Cewek Tomboy Jodoh Komandan

Cewek Tomboy Jodoh Komandan
Episode 88


__ADS_3

“ada apa denganmu, kenapa kau terlihat aneh sejak tadi?”  tanya komandan fynanda sambil membuat tangannya di kening zoya mengecek apakah zoya sedang sakit, sedangkan zoya hanya terdiam melihat perlakuan komandan fynanda


“kamu tidak demam, ayo pergi keluar cari makan” ajak komadan fynanda sambil menarik tangan zoya


Sesampainya di dalam mobil zoya membuka percakapan diantara mereka


“kak” panggil zoya


“hmm, iya ada apa?” jawab komandan fynanda sembari bertanya


“hari ini kenapa kakak pergi tiba-tiba, ada apa?” tanya zoya melanjutkan pertanyaannya


“tidak apa-apa, semua baik-baik saja” jawab komandan fynanda diiringi dengan senyumannya yang khas sambil mengelus kepala zoya


“zoya mau makan apa?” tanya komandan fynanda


“hmmm, kakak bawa kemana aja, aku ngikut aja” zoya mengalihkan pandangannya setelah selesai mengatakan kalimatnya


“kamu kenapa sih zoy, dia tuh nggak akan cerita ke kamu masalahnya, dia baik karna kamu itu tidak punya siapa-siapa lagi di dunia ini, jadi dia mengasihanimu, jadi sadar diri aja zoy” batin zoya


“sudah sampai, ayo, kamu harus makan banyak nantinya” ucap komandan fynanda


“hmmm” suara yang tidak mengatakan apapun membuat komandan fynanda sedikit bingung dengan tingkah zoya


“ada apa?” tanya komandan fynanda yang kembali menutup pintu mobilnya setelah mendapat balasan jawaban dari zoya seperti itu


“ayo keluar sudah sampai kan?” zoya mengalihkan pembicaraan mereka


“ada apa?” tanya komandan kembali dan menangkap tangan zoya yang hendak membuka pintu mobil


“tidak apa-apa” jawab zoya singkat tetapi wajahnya ia alihkan memadang keluar jendela kaca mobil


“kenapa hari ini kamu bersikap seperti ini?” tanya komandan fynanda


“aku bilang tidak apa-apa” jawab zoya tetapi masih dengan pandangan keluar jendela mobil

__ADS_1


“lihat aku” komandan fynanda mengarahkan wajah zoya yang sudah dipegangnya dari kedua sisi wajah zoya sedangkan zoya hanya bisa terdiam sambil memandangi orang yang di depannnya kini


“kamu ada masalah?” tanya  komandan fynanda dan dijawab dengan gelengan kepala zoya


“jika karena kejadian hari ini, kakak minta maaf, okay?” bujuk komandan fynanda


“kakak kenapa hari ini bersikap seperti itu?” tanya zoya dan menjatuhkan dirinya kepelukan komandan fynanda, sebenarnya ada rasa malu zoya akan hal itu tapi hatinya berkata harus ditanyakan alasan kejadian hari ini


Komandan fynanda hanya tersenyum dibawah kepala zoya yang kini menempel di dada bidangnya, bagaimana tidak ia merasa bahwa zoya sedang menghawatirkan dirinya, dan itu membuatnya Bahagia.


“kakak nggak bakalan ninggalin zoya kan?” tanya zoya yang masih dengan wajahnya yang ia sembunyaikan di dalam pelukan tersebut


“emm? Kamu bilang apa? Kakak tidak mendengarnya hehe” tanya komandan fynanda yang menjahili zoya


“aww, zoya sakittt” rengek komandan fynanda yang ternyata perutnya dicubit oleh zoya


“jangan tinggalin zoya, aku cuman punya kakak sekarang” ucap zoya menambahi perkataannya sembari melepaskan pelukannya


“iya, zoya anak kecil” kali ini benar-benar membuat komandan fynanda tersenyum lebar melihat tingkah zoya yang sudah mulai berubah


Zoya menganggukkan kepala sambil menjawab “emm”


Akhirnya mereka keluar dari mobil tersebut dan melangkahkan kakinya menuju sebuah restoran yang sudah ada di depan mereka, tak lupa komandan fynanda yang menggandeng tangan zoya ketika keluar dari mobil sambil berjalan menuju restoran tersebut


“bagaimana, enak tidak?” tanya komandan fynanda setelah melihat zoya mencicipi makakan yang sudah dihidangkan di depan mereka


