
"kamu siapa?" tanya lelaki tersebut
"hei kamu ngapain?" tanya zoya pelan sembari berjalan perkahan mendekati si laki-laki tersebut
"jangan mendekat, disini bahaya" ucap lelaki tersebut seakan dia tidak memikirkan dirinya sendiri
tiba-tiba saja lelaki tersebut menangis sambil menunduk menghapus air matanya, membuat zoya ikut iba wlalu dia tidak tau apa masalahnya
sedangkan di sisi lain komandan fyananda kembali ke kampus zoya, setelah beberapa saat tadi di perjalanan, komandan fynanda melihat tabung gambar zoya yang ketinggalan sehingga di berniat mengembalikannya
tetapi saat komandan fynanda tiba di parkiran kampus tersebut, komandan fynanda melihat sangat sepi di area itu sehingga ia melangkahkan kakinya masuk ke dalam kampu tersebut dan ditemukan ada sekumpulan mahasiswa yang sangat ramai sambil melihat ke arah atas gedung membuat komandan fynanda ikut melihatnya
komandan fynanda yang tidak jelas melihat seorang laki-laki tengah berdiri di atas gedung dan memutuskan lebih mencari zoya, melihat seorang wanita yang pernah ia temui yaitu tina lalu komandan fynanda bertanya kepada tina
"zoya mana?" tanya komandan fynanda
__ADS_1
"zoy, kamu dicariin itu" ucap tina tetapi masih fokus melihat ke atas gedung
"tidak ada zoya disini" tambah komandan fynanda
"tadi disini hah? zoya mana?" tanya tina yang lebih terkejut dibanding orang yang bertanya kepadanya
"eh kamu siapa?" tanya tina mengalihkan pandangannya
"saya,,," mencoba menjelaskan tetapi langsung ada keributan suara para mahasiswa
"zoyaaa, kamu ngapai disana?" teriak tina membuat semua mahasiswa meliriknya
komandan fynanda hanya terdiam memaku saat melihat zoya yang juga berada di atas gedung membuatnya secara spontan berlari menuju ke atas gedung
"apa yang kamu lakukan jangan bunuh diri, itu tidak baik dan tidak akan menyelesaikan masalah" zoya mencoba memberi ceramah kepada laki-laki tersebut sambil melangkah perlahan menuju ke arah si laki-laki berdiri
__ADS_1
"apa pedulimu, jangan pedulikan aku" bentak si laki-laki tersebut tetapi ragu untuk membentak
"heii, kalau kamu masih melompat bagaiman bisa kamu balas dendam dengan mereka yang merendahkanmu" bentak zoya yang tak kalah kuat akan suaranya seperti sedang marah
"sekarang pegang tanganku dan mari kita selesaikan bersama" ucap zoya mengulurkan tangannya karena melihat si laki-laki tersebut masih terdiam dan menangis
saat tangan mereka sudah bersatu, zoya yang akan menarik si lelaki tersebut tiba-tiba saja zoya terpeleset karena kakinya yang memang sedari tadi sudah terasa sangat sakit ia rasakan. kini zoya tengah memegang ujung tembok membuat semua mahasiwa yang berada di bawah gedung teriak histeris
tangan zoya tidak bisa menahan tubuhnya lebih lama, ditambah dengan ujnung tembok tyang terasa licin ditangannya, sekilas zoya meilirk ke bawah sana membuatnya semakin pusing dikarenakan dirinya yang phobia dengan ketinggian tersebut, tangannya hampir terlepas dari tembok tersebt, tiba-tiba saja sebuah tangan kini tengah menggenggamnya dengan sangat erat
komandan fynanda tiba di saat yang tepat, kini zoya ditarik oleh komandan fynandan secara perlahan, untungnya saja badan zoya tidak terlalu berat memudahkan komandan fynanda menariknya hingga selamat
usai itu, melihat zoya yang sudah sangat lemas dan pucat membuat komandan fynada memeluknya sangat erat dan segera mengangkat tubuh zoya
"dimana ruang uks nya?" tanya komandan fynanda dengan tatapan dingin dan datar kepada laki-laki yang sedari tadi berdiri di belakang mereka
__ADS_1