
Disisi zoya yang sudah masuk kedalam kamar ia lalu membuang dirinya ke atas kasur dan membuang tasnya ke sembarang tempat lalu ia memandang ke atas langit-langit ruangan
“huhh dasarr makanya jadi jomblo terus nggak bisa peka sih” desis zoya dengan sedikit kesal
Tak lama setelah ia memandangi langit-langit ruangan ia tak sadar mulai tertidur, ras kantuknya muncul akibat kurang tidur karna banyak tugas, ia mulai terlelap dengan posisinya yang masih sembarangan terlentang diatas kasur
Lain hal nya dengan komandan fynanda ia saat ia hendak merebahkan tubuhnya di atas kasur nada dering hp nya berbunyi dari dalam kantong celana yang ia pakai, lalu ia menjawab pannggilan tersebut, usai penggilan singkat tersebut ia langsung menggati pakaiannya dengan saragam kebanggannnya yaitu seragam tentaranya, pakaian yang sangat serasi dengan badan komandan fynanda juga ia terlihat gagah saat ia sudah siap dan sangat rapi dengan seragam tersebut,
Saat ia hendak keluar dari kamarnya ia memandang kamar zoya yang tertutup rapat, ia hendak pergi dan sudah di depan pintu utama tapi langkah terhenti, ia kembali berjalan memasuki apartement dan berjalan ke arah kamar zoya
Kini ia sudah di depan pintu kamr zoya, tangannya sudah siap hendak mengetuk pintu tersebut tapi ia
urungkan
“apa dia masih marah ya?” batin komandan fynanda bertanya-tanya
Beberapa menit ia masih berfikir, ia hanya ingin minta izin agar nanti ia tak terkejut saat komandan fynanda tak ada di rumah, setelah berfikir beberapa menit komandan fynanda mulai mengetuk pintu kamar zoya
3 kali ketukan yang komandan fynanda lakukan ke pintu kamar zoya tapi tak ada satu balasan atau jawabn untuk mempersilahkan ia masuk,
“apa dia masih marah?” pertanyaan itu kembali muncul di pikiran komandn fynanda
Sekali lagi ketukan pintu komandan fynanda lakukan tapi tak ada jawaban juga, akhirnya ia membuka sedikit pintu yang ternyat pintu tersbut tidak dikunci
Komandan fynanda mulai melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar dan ditemui zoya yang tertidur di atas kasur,
“dasasrr anak kecill, bagiman bisa ia tak mendengar ketukan dipintu beberapa kali sudah aku mengetuknya” komentar komandan fynanda yang melihat tidur zoya sangat nyenyak
__ADS_1
“kakak pergi dulu, ada kerjakaan kamu jaga diri baik-baik disini” komandan fynanda membisikkan perkataannya ke telinga zoya, saat ia hendak pergi ia sekali mengelus rambut zoya yang masih terikat
“dasarr anak kecil” gumam komandan fynanda lalu pergi meninggalkan kamar tersebut dengan langkah yang sangat hati-hati agar tak menimbulkan suara yang bisa membangunkan tidur zoya
Tak lupa komandan fynanda menutup kembali rapat pintu kamar zoya, juga saat ia meninggalkan apartement ia memastikan bahwa pintu tersebut benar-benar terkunci dengan baik
Rasa gerah dan panas muncul dirasakan zoya, hingga ia terbangun dari tidurnya ia melihat jam yang menempel ditangan nya dan melihat sudah pukul 2 siang, ditambah dengan rasa lapar yang muncul hingga
menimbulkan suara cacing di dalam perut zoya demo minta di isi
Ia lalu bangkit dan mulai berjalan keluar dari kamarnya, sejenak ia berhenti di depan pintu dan melihat kamar komandan fynanda yang tertutup, ia tak mengingat bahwa ia sedang marah dengan komandan fynanda, ia akhirnya pergi ke arah kamar komandan fynanda
“kakk” panggil zoya sambil mengetuk pintu, beberpa kali ketukan namun tak ada jawaban juga dari dalam,
“kakak kemana sih?” batin zoya lalu membuka kamar tersebut
Ia melihat hanya banyak bahan mentah di dalam kulkas dan ia meras sangat malas untuk memasak saat ini,
ia hanya mengambil segelas air putih lalu meminumnya dan kembali ke kamarnya
Ia membuka hp nya yang ia ambil dari dalam tas nya, dilihat nya sebuah pesan dari kak jomblo
“kakak ada urusan di luar, kalo kamu lapar beli makan saja diluar, kakak ada menaruh uang di atas meja ruang tamu tempat kamu biasa belajar, tidak usah memasak kamu masih terlihat sangat lelah,oh iya satu lagi jangan terlalu jauh jika ingin keluar dari aparteman oke” terlihat pesan tersebut di layar hp zoya yang ternyata pesan dari komandan fynanda
“dasar kak jomblo tau aja lagi lapar” zoya tersenyum saat melihat isi pesan tersebut, dan segera bergegas untuk ke meja ruang tamu, dan benar saja terlihat beberpa lembar uang di sana
“banyak bangettt” ucap zoya saat mengambil uang tersebut
__ADS_1
Tak ada balasan yang zoya kirim kembali, karna senangnya melupaknnya untuk membalas pesan tersebut
Zoya pun keluar melangkahkan kakinya keluar dari apartement tersebut, ia berjalan dengan
sesekali senyuman di bibirnya merekah karna pesan dari komandan fynanda
-emang jatuh cinta segitunya yah, wkwkwk?-
Zoya berjalan sudah sedikit menjauh dari aparteman, ia masih memilih tempat untuk ia mengisi perutnya tersebut, ia harus menggunakan kesempatan ini untuk makan enak dan sepuasnya,
Senyum zoya yang masih terus merekah dan memandangi beberapa tempat makan, tapi saat ia hendak masuk
ke dalam sebuah rumah makan tiba-tiba ia di kejutkan dengan kedatangan beberapa orang laki-laki yang menghadangnya, terlihat seperti suruhan seseroang dengan penampilan layaknya seperti preman
“kalian mau apa” zoya bertanya dengan terkejut
“aku tidak punya uang kalian pergi saja” tambah zoya yang mulai marah
“jangan santuh aku, jangan macam-macam denganku” ucap zoya sambil menepis tangan salah satu dari para
laki-laki tersebut
Akhinya pertengkaran pun terjadi, zoya yang juga bisa bela diri mulai melawan mereka sau per satu hingga beberapa dari preman tersebut jatuh tersungkur ke tanah akibat tendangan pukulan zoya yang melayang ke wajah dan perut mereka
Zoya hampir bisa mengalahkan mereka semua tapi tiba-tiba seseorang menyemprotkan airan ke mata zoya yang membuat zoya tak bisa melihat apa pun bahkan membuka matanya sahja tidak bisa akibat perih y ang di rasanya,
Usai itu belum selesai zoya yang berusaha membuka matanya, hidung dan mulutnya kini sudah di tutup dengan sebuah kain yang berisi bius yang membuat zoya pingsan
__ADS_1