Cewek Tomboy Jodoh Komandan

Cewek Tomboy Jodoh Komandan
Episode 95


__ADS_3

15.05 pintu ruang rapat kini terbuka, 2 orang laik-laki kini memasuki ruang rapat tersebut, direktur segera menyapa dengan berjabat tangan sedangkan di sisi lain zoya masih memejamkan matanya sebelum bangkit menyambut kedatangan klien, tak lama setelahnya zoya kini terdiam dan hanya bisa membulatkan matanya melihat kedua orang yang kini berada di depannya yang disebut klien tersebut.


Ia masih terdiam hingga di sadarkan oleh gira, nafasnya yang sedari tadi sudah tidak nyaman karena merasa gugup kini, kecepatan jantungnya sudah tidak bisa diartikan, tangannya yang tadi hendak menyalam klien tersebut ia tarik kembali dan focus pada laptop yang kini di hadapanya


“kamu kenapa?” tanya Gira berbisik pelan


“a…aku tidak apa-apa” jawab zoya terbata-bata seakan tak bisa berkata-kata


“aku tau klien kita tampan tapi kamu harus bisa mengontrol dirimu hihi” ucap Gias yang kembali berbisik di telinga zoya


Zoya hanya terdiam dan tak menjawab ucapan Gira, ia masih terlihat shock dengan apa yang ia lihat saat ini. Bagaimana mungkin dia, dia yang sudah zoya buang jauh-jauh dari pikirannya kini kembali di depan matanya. Sesaat kembali zoya mengangkat wajahnya yag sbekumnya menunduk menatap wajah klien mereka tersebut hingga mata mereka bertemu dan saling melihat satu sama lain, tatapan zoya yang tidak bisa diartikan, mata itu hanya terus memandang dan sedikit berkaca-kaca, masih saling memandang, seisi ruang rapat merasa sedikit aneh dengan kedua orang tersebut hingga sepi menghampiri ruang tersebut.


“zoy, kau kenapa?” bisik Gira sembari menyadarkan zoya dari tatapan tersebut


“e..eh…” zoya akhirnya menghentikan tatapan tersebut

__ADS_1


“maaf pak fynanda, karyawan saya sedikit tidak sopan” ucap sang direktur


Sedangkan lelaki yang dipanggil pak fynanda itu hanya terdiam dan tidak membalas perkataan maaf tersebut, yang ada hanya tatapan dingin tak bisa diartikan.


“apa? Fynanda? Apakah itu benar dia?” batin zoya


“bukankah dia wanita yang tadi siang hampir tertabrak hanya karena menyelamatkan seekor kucing?” dilain sisi orang yang dipanggil pak fynanda berbicara dalam batinnya


“zoya mulai” perintah ketua tim mereka pada zoya memecahkan lamunan zoya dan menyuruh untuk persentasi hasil kerja mereka tersebut


Zoya menarik nafasnya dalam-dalam sebelum memulai persentasi tersebut, sengaja ia membuang wajahnya tidak melihat kea rah klien yang dipanggil pak Fynanda tersebut melainkan sesekali zoya mengarahkan wajahnya terhadap laki-laki yang masuk bersama pak fyananda tersebut. Selaku menjelaskan kepada pihak klien.


Setelah cukup lama berada di ruang tersebut akhirnya rapat terselesaikan, kerja sama yang sudah terjalin dan tampak wajah yang bahagia dengan hal tersebut tetapi berbeda dengan satu orang siapa lagi kalau bukan zoya. Usai rapat selesai semua orang keluar ruangan, sedangkan  direktur yang basa basi dengan mengajak klien untuk mengobrol santai, setelah direktur dan klien keluar melewati pintu zoya juga tak kalah mempercepat langkahnya mendahului mereka, menunduk sebentar selaku menghormati atasannya dan pergi meninggalkan mereka, mata direktur hanya melihat kepergian zoya begitupun klien mereka yang dipanggil pak fynanda itu hanya melihat zoya yang semakin menjauh dari mereka seolah ada hal yang ingin disampaikan


