ia tahan kini sudah mengalir tak mengikuti tuannya,