Cewek Tomboy Jodoh Komandan

Cewek Tomboy Jodoh Komandan
Episode 93


__ADS_3

Keesokan harinya, mereka yang masih dalam keadaan tidur tetapi sudah berubah posisi, sekarang mereka berdua tengah berbaring di kursi sofa dengan posisi saling memeluk satu sama lain, kursi sofa yang terbilang minim dibagi berdua oleh mereka untuk tidur. Bahkan mereka saling mengeratkan pelukannya satu sama lain karena suasana pagi yang dingin ditambah tidak menggunakan selimut saat tertidur sejak tadi malam.


Zoya masih setia dengan tidurnya sedangakn komandan fynanda sudah membuka kedua matanya dan melihat sosok seorang wanita yaitu zoya kini tidur di pelukannya, ia lalu tersenyum setelah melihatnya  dan kembali mengeratkan pelukannya, ia tau saat ini zoya kedinginan makan dari itu ia akan memberikan kehangatan dengan memeluknya, hihi


“aku menyayangimu, tunggu setelah aku kembali aku akan membuatmu berada di sisiku selamanya” ucap komandan fynanda yang tak didengar oleh zoya


Setelah cukup lama komandan fynanda memandangi wajah zoya juga memainkan bulu mata zoya yang tampak lentik tersebut membuat zoya terbangun, membuka matanya perlahan yang masih silau dengan cahaya lalu membelalakkan matanya setelah melihat komandan fynanda di depannya sedang memeluknya


“selamat pagi” sapa komandan fynanda yang melihat zoya melotot setelah melihatnya, hal tersebut membuat zoya menyembunyikan wajanya di dada komandan fynanda


“ya ampun, apa dia memelukku tidur semalaman?” batin zoya yang mulai bertanya-tanya


“kenapa?” tanya komandan fynanda mulai menjahili zoya kerena ia tau zoya sedang tersipu malu akan hal tersebut, zoya hanya merespon dengan menggelengkan kepalanya tetapi masih setia bersembunyi di dada komandan fynanda


“baiklah, peluklah aku sebentar lagi” ucap komandan fynanda yang tersenyum menggoda zoya


“apa, kakak tidak pergi?” zoya membuka suaranya seteah beberapa saat


“sebentar lagi, biar aku memelukmu seperti ini sebelum aku pergi” jawab komandan fynanda yang kembali menyembunyikan wajah zoya di pelukannya


“apa kamu lapar?” tanya komandan fynanda lagi setelah beberapa saat obrolan mereka terganti dengan keheningan


“emm” zoya menggangukkan kepalanya setelah pertanyaan itu dilontarkan

__ADS_1


“baiklah, aku akan masak sebentar lagi, tapi sebentar lagi biarkan seperti ini” komandan fynanda lagi-lagi dengan kata-katanya yang sama


“aku akan merindukanmu, setiap saat” batin komandan fynanda yang entah mengapa ia belum siap untuk mengatakan segalanya yang ia ingin katakana kepada zoya


Kini masakan sudah dihidangkan di atas meja makan setelah tak lama mereka bangun dari tidurnya, zoya yang saat itu masih canggung dengan keadaan mereka dimana pertama kalinya ia tidur dalam keadaan dipeluk, ia langung menghindar dan segera mencari alasan ingin membersihkan dirinya, begitu juga dengan komandan fynanda yang juga membersihkan dirinya dan segera menepati janjinya yaitu memasak sarapan untuk zoya sebelum ia pergi.


Tak lama setelah masakan sudah dihidangkan zoya muncul dari dalam kamar dan langsung duduk di kursi meja makan tak sabar ingin menikmati masakan komandan fynanda,


“selamat menikmati sarapan hari ini” komandan fynanda menaruh sebuah piring yang berisikan makanan untuk sarapan zoya dan tak lupa menuangkan segelas susu disamping piring tersebut


“hari ini, ke kampus kakak kantar, sekalian kakak juga berangkat” ucap komandan fynanda di sela-sela sarapan mereka


“aku berangkat sendiri saja kak, kakak juga berangkat aja, aku tidak apa-apa, hari ini aku ingin berangkat sendiri kekampus” balas zoya dengan jawaban yang tidak diharapkan oleh komandan fynanda.


