Cewek Tomboy Jodoh Komandan

Cewek Tomboy Jodoh Komandan
Episode 99


__ADS_3

hi para readers tercinta, lama tidak bertemu, sebelumnya author minta maaf yang sebesar-besarnya atas ketidak nyamanan ini, sebelumnya author berfikir tidak ingin melanjutkan cerita ini lagi karena banyak pertimbangan, tapi kemudian author berfikir lagi bahwa cerita ini harus di selesaikan. Maaf sebelumnya banyak pertimbangan yang tidak bisa author ceritakan tentang kondisi author kenapa tiba-tiba menghilang. semoga para readers tetap setiamembaca cerita ini sampai selesai yahh


I LOVE YOU SEKEBOOOOOOONNNNN!!!!


Episode 99


“kamu siapa? Kenapa bisa ada disini?” tanya fynanda setelah melihat wajah yang taka sing lagi baginya yang kini tengah berdiri di depannya. Walau belum sepenuhnya ia tau tentang wanita itu, namun ia sudah mengenalnya karena beberapa kali pertemuan sebelumnya.


“ti…tidak, saya salah masuk ruangan, maafkan saya” ucap zoya sembari menunduk meminta maaf


“alasan yang tidak masuk akal, bagaimana bisa kamu salah masuk ruangan sedangkan pintu ini memiliki kode?” tanya fynanda kembali melempar pertanyaan curiga


“emm,,,itu…” zoya mulai sedikit hilang akal ingin memberikan alasan, sembari mengelus kepalanya memikirkan jawaban yang tepat dan benar agar tidak ditanya lagi


“kamu stalker-in saya ya?” tanya fynanda kembali menyelidik


“enak aja, ngapain saya stalker-in bapak, kek artis aja” jawab zoya dengan enteng seakan lupa dengan siapa ia kini berbicara


“jadi???” lagi-lagi pertanyaan terucap dari mulut fynanda itu, tetapi lain halnya dengan pertanyaan ini, kini posisi wajah fyanda mendekat ke wajah zoya


Sontak karena hal tersebut, refleks zoya mundur dengan langkah kecilnya tetapi wajahnya kini sedikit berubah, jantungnya kini berpacu cepat akibat kedekatan antara dua insan tersebut

__ADS_1


“jauh-jauh dari saya” ucap zoya mendorong dada fynanda dengan menunjukkan sedikit rasa kesalnya karena mengingat masa lalu tersebut dengan mata yang mulai berkaca-kaca


Melihat raut wajah zoya yang menunjukkan rasa kesalnya, fynanda sedikit bertanya-tanya dalam batinnya, kenapa sepertinya ia punya masa lalu dengan wanita ini, dan pertemuan mereka seolah menunjukkan bahwa wanita ini memiliki rasa kecewa terhadapnya.


“sudah saya katakan, saya salah masuk ruangan permisi” kembali zoya melanjutkan kata-katanya dengan suara datar dan dingin membuat fynanda tidak ingin melanjutkan pertanyaannya seolah  tidak ingin menambah mood wanita itu semakin hancur dan tidak baik.


Kini zoya sudah melangkahkan kakinya keluar dari aparteman yang memberi kenangan indah dan kenangan tidak indah baginya itu. Sembari berjalan melangkahkan kakinya, Tak terasa air mata zoya kini sudah menetes tanpa diminta.


“kenapa sesakit ini” zoya menangis sambil memukul dadanya yang begitu sesak,


“kenapa kembali dengan cara seperti ini? Apa semudah itu melupakan baginya? Kenapa aku harus menaruh rasa padanya? Kenapa?” pertanyaan-pertanyaan kini zoya lontarkan entah kepada siapa yang terpenting saat ini ia benar-benar ingin menangis


di sela-sela tangisnya yang belum juga mereda, padahal posisinya kini ia berada di pinggir jalan, dan kondisi sekitarnya juga lumayan ramai.


“kakak tidak apa-apa?” tanya seorang laki-laki yang juga ikut menunduk melihat kondisi zoya yang juga menunduk


Sesaat zoya mengangkat wajahnya dan melihat seorang laki-laki yang tidak asing baginya melihatnya dega rasa kasihan.


“kakak baik-baik saja?” tanya lelaki itu kembali


“kamu?” tanya zoya di sela-sela tangisnya yang kini sudah mulai merda dan hanya tersisa suara isaknya setelah menangis

__ADS_1


“iya, aku raldi, anak SMA yang kakak tolong semalam, hehe” ucapnya menjelaskan kepada zoya seperti mengenalkan dirinya kembali


“apa yang kulakukan?” tanya zoya pada dirinya dengan posisi dirinya yang masih berjongkok ditutupi dengan jaket tersebut


“hah?” raldi sedikit heran dan bingung dengan pertanyaan zoya


“astaga sudah berapa lama aku menangis?” tanya zoya kembali dengan pertanyaanya yang membuat raldi semakin bingung


“astaga malunya, bodoh-bodoh” rutuk zoya kepada dirinya sembari mengintip melihat kondisi sekitarnya yang ternyata banyak mata memandanginya


“kakak, tidak apa-apa? Masih bisa bangun?” tanya raldi sembari mengulurkan tangannya hendak membantu zoya berdiri


“I,,iya aku tidak apa-apa” jawab zoya dan bangun dari posisi yang sedari tadi jongkok seperti orang yang sedang putus asa.


Akhirnya zoya dan juga raldi melangkahkan kakinya meninggalkan tempat tersebut.


“kakak duduk disini dulu, raldi kesana sebentar” ucap raldi pada zoya yang memang menuntunya duduk di kursi taman yang masih di area apartement tadi


Sedangkan zoya hanya menganguk dan tak menjawab perkataan raldi tersebut


“taaddaaa,,, katanya es cream bisa mengubah mood wanita jadi baik” raldi kini menyodorkan es cream dengan porsi yang lumayan besar,

__ADS_1


Zoya dengan sedikit keterkejutannya hanya senyum dengan tingkah laku anak SMA yang dikenal secara tak sengaja tersebut semalam.


“kakak makan ya, biar bisa senyum lagi seperti raldi nih, hehe” ucap raldi sembari menunjukkan senyum termanisnya itu.


__ADS_2