Cewek Tomboy Jodoh Komandan

Cewek Tomboy Jodoh Komandan
Episode 79


__ADS_3

            "hati-hati" sekali lagi kata itu diucapkan oleh komandan fynanda


            "iya kak jombloooo" ucap zoya hendak menutup pintu kamarnya


            "kalau ada apa-apa panggil kakak" ucap komandan fynanda sambil menahan pintu kamar zoya


            "iya    kak" jawab zoya


setelah beberapa saat zoya berkutik sendiri dikamarnya ia akhirnya keluar dari kamarnya membuat komandan fynanda lega dan menghampiri zoya ke depan pintu kamar zoya, komandan fynanda dengan cepat membersihkan dirinya usai zoya masuk ke dalam kamarnya sendiri dan kembali menunggu zoya di depan pintu kamarnya agar jika terjadi sesuatu komandan fynanda akan segera bisa mendengarnya dan menghampirinya


            "kakak ngapain di sini?" tanya zoya setelah menutup pintu kamarnya dan berbalik


sudah di dapatinya komandan fynanda di belakangnya


            "menunggumu" jawab komandan fynanda sembari memegang sebelah tangan zoya


            "zoya tidak apa-apa kak" ucap zoya tanpa komandan fynanda bertanya


            "sudah ayo, kamu mau ke kampus bukan?" tanya komandan fynanda agar zoya bisa menurut


            "hmm" zoya hanya mengikut ketika tangannya kini sudah bertumpu pada komandan fynanda untuk berjalan


            "pelan-pelan" ucap komandan fynanda kembali saat mereka akan menuruni anak tangga

__ADS_1


            "iya" jawab zoya singkat


            "kak,,," panggil zoya saat sudah selesai turun dari tangga


            "hmm?" komandan fynanda fokus dengan membantu zoya berjalan sehingga tak melihat lawan bicaranya itu


            "aku lapar" ucap zoya dengan wajahnya yang memelas membuatnya terlihat imut layaknya anak kecil yang meminta sesuatu kepada ayahnya,


            "kita sarapan di luar saja, kakak belum masak" ucap komandan fynanda yang sudah mengalihkan pandangannya, ia malu dan membuat wajahnya memerah akibatdari tatapan zoya yang sangat imut itu


            "oke" jawab zoya singkat sambil menyatukan induk jarinya dan jari telunjuknya membuat sebuah lingkaran yang mengartikan ia setuju


            "kakak ngapain? turunin zoya" ucap zoya saat komandan fynanda memangku nya setelah mereka benar-benar keluar dari apartemen


            "tapi zoya malu kak" ucap zoya yang memang dilihat para tetangganya sambil tersenyum


komandan fynanda yang bersikeras masih terus menggendong zoya membuat zoya menyembunyikan wajahnya di tengkuk leher komandan fynanda


            "kamu tidak mau turun?" tanya komandan fynanda setelah mereka sampai di basement tepat di depan mobil komandan fynanda


            "apa masih ada orang?" tanya zoya tetapi masih dengan wajahnya yang tersembunyi


            "tidak ada lagi zoya" ucap komandan fynanda sambil menekan nama zoya di belakang kalimatnya

__ADS_1


zoya mengangkat wajahnya dan melirik ke segala arah memastikan bahwa perkataan komandan fynanda benar,


            "turunin zoya" pinta zoya sambil menatap sekilas wajah komandan fynanda


            "hati-hati" ucap komandan fynnda sembari menurunkan zoya dari tangannya


zoya akhirnya masuk ke dalam mobil komandan fynanda dan tak lupa dibantu oleh komandan fynanda saat membukakan pintu di ikuti dengan komandan fynanda yang juga ikut masuk ke dalam mobil


            "aduh ini kenapa susah banget sih, malu banget tau" batin zoya saat ia merasa kesusahan memasang sabuk pengamannya


            "kenapa?" tanya komandan fynanda saat melihat zoya sibuk sendiri


            "ini...itu..."


belum selesai berbicara komandan fynanda mengambil alih memasangkan ia sabuk pengaman, memang sedikit sulit sehingga membuat komandan fynanda sedikit lama saat memasangkannya, kondisi saat ini dua insan yang benar-benar dekat mambuat keduanya pergi dengan pikiran masing-masing


"aduh kan betul jantungku kambuh lagi" batin zoya saat ia memandangi komandan fynanda yang begitu dekat dengan wajahnya


"ya ampun ini benar-benar rusak atau gimana?" batin komandan fynanda yang terus berusaha memasangkannya zoya sabuk pengaman tersebut


"semoga kak jomblo tidak mendengarnya, semoga saja" batin zoya berdoa sembari menutup sedikit matanya


"semoga saja zoya tidak mendengar suara jantungku yang mulai berdetak tidak beraturan ini, semoga saja" batin komandan fynanda ikut berdoa karena ia juga merasa sedikit gugup karena begitu dekat dengan zoya

__ADS_1


__ADS_2