
“aku merindukanmu” lanjut zoya dalam perkataannya saat keduanya saling dalam beratatapan dan punya pikiran masing-masing
karena nama panggilan dan kata rindu tersebut membuat fynanda merasa bersalah terhadap dirinya sendiri yang tidak dapat mengingat apapun, tanpa kata apapun lagi fynanda kembali menenggelamkan wajah zoya di dadanya
“ayo sekarang kita makan” ucap fynanda mengalihkan pembicaraan yang membuat kesedihan tersebut
Fynanda lebih dulu bangkit dari Kasur tersebut, saat zoya mengikuti fynanda yang hendak turun dari kasur, ia sejenak mentap dirinya sendiri dan tiba-tiba saja berteiak
“AAA” teriak zoya membuat fynanda terkejut dan segera membalikkan tubuhnya dan segera menghampiri zoya
“ada apa?Ada yang masih sakit?”tanya fynanda dengan rasa khawatirnya yang memang berlebihan
“kenapa bajuku terganti?”tanya zoya dengan polosnya
“astaga, saya kirain apaan” fynanda menepuk jidatnya
“itu diganti sama bibi, baju kamu sudah basah semua” perjelas fynanda karena ekpresi wajah zoya yang masih menunggu penjelasan
__ADS_1
“owh, tapi apa ini bisa dijelaskan?”tanya zoya dengan mengangkat kedua tangan menunjukkan lengan baju yang lebih sehingga membuat zoya tenggelam dalam baju tersebut
Benar saja ketika zoya sudah berdiri, jaket hoody itu memang tidak sebanding dengan tubuh zoya yang mungil, ditambah dengan celana panjang yang ukuranya juga melebih kaki zoya membuat seperti anak kecil yang menggunakan baju orang dewasa, seperti yang orang katakana “dibocilkan oleh badan didewasakan oleh umur” mungkin kira-kira demikianlah anggapan untuk zoya
“benar-benar lucu dan imut” batin fynanda yang mengalihkan pandangannya yang ingin tersenyum akibat ekpresi zoya dan tingkah lakunya saat menunjukkan kondisinya saat itu
Tetapi sedetik selanjutnya dengan sigap fynanda jongkok di hadapan zoya dan membuat zoya sedikit mundur karena fynanda tiba-tiba jongkok seperti itu.
sebentar, aku akan melipatnya lebih dulu" ucap fynanda dan dengan sigap melipat celana yang memang terlihat sangat berlebihan
“ayo” ucap fynanda yang sudah menggenggam tangan zoya yang kini terlihat, tapi saat ia menggengam tangan zoya, fynanda kembali termenung dan mulai membatin dengan pikirannya
“tangannya imut, dan kecil begini” fynanda memandang tangan zoya yang memang sangat kecil di ganggaman tanganya
“ada apa” tanya zoya yang melihat fynanda masih melihat kedua tangan mereka yang saling berpegangan
“tidak apa-apa, hanya saja tanganmu terlihat mungil di genggamanku” senyum fynanda dan mulai melangkahkan meninggalkan kamar tersebut sedangkan zoya hanya mengikuti langkah tersebut
__ADS_1
“apa makanan spesial yang kamu inginkan?” tanya fynanda sembari mereka sedang berjalan ke arah dapur
“tidak ada” jawab zoya dengan singkat
“benarkah?”fynanda kembali bertanya
"hmmm"
“silahkan duduk” ucap fynanda dengan senyumannya sambil menarik kursi untuk zoya setelah sampai di meja makan
Perlakuan itu hanya dibalas dengan senyuman zoya diikuti dengan dia yang langsung mendudukkan dirinya di bangku tersebut
keduanya akhirnya menyantap hidangan yang sebelumnya sudah disiapkan oleh bibi asisten rumah tangga yang bekerja di apartemen fynanda
jujur saja keduanya masih canggung dengan keadaan sekarang, zoya yang akhirnya memberi kesempatan dan mengerti dengan keadaan fynanda selama ini, dan fynanda yang merasa nyaman di dekat zoya tapi masih sulit untuk memulai percakapan yang bisa mencairkan suasana
“apa makanannya enak?” tanya fynanda membuka pembicaraan
__ADS_1