
tanpa terasa zoya sudah tertidur pulas dengan tidurnya, ia juga tidak sadar lagi dengan komandan fynanda yang ada di pangkuannya, ia sudah mendengkur halus sehingga terdengar oleh komandan fynanda. komandan fynanda membalikkan badannya yang sedari tadi miring kini posisinya sudah menghadap zoya, di lihatnya zoya yang sudah asik dengan mimpi-mimpi nya di alam sana.
komandan fynanda tersenyum, dan masih dengan posisi nya yang memandang wajah zoya, ia bahkan lupa dengan kaki mungil zoya yang kini sudah kaku krena menahan kepalanya. saat ia tengah asik memandangi wajah mungil zoya tiba-tiba kepala zoya terjatuh dan hampir mengenai wajah komandan fynanda tapi segera komandan fynanda tahan dengan tangannya, hampir saja sebuah ciuman melayang diantar keduanya.
hal tersebut tentu saja membuat wajah komandan fynanda memerah karena pada saat ini situasinya hanya ia yang tersadar, sedangkan zoya masih tertidur. karena hal tersebut komandan fynanda bangkit dari tidurnya tetapi tangannya masih memegang kepala zoya. kini ia duduk di samping zoya dan jaraknya kini sudah tidak ada, mereka duduk berdampingan dan kini posisi zoya menyenderkan kepalanya di pundak komandan fynanda, komnadan fynanda sengaja membuat kepala zoya di pundaknya agar ia bisa lebih dekat dengan zoya.
untuk saat ini komandan fynanda merasa nyaman dengan kepala zoya yang berada di pundaknya. ia tersenyum sesaat dan ikut tertidur di atas sofa tersebut.
zoya terbangun saat lehernya terasa sakit, bagaimana tidak sakit posisi tidur seperti itu amatlah sangat tidak nyaman. ia terbangun dan tersadar melihat ke arah samping yang sejak tadi menjadi bantalnya yaitu pundak komandan fynanda,
__ADS_1
"leherku sakit sekali," zoya menggerakkan beberapa kali lehernya ke kiri dan kanan secara bergantian guna menghilangkan kaku pada lehernya,
"ya ampun dia terdidur di sampingku,dan aku malah menyender di bahunya bagaiamana bisa?" ucap zoya bertanya pada dirinya sendiri
sesaat zoya melirik jam di hp nya dan di lihatnya masih pukul 2 dini hari,
"bagaimana bisa dia tertidur sambil duduk, ya ampun pantas saja masih jomblo, hehe" zoya tertawa iseng mengejek
sebelum ia sibuk dengan tugasnya ia membaringkan tubuh komandan fynanda di atas sofa agar menemukan rasa nyaman pada saat tidur, dan kini komandan fynanda sudah tidur selimut juga bantal di atas sofa
__ADS_1
setelahnya zoya segera sibuk dengan tugas-tugas nya dimana kini kertas-kertas gambarnya sudah mulai berserakan, tanpa di hiraukan rasa kntuknya yang terkadang sudah menghampiri, tepat kini sudah pukul 5 subuh, zoya menuliskan di sebuah kertas kecil yang bertuliskan
"kak jomblo bangunin zoya jam 7 okee " tak lupa ia menambahkan emot tersenyum dan kemudian di tempelkannya ke kening komandan fynanda, usai itu ia pun tetidur di atas meja tempat ia belajar
tangan zoya yang menempel di keningnya komandan fynanda rasakan sehingga membangunkan komandan fynanda dari tidurnya, sesaat ia sudah mendengar dengkuran halus zoya setelah entah apa yang ia lengketkan di wajah komandan fynanda
komandan fynanda membuka matanya, dan di lihatnya sebuah kertas kecil tengah menempel di keningnya dengan sebuah pesan yang bertulisakan "kak jomblo bangunin zoya jam 7 oke" tak lupa sebuah tanda emot senyum zoya gambar di akhir pesan yang membuat komandan fyanda tersenyum melihat pesan di kertas tersebut
ia pun bangkit dan melihat zoya yang sudah tidur dengan setengah badannya memangku ke meja, "bagaimana bisa dia tertidur senyaman itu dengan memangku tangannya di atas meja tersebut dasar anak kecil, ntah bagaimana nanti ia akan berpisah dengan anak kecil yang ia temukan itu" batin komandan fynanda.
__ADS_1