“mari pak” ucap sang direktur memecahkan lamunan pak fynanda tersebut dianggukkan oleh pak fynanda beserta pendampingnya

__ADS_1


Sedangkan zoya kini melangkahkan kakinya menuju kamar mandi yang masih berada di lantai yang sama dengan ruang rapat, ia membasuh wajahnya dengan kasar sesaat ia tidak bisa mengartikan sekarang dirinya entah bagaimana. Zoya menatap wajahnya ke cermin dengan wajah yang masih penuh dengan bekas air di wajahnya yang belum di lapnya. Sekarang dalam pikirannya banyak pertanyaan yang ingin diutarakan tapi pada siapa ia akan bertanya tentang semua hal ini?


Bagaimana mungkin setelah 4 tahun menghilang seolah ditelan bumi dan sudah tidak mengharapkan wajah itu muncul di kehidupan zoya kini muncul dengan takdir yang tidak disangka-sangka. Bagaimana mungkin wajah itu sama persis dengan wajah komandan fynanda dengan nama yang sama juga apa benar bahwa itu adalah orang yang sama? Tapi bagaimana bisa? Komandan fynanda adalah seorang tentara dan ini adalah seorang pebisnis? Ekspresi wajah itu juga tidak bisa diartikan seolah ia benar-benar tidak mengenal zoya sama sekali. Zoya menghembuskan nafasnya dengan kasar lalu membersihkan sisa air diwajahnya, kemudian meninggalkan kamar mandi tersebut melangkahkan kakinya hendak masuk ke dalam lift.


Setelah lift terbuka kini zoya melangkahkan kakinya memasuki lift, zoya tidak sadar bahwa dibelakangnya dua orang laki-laki ikut masuk ke dalam lift, ya dua orang laik-laki tersebut adalah 2 orang klien mereka yang tadi ikut rapat. Zoya benar-benar hanyut dalam pikirannya  hingga tak menyadari hal tersebut. Setelah pintu lift benar-benar tertutup dan zoya menekan tombol lift untuk turun sesaat matanya melihat pantulan dirinya di dinding lift, lalu menunduk melihat dirinya yang menyedihkan itu, tapi beberapa detik kemudia ia tersadar bahwa dibelakangnya sekarang adalah orang yang tengah merusak pikirannya, karena terkejut zoya tiba-tiba saja ingin terjatuh tapi tangannya berhasil meyentuh pegangan lift sedangkan kedua orang laki-laki yang di belakangnya ikut terkejut dengan tangan mereka berdua yang tengah siap menangkap zoya yang bersikap aneh tersebut.


“nona saya tau presdir kami tampan, tapi nona harus bisa mengontrol diri saat melihat ketampanannya” bisik teman pendamping pak fynanda tersebut tapi masih bisa didengar oleh pak fynanda tersebut sedangkan pak fynanda tersebut menyunggingkan senyuman yang tak bisa diartikan


Seolah ingin menghilang rasanya dari muka bumi ini, dua kali ia mendapat kalimat tersebut, seolah zoya benar-benar kagum dengan ketampanan presdir mereka yang dipanggil fynanda tersebut.


Setelah zoya sampai di lantai yang dituju, ia keluar meninggalkan lift, sebelum lift tersebut benar-benar tertutup, zoya yang sebelumnya membelakangi mereka kemudian membalikkan badannya lalu berkata


“maaf saya tidak memuji ketampanan presdir kalian, orang tampan bukan hanya beliau, maaf” ucap zoya lalu menunduk dan meninggalkan lift tersebut yang tak lama kemudian tertutup


Sebenarnya sekarang jantung zoya sudah sangat tidak terkendali tetapi ia memberanikan diri mengatakan hal tersebut, karena dalam hatinya masih ada rasa kecewa yang tidak bisa diartikan. Ia melangkahkan kakinya menuju meja kerjanya hendak mengambil tasnya, kini karyawan satu persatu sudah meninggalkan kantor karena sudah waktunya pulang begitupun zoya memutuskan untuk pulang ingin merebahkan dirinya dan melupakan yang terjadi hari ini.

__ADS_1


__ADS_2