
Diseberang jalan ternyata seseorang sedari tadi sedang melihat semua yang terjadi, iya dia adalah fynanda, mobilnya yang sedari tadi tidak tau arah tujuannya hanya berjalan sesuai porosnya saja terhenti saat melihat zoya yang sedang berjalan sendiri dipinggir jalan dengan sebuah kantong plastic hitam ditangannya. Mobil yang di kemudian oleh fynanda terhenti dan masih memandangi zoya, sebelumnya ia tidak mengenali wanita itu karena topi yang zoya gunakan hampir menutupi wajahnya tapi semakin fynanda perhatikan semakin ia ingin terus melihat wanita tersebut. Hingga akhirnya mulai dari zoya melayangkan beberapa pukulan saat menolong anak SMA tersebut sampai zoya yang kini meangkahkan kakinya hendak pulang ke apartementany masih saja di pandangi oleh fynanda
Sebuah senyuman tanpa sadar telah merekah di bibir komandan fynanda memandangi wanita aneh yang fynanda sendiri tidak tau siapa wanita itu, yang fynanda tau ia hanya bertemu dengan wanita itu beberapa kali sejak tadi siang
Pagi hari sudah menyambut ibukota dan sekitarnya hari ini adalah hari weekend, zoya masih terlelap pada tidurnya setelah tadi malam cukup melelahkan untuk dirinya yang sudah jarang melakukan aksi bela dirinya, kini ia lakukan kembali menolong seorang anak SMA yang memilki wajah lucu itu. Zoya perlahan membuka matanya mengumpulkan nyawanya yang masih belum utuh sebelum benar-benar bangkit dari atas tempat tidur tersebut.
Entah apa yang akan ia lakukan di hari weekend ini, tapi ia harus tetap bangun dari tidurnya itu, setelah zoya benar-benar tersadar dengan dunia nyatanya, ia melangkahkan kakinya menuju kamar mandi dan membersihkan diri. Kini ia sudah rapi dengan baju santainya dan duduk di sofa sambil melamun dengan tatapan kosong, “hari yang membosankan” bisa dibilang begitu.
Zoya bangkit dari tempat ia duduk sebelumnya lalu keluar dari apartement, entah kemana langkah kakinya kali ini membawanya, dan benar saja kini ia sudah di depan sebuah gedung besar apartement yang sangat familiar dengan dirinya itu,
“aishh, kenapa harus kesini?” gerutu zoya pada dirinya lalu membalikkan badannya setelah melihat dirinya tengah berada di depan gedung masa lalunya itu, iya itu adalah apartement komandan fynanda yang sudah lama ia tinggalkan setelah komandan fynanda pergi
Tetapi sesaat zoya berubah pikiran, sudah beberapa tahun ini zoya tidak melihat kondisi apartement tersebut., entah bagaimana kondisinya sekarang membuat zoya mengambil langkah memasuki apartement tersebut.
Sesampainya di depan pintu apartement lagi-lagi zoya hendak membalikkan badannya tidak ingin masuk tapi lagi-lagi hatinya tidak bisa memilih satu pilihan, ia kembali ke depan pintu tersebut dan mulai menekan kode pintu tersebut, bahkan sudah beberpa tahun tai nomor itu masih saja melekat di pikiran zoya. Setelah pintu benar-benar terbuka, zoya mulai melangkahkan kakinya berjalan masuk ke dalam apartement tersebut.
__ADS_1
Benar saja apartement itu masih tampak seperti dulu, mulai dari susunan furniture ruangan juga beberapa sofa dan meja yang zoya tutupi kala itu dengan kain, tidak ada perubahan sama sekali yang berarti bahwa komandan fynanda benar-benar tidak pernah kembali ke apartement tersebut. Zoya menghembuskan nafasnya dengan kasar sambil berjalan mengintari ruangan tersebut, tapi ada satu hal yang aneh, surat yang dahulu zoya tulis dan ia letakkan di meja tepat di depan tv kini sudah tidak ada lagi.
