
sedangkan zoya hanya termenung di kamarnya sedang duduk di atas kasurnya, ia sedikit bingung dengan tingkah
komandan fynanda yang tak seperti biasanya, hari ini adalah hari weekend ia tak masuk kuliah tetapi hari ini adalah jadwal zoya latihan karate, sudah lama ia tak pergi untuk latihan karate tersebut, zoya yang merasa sedikit bosan lalu besiap untuk pergi latihan karate.
komandan fynanda kini tengah memarkirkan mobilnya di sebuah rumah yang sangat luas seperti sebuah istana dengan desain perpaduan antara klasik juga modren yang sangat menarik, setelah komandan fynanda turun dari mobil yang ia kendarai ia di sambut oleh banyak pelayan sembari mengatakan "selamat datang tuan muda" komandan fyandan hanya lewat dan terus berjalan melangkahkan kakinya dan mengabaikan mereka para pelayan yang menyambutnya,
komandan fynanda kini tengah naik lift dan berjalan menuju sebuah kamar yang sedari tadi ingin di tujunya secepat mungkin, saat ia berada di depan pintu sebuah kamar ia sedikit menarik nafas kemudian membuka pintu tersebut tanpa mengetuk terlebih dahulu, saat ia memasuki kamar tersebut di lihat seseorang yang sangat ia kenal kini tengah terbaring di atas ranjang king size tersebut, komandn fynandan menghampiri ranjangn tersebut dan duduk di unjung ranjang
"ayah pikir kamu tidak akan datang" ucap lelaki tersebut yaitu ayah dari komandan fynanda
__ADS_1
"anda sakit apa" tanya komandan fynanda dengan wajah datarnya dan dinginnya tanpa melihat lawan bicarannya dan tidak ingin memanggil orang yang tengah berbaring di depannya dengan sebutan ayah
"ayah baik-baik saja" jawab ayah komandan fynanda setelah beberapa menit berlalu setelah pertanyaan komandan fynandan di lontarkan
"kalau anda baik-baik saja, aku akan pergi" komandan fynanda bangkit dari tempat ia semula duduk
"apa kamu tidak ingin memikirkan tawaran ayah lagi?" tanya ayah komandan fynanda yang menghentikan langkah kaki komandan fynanda yang ingin beranjak keluar dari kamar tersebut
komandan fynanda lalu melanjutkan langkah kakinya keluar dari kamar tersebut dan terus berjalan keluar dari rumah yang sangat megah tersebut, di tengah jalan saat komandan fynanda sedang melamun sambil menyetir mobilnya hampir saja ia menambrak seorang bapak tua, bapak tau yang hampir ia tabrak kini tengah terjatuh di depan mobil komandan fynanda, secepat mungkin komandan fynanda menolongnya
__ADS_1
"maaf pak, bapak tidak apa-apa?" tanya komandan fynanda yang terlihat khawatir
"tidak apa-apa nak" ucap bapak tersebut sebelum melihat wajah orang berbicara dengannya
"tuan muda?" bapak tua tersebut terkejut melihat seseorang yang didepannya adalah seseorang yang sangat dikenalnya
"paman angga?" komandan fynanda ikut terkejut dengan orang yang hampir ia tabrak juga seseorang yang sangat ia kenal
***
__ADS_1
komandan fyanda adalah anak tunggal dari keluarga wijaya yang terkenal dengan pebisnis nomor satu dengan memliki banyak cadang perusahaan baik di dalam negeri maupun luar negeri, media dan orang-orang tidak tau bahwa komandan fynanda adalah anak dari pemilik pebisnis terkaya tersebut, yang mereka tau keluarga wijaya memiliki satu putra tunggal tetapi tidak mengenal rupanya. sejak meninggalnya ibu dari komandan fynanda semua berubah termasuk kehidupan komandan fynanda yang memilih untuk menyendiri dan tidak mau bersama ayahnya, saat itu ia masih seorang siswa sekolah yang sedang menduduki kelas 2 sekolah menengah atas (SMA)