
Fynanda semakin cemas karena kondisi cuaca juga semakin buruk, pikirannya semakin kacau tidak bisa berfikir jernih karena hal tersebut. Ditengah-tengah kebingunannya tiba-tiba zoya menarik celana fynanda seolah memanggil fynanda.
Sontak hal tersebut membuat fynanda segera berjongkon di depan zoya
“ada apa? Apa kamu sangat kedinginan?” tanya fynanda kemudia tanpa persetujuan zoya fynanda menarik zoya kedalam pelukannya
Zoya sedikit terkejut dengan hal tersebut, tetapi pelukan hangat itu membuat zoya merasa nyaman.
“hp mu berdering” ucap zoya melihat ke arah wajah fynanda dengan suara lemahnya ditengah-tengah fynanda yang memeluk zoya tersebut
Pelukan tersebut melonggar saat fynanda hendak mengambil hp di kantong jas yang ia lupa menaruhnya disana dan saat hpnya sudah ditangan kanan fynanda kembali zoya ditarik kedalam pelukannya dengan tangan kirinya
Zoya hanya terdiam dan mengikuti arah pelukan tersebut, ia benar-benar nyaman dengan hal tersebut seolah dia benar-benar lupa dengan rasa kesalnya kepada fynanda.
“kamu dimana?” tanya fynanda di dalam panggilan tersebut yang ternyata merupakan haikal asistennya
__ADS_1
“jemput saya sekarang, di pinggiran site tepatnya di bawah pohon” jawab fynanda menjelaskan posisi mereka
Cukup lama fynanda menunggu, ia juga memakluminya karena memang cuaca yang tidak baik, sedangkan zoya kini tertidur tidak tau tertidur atau pingsan tapi sedari tadi memang ia tak bergeming di pelukan fynanda.
Setelah beberapa waktu haikal datang dengan payung ukuran besar menghampiri mereka.
“maaf bos, mobilnya saya parkir sedikit jauh karena disini terlalu becek sulit membawanya kemari” jelas hailkal panjang lebar karena takut bos nya tersebut akan marah.
“hei, bangun kita akan pergi” ucap fynanda menepuk-nepuk wajah putih zoya tersebut yang berada nyaman di dadanya tersebut
Zoya yang tidak bergeming itu membuat fynanda semakin khawatir bagaimana tidak kondisi wajah zoya juga semakin memerah
“kamu cepat bawa tasnya” ucap fynanda pada haikal kemudian fynanda mengangkat zoya dan menggendongnya ala koala, untung saja zoya memiliki tubuh yang kurus
Haikal dengan setia memayungi kedua insan tersebut sampai di depan mobil yang kini terpakir tidak jauh dari mereka. Dengan hati-hati fynadan masuk kedalam mobil tetapi tidak melepaskan zoya yang masih berada di pangkuannya.
__ADS_1
“keapartemen dan segera hubungi yofan” perintah fynanda setelah haikal masuk ke dalam mobil tersebut dan hendak mengemudi
“baik bos” jawab haikal dan segera melanjukan mobil tersebut
Cukup lama waktu yang dibutuhkan oleh mereka untuk sampai di apartemen pribadi fynanda. Zoya yang masih setia di pangkuan fynanda memang tidak bergeming sama sekali sampai ia dibaringkan oleh fynanda di Kasur pribadinya tersebut. Sedangkan yofan ikut masuk mengikuti langkah fynanda yang sedari tadi menunggu di depan pintu apartemen tersebut.
Yofan yang hendak bertanya karena terkejut dengan fynanda yang menggendong seseorang menurungkan niatnya karena wajah fynanda yang masih menunjukkan ekspresi ke khawatiran.
“cepat periksa dia” perintah fynanda pada yofan setelah zoya di baringkan secara perlahan oleh fynanda
Yofan yang memang cekatan segera memeriksa kondisi zoya yang memang terlihat sedang tidak baik-baik saja. Setelah beberapa saat akhirnya zoya selesai diperiksa oleh yofan
“bagaimana kondisinya?” tanya fynanda setelah melihat yofan selesai dalam pemeriksaan tersebut
“sepertinya tubuhnya tidak tahan dengan udara dingin dan sensitive dengan hal tersebut, bajunya tolong diganti, dan ini obat untuk alerginya” ucap yofan menjelaskan
__ADS_1
“dan kamu, segera ganti juga bajumu yang sudah mengering dibadanmu itu” ucap yofan yang melihat kondisi fynanda juga tidak baik