
Ia berdiri di depan zoya masih tertidur dengan kertas yang berserakan di sekelilingnya zoya. Sambil mengangkat zoya menuju kamar “hari ini aku maafkan kamu, lain kali aku biarkan kek gitu aja” desis komandan fynanda yang sedikit kesal
Zoya yang tak terusik sedikitpun masih dengan tidurnya yang nyenyak hingga sampai di kasur komandan fynanda menaruh secara perlahan, komandan fynanda juga tak lupa menyelimuti zoya, lalu komandan fynanda duduk di samping zoya tertidur sambil memandangi zoya,
“cantik” ucap komandan fynanda sambil menyampingkan rambut zoya yang menutupi sebelah mata zoya
“aku kenapa sih” ucap komandan fynanda merasa malu kepada dirinya sendiri, wajahnya mulai merah merona malu
“selamat tidur gadis kecil” ucap komandan fynanda lalu pergi meninggalkan kamar zoya
Komandan fynanda melangkah keluar dan menutup pintu kamar zoya dengan perlahan
Pagi haritelah tiba, matahari sudah menerobos masuk ke setiap ruangan, masuk melalui celah-celah yang ada hingga mengusik tidur zoya akibat cahaya matahari yang silau sudah sampai ke pandangan zoya yang membuat zoya terbangun, saat nyawa nya belum terkumpul mata yang masih tertutup, ia meraba hp nya hendak melihat sekarang jam berapa, tapi tak ia temukan apa yang dia cari, lalu ia membuka matanya walau belum sepenuhnya tersadar, ia duduk di atas kasurnya dan mulai mengumpulkan nyawanya hingga sempurna, saat ia mengingat-ingat lalu ia tersadar dan segera berlari ke ruang tamu...
“aaaaaa tugasku belum selsaiii” teriak zoya di pagi hari saat ia sudah sampai di depan kertas-kertas yang berserakan dengan mengacak-acak rambutnya
“ada apa?” tanya komandan fynanda heran yang baru saja tiba berlari menuju ke arah zoya karna mendengar teriakan zoya
“tugas zoya belum siaaappp,, zoya ketidurannn” keluhnya dengan ekspresi yang sedikit memelas kasihan
“kiarin ada apa,, cepat cuci wajahmu dan datanglah ke meja makan segera sarapan” pinta komandan fynanda dan hendak meninggalkan zoya,
“nggak,, zoya mau selesain tugas ini dulu, hari ini semua ini harus di kumpulkan” bantah zoya sambil mulai membereskan kertas-kertas tugasnya
__ADS_1
komandan fynanda berhenti dari langkahnya dan berbalik badan ke arah zoya,
“kamu mau jadi mahasiwa penyakitan?” komandan fynanda memegang tangan zoya menghentikan kegiatan zoya yang sibuk mengumpulkan kertas-kertas tersebut
“aku nggak lapar” bantah zoya menarik tangannya dari genggaman komandan fynanda
“kenapa kamu keras kepala banget sih?” suara komandan fynanda sedikit meninggi akibat perlawanan zoya
“emang tugas itu lebih penting dari pada kesehatan mu iyaa?” tambah komandan fynanda yang memarahi zoya hingga membuat zoya terkejut
Zoya hanya terdiam tanpa menjawab komandan fynanda ia hanya memandangi komandan fynanda yang sedang marah,
“sekarang cuci wajahmu dan segera sarapan, aku menunggumu di meja makan” perintah komandan fynanda dan
Setelah komandan fynanda meninggalkan zoya, segera zoya juga pergi meninggalkan ruang tamu dan membersihkan diri, usai itu ia juga segera menemui komandan fynanda yang sedang duduk seperti menunggu zoya.
Komandan fynanda tak memandang zoya sama sekali walau zoya sudah berdiri di depan meja makan, zoya yang melihat ekspresi komandan fynanda yang datar ia juga duduk dan mulai memakan sarapan yang telah di sediakan komandan fynanda,
Tak ada perbincangan diantara mereka, hanya keheningan yang menghampiri mereka, setelah mereka selesai mengahabiskan sarapan masing-masing zoya bangkit dari tempat ia duduk sambil memegang piring bekas sarapan tadi hendak mencucinya,
“biarkan kakak aja yang cuci, kamu selesaikan tugas kuliahmu” ucap komandan fynanda seraya menghentikan langkah zoya yang menuju wastafel
Zoya hanya mengikuti kemauan komandan fynanda yang ada dipikirannya hanya jika ia membantah lagi ia akan melihat komandan fynanda murka sperti tadi apalagi dia pernah menyiksa seseorang dengan sangat tragis di depan mata zoya
__ADS_1
Zoya menyerahkan piringnya dan berlalu meninggalkan komandan fynanda dan tak berkata sepatah kata pun
Selesai zoya meninggakan komandan fynanda di dapur zoya mulai membereskan kertas-kertasnya, ia
melanjutkan tugas-tugasnya dengan sangat fokus
Setelah beberapa saat selesai dari dapur, komandan fynanda mengampiri zoya yang sibuk dengan kertas-kertas tugasnya, ia memperhatikan zoya yang sangat fokus dengan kegiatannnya tersebut, komandan fynanda juga duduk di sofa tepat di belakang zoya duduk di lantai
Kali ini zoya bisa melihat komandan fynanda yang duduk di belakangnya, tidak terlalu fokus
“ngapain di sini sih,” batin zoya
“ada yang bisa kakak bantu” ucap komandan fynanda seraya menawarkan bantuan, ia juga tau begitu banyak tugas kuliah zoya hingga zoya lupa dengan dirinya sendiri
“emmm.. nggak papa kok kak, zoya bisa buat sendiri” jawab zoya yang kali ini tidak mengabaikan komandan fynanda
“kamu takut kakak buat salah tugas kuliahmu?” tanya komandan fynanda lagi, ia meras bersalah akibat ia membentak zoya
“sini kakak bantuin, “tawarkomandan fynanda sekaligus ia kini tengah duduk di samping zoya, ia duduk di lantai
“ya ampunnn kenapa sedekat ini?” batin zoya bertanya-tanya sekaligus jantungnya yang berdetak tiba-tiba tak beraturan
“apa yang bisa kakak bantu?” tanya komandan fynanda lagi menghancurkan lamunan dalam pikirannnya tersebut
__ADS_1