“enak, enak mmmm” jawab zoya dan kembali melanjutkan kegiatannya makan besar


“kenapa hari ini kamu tidka makan siang?” tanya komandan fynanda di sela-sela mereka makan


“hehe, ketiduran” jawab zoya dengan sumringah ditambah kedua pipinya yang sudah bengkak diisi penuh dengan makanan


“lain kali, harus memikirkan perut juga, jangan hanya tidur seperti kerbau” ejek komandan fynanda


“itu karna kakak juga, kakak tiba-tiba pergi, aku mana ingat makan lagi, hmm” ucap zoya dengan ekspresinya yang terlihat sedang merajuk

__ADS_1


“tadi kakak kan sudah bilang ada urusan, kamu harus paham status kakak sekarang okay?” perjelas komandan fynanda


“okeoke” jawab zoya dengan semangat sambil membetuknya tangannya bentuk o yang mengartikan membalas penjelasan komandan fynanda


“iya juga, kenapa aku berfikir yang tidak-tidak secara komandan fynanda memang orag yang sibuk dengan statusnya, dan kenapa juga aku harus marah dan minta penjelasnnya, aduhhh zoyaa malunya dirimu” zoya mengutuk dirinya sambil berbicara dalam batinnya sendiri


“kamu kenapa?” tanya komandan fynanda yang melihat zoya mengetuk sekali kepalanya


“eh tidak apa-apa hehe” jawab zoya dan melanjutkan makannya


Setelah selesai dengan ritual makan malam, mereka memutuskan untuk kembali pulang, dan kini mereka sudah berada di apartemen milik komandan fynanda, sebelum komandan fynanda masuk ke dalam kamarnya sendiri, ia lebih dulu mengantar zoya ke depan pintu kamar tidur zoya


“mulai besok kakak akan lebih sibuk, kamu bisa melakukan hal apapun disini, dan ini untukmu, jangan bekerja paruh waktu lagi, focus dengan kuliahmu okay?” komandan fynanda memberikan sebuah kartu atm kepada zoya


Zoya hanya terdiam dan melihat komandan fynanda bergantian dengan melihat kartu yang kini di tangan komandan fynanda hendak diberikan padanya, wajahnya menunjukkan ingin meminta penjelasan tapi apa yang ingin dijelaskan? Pada kenyataannya memang dengan status komandan fynanda adlah orang yang sibuk


“ada apa?” tanya komandan fynanda kembali yang melihat taka da respon dari zoya selain wajah ling lungnya


“aku tidak bisa menerimanya” jawab zoya singkat


“jika kamu terdesak atau butuh tiba-tiba kamu bisa menggunakannya, jangan khawatir” senyum komandan fynanda sambil memberikan kartu tersebut ke tangan zoya


“sudah kamu tidur sana, besok masih kuliah bukan?” ucap komandan fynanda


“besok kakak tidak mengatar, dan pergi lebih dulu oke?” komandan fynanda menambah perkataannya sambil mengelus kepala zoya


Kondisi zoya hanya diam dan pergi masuk ke dalam kamarnya tanpa mengatakan apapun, begitu juga sebaliknya komandan fynanda pergi masuk ke dalam kamarnya sendiri dan merebahkan dirinya yang terlihat lelah,


Zoya yang masih terdiam kini duduk di atas kasurnya, entah apapun sekarang yang ada dipikirannya ia juga bahkan tidak mengerti dengan hal tersebut


Keesokan paginya, zoya yang sudah terbangun dari tidurnya segera berdiap diri dan menyiapkan peralatan kuliahnya, Ketika keluar kamar ia sejenak memandang pintu kamar komandan fynanda  yang masih tertutup rapat, ia melangkahkan kakinya menuju depan pintu tersebut, ia tau bahwa komandan fynanda tidak ada lagi di dalam kamar


Setelah sampai di depan pintu, zoya membalikkan tubuhnya dan turun hendak pergi kuliah, tapi pandangan tertuju pada sebuah meja makan yang terlihat saat melewatinya, ternyata sebuah sarapan pagi yang sudah di sediakan


“semangat kuliah hari ini” demikianlah tulisan pesan di secarik kertas yang tertempel di penutup sarapan tersebut, melihat hal tersebut zoya tersebyum lebar saat membacanya

__ADS_1


Ia menarik kursi yang di depannya lalu memakan sarapann yang sudah disediakan tersebut.


__ADS_2