Cewek Tomboy Jodoh Komandan

Cewek Tomboy Jodoh Komandan
Episode 54


__ADS_3

sedangkan komandan fynanda melanjutkan senyumnya karena melihat tingkah zoya yang tadi membuat nya semakin lucu juga saat komandan fynanda yang tak sengaja mencium kening zoya, hal tersebut membuat komandan fynanda semakin bertambah membuat hatinya menggebu,


"kakak kenapa?" tanya zoya yang melihat wajah komandan fynanda di tenggelamkan di tangannya sedang menunduk padahal komandan fynanda hanya ingin menyembunyikan wajahnya yang memerah karena keasikan tersenyum.


"tidak apa-apa" jawab komandan fynanda mengganti ekspresi manjadi datar seolah ia kesal karena zoya yang menindihnya hingga jatuh membuat kepalanya terluka


"kenapa ekspresinya berubah? apa dia marah karena luka dikepalanya?" batin zoya sambil duduk di samping komandan fynanda


"sini zoya obatin dulu kak" sembari zoya menyiapkan kapas untuk mengelap kepala komandan fynanda


segera mungkin komandan fynanda langsung mengarahkan kepalanya kepada zoya dan kini kepala komandan fynanda sudah berada tepat di depan pandangan zoya yang membuat zoya terkejut akan hal tersebut sehingga membuat mata nya melotot

__ADS_1


"kak fynanda ini ngapain coba sedekat ini?" batin zoya tetapi ia masih dengan lamunannya


"kenapa lama sekali, ini niat mengobati atau tidak?" tanya komandan fynanda yang membuat zoya terbangun dari lamunanannya yang terkejut


"oh eh iya iya sebentar kak" zoya langsung memegang kepala komandan fynanda dan mencari luka yang tadi


"kakak terlalu tinggi zoya susah mengobatinya" komentar zoya karena lehernya sudah kaku melihat ke atas mengobati kepala komandan fynanda, tanpa menjawab perkataan zoya komandan fyandan langsung menidurkan kepalanya di pangkuan zoya yang membuat zoya terkejut dan seperti serangan jantung untuk yang kedua kalinya


"ya ampun bisa mati jantungan aku lama-lama karena kakak ini" batin zoya tetapi tangannya terangkat karena terkejut


"semoga dia tidak mendengar suara jantung ku saat ini yang berdebar" batin komandan fynanda sambil menutup matanya agar tak melihat zoya saat ini yang ia takutkan akan mempercepat detak jantungnya

__ADS_1


"eh nggak nggak,,, begini lebih baik, sebentar zoya buat obat merah dulu biar lukanya cepat mengering" jawab zoya setelah pertanyaan komandan fynandan menghancurkan lamunanya


"kalau dekat begini semoga suara detak jantung yang sedang tidak beraturan ini tidak terdengar oleh nya" batin zoya sambil mengobati kepala komandan fynanda


"aww perih pelan pelan" rengek komandan fynanda bersandiwara padahal untuk luka sekecil itu tidak ada bandingannya dengan apa yang sudah ia alami selama menjadi soerang tentara


"oh astagah perih yah.. " zoya terlihat khawatir dan sembari meneteskan obat merah di kepla komandan fynanda ia meniup luka tersebut agar menghilangkan sedikit rasa perih yang komandan fynanda katakan, hal tersebut semakin membuat rasa nyaman menghampiri komandan fynanda apalagi di tambah tangan  zoya yang mengelus rambut komandan fynanda.


setelah beberapa saat zoya rasa sudah selesai mengobati luka di kepala komandan fynanda, ia hendak bangkit tapi yang di dapat komandan fynanda malah tertidur di pangkuan zoya


"kak,, sudah zoya obati" ucap zoya tapi tak menerima balasan dari perkataannya dan di lihat komandan fynanda yang sudah memejamkan matanya dan tengah tertidurnya yang nyenyak, hal tersebut membuat zoya enggan untuk membangunkannya maka dibiarkan komandan fynanda tidur di pangkuannya, sedangkan dirinya ikut menyenderkan badannya ke dinding  sofa yang mereka gunakan

__ADS_1


sesaat zoya dengan isengnya melihat wajah komandan fynanda yang tertidur, ia memandangi setiap inci dari wajah komandan fynanda yang tampak sangat menawan, perlahan ia tersenyum dan tanpa sadar ia berkata "kakak ganteng banget, beruntung banget bisa di temukan orang seperti kakak, terima kasih" ucap zoya berbisik karena ia sedikit malu takut komandan fynanda mendengarnya, setelah ia mengucapkan kata-kata yang keluar dari mulutnya secara langsung ia pun ikut menyenderkan badannya sambil ikut menutup matanya, ia sudah lupa dengan tugas kuliahnya yang ia rencanakan tadi akan dikerjakan.


komandan fynanda tersadar saat suara nafas zoya yang hangat terdengar olehnya, ia mendengar apa yang zoya bisikkan ke telinganya, ia mencoba menahan senyumannya karena mendengar hal tersebut dalam hati komandan fynanda ia sudah sangat ingin memeluk zoya tapi ia urungkan dan ia masih ingin berada di atas pangkuan zoya, ia ingin lebih lama menikmati kenyamanan tertidur di pangkuan zoya.


__ADS_2