
Komandan fynanda tak menghiraukan lelaki tua tersebut berbicara tetapi ia segera melangkahkan kakinya menghampiri sofa tempat zoya dibaringkan, ia mulai membuka ikatan yang ada di tangan zoya,
“kamu kapan akan patuh dengan perintah ayah fynanda” bentak lelaki tua tersebut sambil beridri hingga menghentika kegiatan komandan fynanda yang sedang membuka ikatan tali yang di tangan zoya
“aku tidak akan pernah melakukannya” jawab komandan fynanda datar lalu mengangkat zoya dan membawanya
keluar dari tempat tersebut
Komandan fynanda menaruh pelan-pelan zoya ke dalam mobil dan menidurkannya di kursi belakang, begitu
juga sesampainya di basement tempat parkir apartement ia kini tak memikirkan pingganganya yang mengangkat zoya, ia terus mengangkat zoya hingga membaringkannya di tempat tidur zoya, setelah zoya sudah di atas kasur komandan fynanda memijit pinggangnya yang kini sudah terasa sakit akibat berat badan zoya,
Setelah ia merenggangkan pinggangnya lalu ia menatap zoya yang masih juga tak sadarkan diri,
“ni anak pingsan apa mati? Kok nggak bangun-bangun” batin komandan fynanda bertanya sambil mendekati zoya dan duduk di sampingnya
Tanpa disuruh tangan komandan fynandan mulai mengelus rambut zoya yang halus dan sedikit berantakan itu, akibat sentuhan itu zoya mulai terbangun dan sontak membuat komandan fynandan berpura-pura duduk tegap
Zoya melihat sekitarnya, ya ruangan itu tak asing baginya, lalu ia melihat sosok seseorang yang duduk di sampingnya masih dengan seragam kebanggannya, pandangan zoya masih kabur hingga ia memastikan siapa orang yang duduk di sampingnya
“kak jom...” belum selesai zoya melanjutkan perkataannya komandan fynanda sudah memotong pembicaraannya
“mau bilang jomblo lagi?”ucap komandan fynanda sedikit sinis tapi tak serius
__ADS_1
“aww” zoya meringis merasakan sakit kepala yang sedikit pusing yang hendak bangkit dari tidurnya
“knapa?” tanya komandan fynanda dengan ekspresi khawatir
“kenapa zoya ada di sini? Tadii seingat zoyaa...” zoya mulai mengingat apa yang dia alami walau kepalanya
terasa pusing
“sudah nggak usah di ingat lagi yang penting kamu udah disini” ucap komandan fynanda sambil mengelus
rambut zoya,
Hal tersebut membuat zoya yang tadinya merasa sangat pusing dengan kepalanya kini di tambah dengan wajahnya
“kamu udah makan?” tambah komandan fynanda bertanya tetapi tangannya belum terlepas mengelus kepala zoya
“hmm,, belumm oh iya zoya baru ingat tadi pas zoya cari mkan di luar...” perkataan zoya terputus
“sudah... sudah ayo makan jika kepalamu sudah terasa sakit lagi?” ajak komandan fynanda menghentikan
elusan di kepala zoya
“tapii...” perkatannya zoya kembali terputus selalu di potong oleh komandan fynanda
__ADS_1
“biar kakak saja yang masak, kamu bersihkan diri dulu” perintah komandan fynanda tetapi degan nada meminta, lalu komandan fynanda bangkit dari tempat tidur zoya dan pergi melangkah keluar dari kamar tersebut
Komandan fynanda juga ikut membersihkan dirinya karna seharian ini ia juga merasa lelah, setelah komandan
fynanda mandi ia pun segera memasak beberapa makanan, tak membutuhkan waktu yang lama kini beberapa jenis makanan sudah tersedia di atas meja makan
Selagi komandan fynanda menyajikan makanan tersebut, ia melihat kamar zoya yang masih tertutup dan zoya
tak keluar dari kamarnya, akhirnya komandan fynanda pergi ke kamar zoya
“zoyaa,,,” komandan fynanda mengetuk pintu kamarnya sambil memanggil namanya
“iyaaa” sahut zoya dari dalam kamar
“kamu lagi ngapain, ayo makan” pinta komandan fynanda tetapi ia masih dari luar kamar zoya
Tak ada jawaban tetapi pintu langsung terbuka, yang membuat komandan fynanda edikit terkejut,
“ayo, zoya udah selesai hehe” ajak zoya yang sembari menunjukka gigi ginsulnya dengan senyuman
Hal tersebut membuat wajah komandan fynanda sedikit memerah akibat senyuman manis zoya,
“ya ampunn dia ngapain senyum kek gitu sih,, manis bangettt” batin komandan fynanda
__ADS_1
“kamu ngapain aja di dalam, kok lama bangett” ucaap komandan fynanda seraya berjalan terlebih dahulu di depan zoya agar zoya tak melihat waja merah komandan fynanda