
“terima kasih” hanya kata itu yang keluar dari ucapan ayah komandan fynanda
“terima kasih untuk apa?” tanya komandan fynanda yang juga bingung
“karena sudah memanggilku kembali dengan sebutan ayah” sambung ayah komandan fynanda menjawab
“aku yang salah, maafkan aku” ucap komandan fynanda sembari memeluk ayahnya
“ayah juga minta maaf” jawab ayah komandan fynanda
Suasana haru di dalam rumah sakit membuat paman angga juga ikut meneteskan air matanya, sebagai orang yang sudah sangat lama di sisi ayah komandan fynanda, ia tau bagimana tuan besarnya itu menjalani penderitaan, bahwa dirinya harus bisa sekuat baja dalam mengahdapi apapun.
“ada satu hal yang ingin ayah katakana padamu nak” ayah komandan fynanda membuka suara
“katakanlah” jawab komandan fynanda
“kamu maukan mengambil alih perusahaan? Ayah sudah tidak sanggup lagi mengurusnya, hanya kamu satu-satunya harapan ayah” ekspresi wajah ayah komandan fynanda yang memelas mengharapkan jawaban yang seharusnya tidak mengecewakan
“aku akan memikirkannya terlebih dahulu” jawab komandan fynanda
“baiklah, ayah harap keputusanmu tidak mengecewakanku” tambah ayah komandan fynanda
“istirahatlah, tubuhmu harus banyak istirahat sekarang” permitaan sekaligus perintah yang di ucapkan oleh komandan fynanda kepada ayahnya
Ayah komandan fynanda hanya menurut dan kembali membaringkan tubuhnya, sedangkan paman angga tetap masih duduk di sofa yang sudah di sediakan diruangan tersebut
__ADS_1
“paman angga akuakan kembali dulu ke apartemen, aku akan kembali lagi besok” ucap komandan fynanda sembari minta ijin untuk undur diri
“kamu mau kemana?” tanya ayah komandan fynanda
“aku akan kembali besok, ayah istirahatlah dengan baik” ucap komandan fynanda
“aku harap besok kamu sudah memberi keputusan mengenai permintaanku” ucap ayah komandan fynanda lagi sebelum komandan fynanda benar-benar meninggalkan ruangan tersebut
“baiklah, aku akan pergi dulu” ucap komandan fynanda terakhir kalinya sebelum keluar dar ruangan tersebut dan kembali menutup pintu
Hari sudah mulai gelap, komandan fynanda kini sudah sampai di apartemennya, setelah memasuki rumahnya, ia terkejut dengan kondisi rumah yang sangat gelap tersebut, tidak ada satupun lampu yang menyala,
“zoyaa” panggil komandan fynanda sembari berjalan menyalakan satu persatu lampu di dalam rumah tersebut
Satu kali, dua kali panggilan tidak dijawab oleh nama yang sudah dipanggil, komandan fynanda melangkahkan kakinya menuju kamar zoya, tanpa mengetuk pintu lagi komandan fynanda segera memasuki kamar zoya dan menemukan zoya tengah tidur membulatkan badannya di atas Kasur, seperti anak kelinci yang sedang tertidur dengan kedinginan
“hhhmmm” hanya itu yang keluar dari mulut zoya dan kembali mengganti posisi tidurnya
Tiba-tiba saja perut zoya berbunyi, seperti semua cacing dalam perutnya sedang demo meminta makan dari tuannya
“apa anak ini belum makan sedari siang?” tanya komandan fynanda pada dirinya sendiri
“ zoyy,,, bangunn heiii” komandan fynanda masih setia membangunkan zoya
“hmmm,,,” zoya akhirnya bangun dan duduk tetapi mata masih setia tertutup
__ADS_1
“heyyy,,, lihat aku ini sudah malam” komandan fynanda memegang wajah zoya dengan kedua tangannya yang berada di kedua pipi zoya
Zoya akhirnya membuka matanya dan melihat komandan fynanda tepat dipandangannya, ia terlihat masih ngantuk tetapi sedikit terkejut dan tiba-tiba membelalakkan matanya,
“kak jomblo” hanya itu yang zoya ucapkan setelah bangun dan tiba-tiba saja memeluk komandan fynanda
“ada apa ini?” tanya komandan fynanda yang heran melihat tingkah zoya tersebut
“nggak ada apa-apa, aku lapar” ucap zoya tiba-tiba berubah sikap menjadi seorang gadis kecil yang manja dengan masih setia memeluk komandan fynanda menyembunyikan wajahnya di dada bidang komandan fynanda
“ya sudah ayo makan, apa kamu belum makan sedari siang?” tanya komandan fynanda
Hanya gelengan kepala zoya yang menjawab yang mengartikan kata tidak,
“ya sudah kamu mandi dulu baru kita keluar untuk makan malam” perintah komandan fynanda
“hmmm” jawab zoya dengan suara tanpa kata
“kamu sampai kapan memelukku seperti ini?” ucap komandan fynanda dengan isengnya menggoda zoya sambil tersenyum kecil di bibirnya
“aku akan mandi dulu” zoya berlari setelah melepaskan pelukannya dari komandan fynanda tanpa melihat wajah orang yang dipeluknya itu
“anak kecil yang aneh” gumam komandan fynanda sebelum keluar dari kamar zoya tersebut
Usai mereka membersihkan diri masing-masing sudah terlihat zoya yang sedang duduk di sofa depan televisi sedang melipat kedua tangannya, melihat ke arah televisi tetapi kondisi televisi dalam keadaan mati. Komandan fynanda yang melihatnya menghampiri zoya,
__ADS_1
“ada apa denganmu, kenapa kau terlihat aneh sejak tadi?” tanya komandan fynanda sambil membuat tangannya di kening zoya mengecek apakah zoya sedang sakit, sedangkan zoya hanya terdiam melihat perlakuan komandan fynanda