
Hal tersebut membuat zoya terkejut sekaligus air matanya yang sejak tadi ia tahan kini sudah mengalir tak mengikuti tuannya, mereka masih saling berdiam diri dengan posisi komandan fynanda yang masih memeluknya dari belakang. Tak ada kata yang terucap satu sama lain saling terdiam.
“aku ingin pulang” ucap zoya setelah beberapa lama berdiam diri dan juga tak ada pembicaraan diantara mereka
“baiklah” komandan fynanda melepaskan pelukannya dan kembali menggengam tangan zoya sembari memandu langkah mereka berjalan menuju tempat parkiran
Bahkan Ketika mereka sudah berada di dalam mobil pun tidak ada lagi percakapan diantara mereka, posisi zoya yang selalu menatap keluar jndela mobil sama sekali tidak mengalihkan pandangannya sedangkan komandan fynanda sesekali melirik ke arah zoya dan setelahnya kembali focus menyetir
“zoya” panggil komandan fynanda setelah mobil sudah terparkir di basement apartemen tetapi belum keluar dari dalam mobil
“lihat aku” lanjut komandan dengan perkataannya tetapi belum juga direspon oleh zoya
“aku ingin tidur, badanku Lelah” jawab zoya sembari hendak keluar dari mobil tetapi dihentikan oleh komandan fynanda yang memegang tangan zoya
__ADS_1
“jika kakak ingin bicara, bicara di dalam saja” sambung zoya dengan perkataannya disetujui oleh komandan fynanda dan kini mereka sudah memasuki litf hingga mengantarkan mereka ke depan pintu apartemen komandan fynanda, baik zoya maupun komandan fynanda tetap berjalan dengan keheningan
Tepat setelah memasuki pintu aparteman zoya dan komandan fynanda berhenti sejenak
“aku tidak apa-apa kak, kakak bisa pergi besok” zoya memulai pembicaraan mereka yang kini canggung
“dengarkan aku, kamu harus janji akan tetap tinggal disini sampai aku benar-benar kembali” komandan fynanda segera memegang kedua pipi zoya mengarahan pandangan zoya kehadapan wajahnya
“aku ingin tidur, bisakah aku masuk kedalam kamar terlebih dahulu?” zoya melontarkan pertanyaanya lagi yang sebenarnya dirinya sangat ingin sekali menghindari hal ini yang membuatnya semakin bersedih
Komandan fynanda tidak menjawab tetapi menarik tangan zoya dan mendudukkan tubuh zoya diatas sofa ruang tamu,
“tetap disini aku akan segera kembali” ucap komandan fynanda
__ADS_1
Zoya hanya menurut dan tetap duduk di sofa tersebut, sedang tak beberapa lama komandan fynanda kembali dengan segelas air putih ditangannya lalu memberikan kepada zoya, zoya yang saat itu hanya menurutinya segera meminumnya. Setelahnya gelas yang baru diminum zoya sudah di letakkan di meja tepat di depan sofa
Komandan fynanda mendekat ke arah zoya dan menatap wajah zoya yang kini memang sangat terlihat murung dan bersedih, komandan fynanda menghapus sisa air mata zoya dan sembari tersenyum
“tolong jangan meneteskan air mata lagi didepanku” senyuman komandan fynanda yang lagi-lagi ia tampakkan, zoya hanya terdiam dan menatap wajah yang kini ada di depannya dan tak menjawab apapun
Komandan fynanda yang melihat ekspresi zoya tersebut segera menariknya kedalam pelukannya, mengeratan pelukannya sambil mengelus-elus kepalanya
“tidurlah jika kamu lelah, malam ini kamu harus tidur di pelukanku” ucap komandan fynanda masih dengan mengelus-elus kepala zoya
Zoya langsung membalas pelukan komandan fynanda, ia juga mengeratkan tangannya mencari tempat nyaman di dada bidang komandan fynanda untuk kepalanya. Posisi mereka masih duduk sambil memeluk, semakin lama pelukan zoya semakin longgar dan komandan fynanda merasakan hal tersebut, setelah diperhatikan ternyata zoya sudah tertidur pulas di dalam pelukannya
Sambil tersenyum komandan fynanda mengelus wajah zoya sekilas dan kembali memeluknya, hingga akhirnya mereka berdua tertidur dengan posisi duduk dengan berperlukan,
__ADS_1