
Zoya yang kebetulan telah keluar dari Gedung dan hendak meninggalkan sekitaran kampus merasa sedikit teralihkan dengan mobil yang sedang berada di parkiran, ia berjalan menuju mobil tersebut, memastikan dugaannya apakah benar yang sedang ia pikirkan atau tidak.
Semakin dekat melangkahkan kakinya menuju dengan mobil tersebut lain halnya dengan komandan fynanda yang masih melamun di dalam mobil, hingga akhirnya zoya menempelkan wajahnya ke kaca mobil seraya melihat di dalam mobil, memperhatikan secara seksama ke dalam mobil dan benar saja menemukan sosok yang ia kenal di dalamnya siapa lagi kalau bukan komandan fynanda
Zoya yang melihat situasi komandan fynanda juga tak menyadari keberadaanya mengetuk kaca mobil,sontak membuat komandan fynanda sedikit terkejut dan tersadar dari lamunannya dan segera membukakakan pintu mobil
“kakak kenapa ada di sini?” tanya zoya memulai percakapan mereka setelah melihat komandan fynanda sudah keluar dari dalam mobil
“kamu sudah selesai kuliah?” komandan fynanda kembali sebelum menjawab pertanyaan dari zoya
“sudah, ini mau pulang” jawab zoya tak mengungkit pertanyaannya sebelumnya
“kamu sudah makan?” tanya komandan fynanda tak tau apa lagi yang ingin dia katakana
“belum, kakak kenapa?” tanya zoya heran dengan tingkah komandan fynanda
“tidak apa-apa, ayo pulang” ucap komandan fynanda sambil mendorong Pundak zoya hingga masuk ke dalam mobil
“kakak beneran nggak papa?” tanya zoya sekali lagi memastikan setelah mereka benar-benar masuk ke dalam mobil
“tidak apa-apa” jawab komandan fyanda dibarengi dengan senyumannya
“zoya hari ini mau makan apa? Biar kakak masakin” lanjut komandan fynanda dalam percakapan mereka
__ADS_1
“masak apa aja, semua pasti enak hihi” jawab zoya kegirangan yang kebetulan juga dia sudah lapar
“oke, kita berangkat” sahut komandan fynanda sembari melanjukan mobilnya meninggalakan area kampus
“kamu mandi dulu gih, biar kakak mask dulu” ucap komandan fynanda setelah sampai di apartemannya
“okke” jawab zoya dengan ekpresi senangnya sambil berlajan melangkahkan kakinya menuju kamarnya
Tak lama setelahnya beberapa kemudian sudah tersedia berbagai makanan yang komandan fynanda masak dan sudah disajikan di atas meja dengan rapi
“zoya, makanan sudah siap” teriak komandan fynanda dengan suaranya yang tidak terlalu kuat
“aku datang” sahut zoya yang memang benar sedang berjalan menuju meja makan
“aku bukan anak kecil paman, hahah” zoya tertawa setelah membalasa ejekan dari komandan fynanda
“awas aja kamu yah” komandan fynanda menjitak kening zoya dengan pelan membuat zoya ikut
tertawa karena hal tersebut
“wah enak ini pasti” ucap zoya melihat makan kali ini terlihat mewah
“makanlah sepuasmu” ucap komandan fyananda
__ADS_1
Melihat zoya yang dengan lahapnya memakan masakannya komandan fynanda hanya tersenyum diikuti sesekali menyuapkan makanan ke dalam mulutnya
“malam ini kamu ada waktu?” tanya komandan fynanda di sela-ela mereka menimati makannya
“waktu untuk apa maksud kakak?” tanya zoya dengan polosnya
“waktu kosong, biasanya tugas kuliahmu banyak bukan? Kakak mau mengajakmu menonton bioskop, mau?” tanya komandan fyananda menjelasakan keinginannya
“beneran? Mau,,, mau,,” zoya dengan eksprsinya yang tidak bisa berbohong bawah ia sangat gembira akan hal tersebut
“baiklah, nanti malam kita pergi” senyum komandan fynanda kembali terukir melihat ekspresi zoya tersebut
“emm” zoya hanya membalas dengan senyumannya karena mulutnya kini dipenuhi oleh makanan
Malam pun tiba, zoya suda bersiap-siap sebelumnya begitu juga dengan komandan fynanda, tak disangka mereka berebarengan keluar dari kamar dan saling melihat satu sama lain setelah benar-benar keluar dari kamar tidur tersebut
“kamu sudah siap?” tanya komandan fynanda membuang kecanggungan mereka karena sejak saling melihat mereka hanya terdiam
“sudah” jawab zoya dibarengi mereka yang berjalan mendekat
“kita pergi” ucap komandan fynanda dan tak lupa tangannya yang tiba-tiba sudah menggenggam tangan zoya
Zoya yang melihat hal tersebut hanya terdiam dan terseyum, entahlah ini membuatnya merasakan ada kenyamanan dan juga kebahagiaan, begitu juga dengan komandan fyananda yang sebenarnya merasakan hal yang sama.
__ADS_1