“tidak, aku akan tetap mengantarmu, tidak ada penolakan” bantah  komandan fynanda


Beberapa menit lagi akan sampai di kampus zoya akan tetapi mereka berdua masih dalam keheningan yang tak satupun memulai percakapan agar suasana mencair.


“hmm,, itu aku akan keluar dulu” akhirnya zoya memulai percakapan setelah sampai di depan kampusnya yang hendak keluar akan tetapi tangannya di tahan oleh komandan fynanda sejenak,


“hati-hati” ucap komandan fynanda saat zoya kembali duduk setelah tangannya di genggam


“kakak yang harus hati-hati” balas zoya untuk perkataan komandan fynanda barusan

__ADS_1


Seketika mata mereka saling bertemu, komandan fynanda yang memadangi wajah zoya dengan teliti sedangakan zoya sadar akan hal tersebut juga melihat komandan fynanda, setelah memandangi wajah zoya cukup komandan fynanda lalu memeluknya erat, dibandingkan dengan zoya ia hanya diam juga tak berkutik, dalam pikiran zoya hanya terlintas beberapa kalimat bahwa pada kenyataannya orang yang kini di depannya yang sedang memeluknya kini akan pergi meninggalakannya juga sendirian, entah kapan ia akan kembali.


“tunggu aku” ucap komandan fynanda di sela-sela ia memeluk zoya dengan erat


“hmmm” hanya itu suara yang bisa keluar dari mulut zoya


Disaat komandan fynanda masih ingin terus memeluk zoya sembari mengelus-elus rambut zoya, dering teleponnya berbunyi yang pasti sudah tau bahwa itu telepon dari paman angga yang memberitahu bahwa mereka akan segera pergi.


“hmm aku masuk kelas dulu” zoya mengaglihkan pembicaraannya karena ia juga tau bahwa itu telepon agar dia segera menyusul


“pergilah” ucap komandan fynananda sembari melepaskan pelukannya dan menunduk tanpa melihat zoya yang akan segera keluar dari dalam mobil tersebut, zoya yang melihat hal itu juga tanpa ragu segera keluar dari dalam mobil dan berjalan tetap lurus tanpa melihat mobil itu pergi dilanjut dengan komandan fynanda yangs egera menyalakan mesin mobil dan segera melajukan mobilnya


Setelah mobil tersebut benar-benar pergi ternyata zoya melihat hal tersebut bahwa mobil itu benar-benar hilang dari pandangannya.


Komandan fynanda kini telah sampai di rumah sakit yang  dimana paman angga juga beberpa perawat sudah bersiap untuk menuju bandara,


Tak beberapa lama kini pesawat telah lepas landas dan telah meninggalakan negara tersebut, komandan fynanda hanya bisa terdiam dan tidak bisa berkata-kata apapun lagi,


“aku akan kembali” kata-kata yang diucapkan komandan fynanda dalam batinnya yang sedang memikirkan zoya yang ia sangat gelisah meninggalakn zoya sendiri karena ia tau bahwa zoya sangat membutuhkan seseorang selalu berada di sisinya untuk menghadapi dunianya.


“apa kamu baik-baik saja” tanya paman angga saat melihat komandan fynanda yang sedari tadi melamun dan telihat sedang memikirkan sesuatu


“khmm ya aku tidak apa-apa jawab komandan fyanda sembari tersenyum tipis dan dibalsa senyuman pak angga juga yang menganggap bahwa komandan fynanda baik-baik saja

__ADS_1


Baik zoya maupun komandan fynanda kini tenggelam dalam pikiran masing-masing, begitu juga dengan zoya ia kini duduk dalam keadaan tatapan kosong di dalam kelasnya, usai zoya keluar dari kelas kuliah hari ini kakinya seolah sangat berat untuk melangkah pulang, kini ia tengah duduk di sebuah kursi taman di depan kampus tersebut dengan pikirannya yang masih tak kunjung selesai


SEASON 1 SELESAI


__ADS_2