Zoya mulai mencari keberadaan surat tersebut, mulai dari membuka kain yang mebutupi meja tersebut dan melihat di sekitaran bawah meja dan dibawah sofa, zoya berfikir mungkin dihembuskan oleh angin, tetapi hasilnya nihil, surat itu tidak ada sama sekali.
“Bagaimana bisa surat itu tidak ada, aku yakin meletakkannya di atas meja ini” gumam zoya dan kembali mencari surat tersebut tetapi tetap saja ia tak menemukannya
Zoya mengesampingkan hal mengenai surat di atas meja, ia melanjutkan Langkah kakinya menuju kamar tidur yang berada di apartement tersebut, zoya berfikir mungkin saja surat itu lupa ia taruh diatas meja setelah menulisnya kala itu di kamar.
Sesampainya di dalam kamar tidur, zoya mulai mencari surat itu kembali, mulai dari atas meja belajarnya hingga di laci meja tetapi haslinya tetapi tidak ada ditemukannya surat yang kala itu ia tulis.
menaruhnya diatas meja” batin zoya
“ahh sudahlah, lebih baik pulang aja” gumam zoya lalu berjalan menuju arah pintu, belum sempat zoya membuka pintu ada beberapa suara terdengar dari arah luar, membuat zoya membuka pintu hanya sedikit untuk sekedar mengintip siapa yang masuk ke dalam apartement tersebut
Benar saja beberapa orang seperti petugas kebersihan ada di dalam apartement tersebut membuat zoya kebingungan entah apa yang harus ia lakukan. Dengan sangat hati-hati tanpa suara zoya mulai keluar dari kamar tersebut, mulai dari merangkak selangkah demi selangkah hingga bersembunyi di balik meja agar tidak terlihat, untungnya saat itu suara mesin pembersih lumayan ribut dan petugas kebersihan masih focus dengan pekerjaannya, kini zoya sudah diambang pintu masih dengan merangkak agar tidak terlalu terihat jika berjalan berdiri secara terang-terangan.
__ADS_1
Selangkah lagi zoya akan keluar dari pintu tersebut, tetapi pintu itu sudah terlebih dulu terbuka membuat zoya membulatkan matanya yang dimana kini seseorang tengah berdiri di depannya.
“apa yang kau lakukan disitu?” tanya seseorang yang tengah berdiri di depan zoya
“bersih-bersih,,, iya bersih-bersih” ucap zoya spontan menjawab sambil tangannya menempuk-nepuk lantai
“berdiri” ucap seseorang tersebut dengan nada memerintah membuat zoya menarik nafasnya dalam-dalam sambil menutup matanya
Zoya masih belum melakukan perintah itu, ia masih setia dengan posisinya yang merangkak, zoya berencana hendak melarikan diri dengan merangkak, karena dari tempatnya sekarang pintu tidaklah jauh, hanya beberapa Langkah, tapi sebelum rencana itu dilakukan sudah gagal terlebih dulu, zoya yang memaksa merangkak tiba-tiba saja kerah bajunya dari tarik oleh seseorang yang sejak tadi berdiri di depannya membuat zoya langsung berdiri dan berhadapan dengan sang pelaku yang menarik kerah bajunya
“mau kabur kemana?” tanya seseorang yang masih setia dengan tangannya di kerah baju zoya
“hehe” hanya itu yang zoya lakukan sambil mengangkat wajahnya melihat orang beraa di depannya saat ini
Yang sebelumnya zoya tersenyum tiba-tiba saja senyum itu hilang, dan segera menjauh menarik kerah bajunya agar dilepaskan, orang yang sedari di depannya adalah fynanda, orang yang tidak ia mengerti sama sekali.
__ADS_1
“kamu siapa? Kenapa bisa ada disini?” tanya fynanda setelah melihat wajah yang tak asing lagi baginya yang kini tengah berdiri di depannya itu, walau belum sepenuhnya ia tau tentang wanita itu tapi ia sudah mengenalnya karena pertemuan beberapa kali sebelumnya