
"Tii...daak apa-apa" jawab zoya dengan suaranya yang bergetar seperti sedang ketahuansesuatu,
ya benar saja zoya ketahuan saat ia mencoba untuk tidak melihat komandan fynanda di saat-saat seperti ini tapi takdir tidak memihak kepadanya, justru takdir membuatnya semakin merasakan bahwa ia harus bertemu dengan komandan fynanda di saat hatinya benar-benar belum stabil
"akan ku bersihkan segera" ucap zoya kembali sembari duduk hendak membersihkan belahan kaca tersebut, tapi belum sempat zoya menyentuh pecahan gelas tersebut, kini tangan zoya sudah di raih komandan fynanda yang mengartikan bahwa tidak diizinkan zoya megambilnya
"tidak apa-apa, nanti kakak yang membersihkannya" ucap komandan fynanda tanpa menunggu pertanyaan yang akan zoya lontarkan
"taaapii..." belum selesai zoya melanjutnya apa yang hendak dikatakan sudah di potong komandan fynanda dengan menuntun zoya untuk berdiri dan menjauh dari pecahan gelas tersebut
"sudah kamu sekarang minum obat saja, kamu mau minum obat bukan?" tanya komandan fynanda sembari berjalan menuju meja mengambilkan segela air putih yang baru dan berjalan memberikan kepada zoya
"terima kasih" ucap zoya setelah segelas air putih sudah mendarat ditangannya diberikan oleh komandan fynanda
__ADS_1
"hmmm" jawab komandan fynanda sembari tersenyum dan mulai membersihkan pecahan gelas tersebut
"emmm.. kak ituu.." zoya yang melihat komandan fynanda membersihkan sendiri pecahan gelas
"sudah tidak apa-apa lanjutkan saja minum obat mu sana" ucap komandan fynanda sembari memerintah
zoya yang mendengar perkataan komandan fynanda segera berlari menuju kamarnya sembari hati-hati memegang gelasnya tersebut, hingga kini ia sudah berada di atas tempat tidurnya mengatur pernafasannya yang mulai berantakan sedangkan komandan fynanda yang sedari tadi memperhatikan gerak zoya tersenyum sembari menyelesaikan membersihkan pecahan gelas yang masih tersisa
"aaaa zoya kamu tadi ngapain seperti orang bodoh saja" ucap zoya pada dirinya sendiri sambil memukul keningnya, sesaat setelah ia mengutuk dirinya sendiri, ia melihat sebuah gelas yang berisi air ditanggannya kini, tiba-tiba saja ia tersenyum entah apa yang kini ada dibenakkanya hingga merubah suasana wajahnya hanya dengar sebentar saja
zoya kini sudah berbaring usai meminum obat yang sudah diberikan oleh komandan fynanda sebelumnya, sepertinya ia akan mimpi indah malam ini setelah apa yang terjadi hari ini. sedangkan di sisi lain komandan fynanda masih menatap langit-langit kamarnya sembari mengingat apa yang paman angga katakan tadi siang apakah semuanya benar-benarsalah paham, jadi selama ini komandan fynanda hanya salah paham terhadap ayahnya yang selalu ia benci bahkan tidak menyukai ayahnya sendiri ketika bertemu
***
__ADS_1
FLASHBACK ON
saat itu komandan fynanda yang masih kelas 2 SMA, saat ia harusnya menikmati masa-masa remaja nya, ia bahkan mendapat sebuah pengalaman yang menyedihkan bahkan masih tergiang-ngiang wlalu yang terjadi sudah sangat lama, paman angga yang pada saat itu adalah tangan kanan ayah komandan fynanda, mengurus segalanya baik dalam hal urusan membantu perusahaan maupun pribadi, saat itu kondisi ibu komandan fynanda benar-benar buruk, ibu komandan fynanda sakit tetapi tidak memberitahu komandan fynanda akan kondisi ibunya saat itu
komandan fynanda anak satu-satunya yang selalu ditemani ibunya, sejak komandan fynanda lahir hingga umur komandan fynanda yang sudah menginjak remaja ibunya lah satu-satunya orang tua bagi komandan fynanda baik menjadi seorang ibu maupun seorang ayah dikarenakan ayah komandan fynanda yang sibuk dengan urusan perusahaan, bahkan bisa dihitung dengan jari berapa kali mereka bisa berkumpul dalam sebulan hal tersebut tidak membuat komandan fynanda terlalu menjadikannya masalah karena baginya ibunya lah satu-satunya paling terpenting,
hingga saat itu terjadi, sesuatu yang bahkan tidak pernah terfikirkan oleh komandan fynanda, "mah,,, " teriak komandan fynanda memanggil nama ibunya setelah ia sampai di dalam rumah milik mereka, satu kebiasaan komandan fynanda setelah dia sampai di dalam rumah kembali dari mana pun akan selalu mencari ibunya
tak ada jawaban dari ibunya, komandan fynanda lalu menanyakan ke salah satu pekerja di rumah tersebut,
"bi, mamah mana?" tanya komandan fynanda kepada salah satu pekerja di rmah tersebut
"nyonya ada di dalam kamarnya tuan muda" jawab pekerja tersebut dengan lembut
__ADS_1
"oke, baiklah terima kasih bi" tambah komandan fynanda sembari melangkahkan kakinya menuju tangga yang tampak klasik tersebut, berjalan menuju kamar ibunya yang berada di lantai dua tersebut
"mahh" teriak komandan fynanda yang masih berjalan menuju kamar ibunya, sudah beberapa kali komadan fynanda meneriakkan ibunya tetapi tidak mendapat satu pun jawaban hingga membuat komandan fynanda mempercepat langkahnya, hingga kini ia sudah berada di depan pintu ibunya