Cinta Buat Kanaya

Cinta Buat Kanaya
Kecemburuan Alzyan


__ADS_3

Mobil Alzyan terparkir didepan rumah paman Danu yang sederhana, seperti janjinya dia akan mengantar istrinya ke rumah pamannya.


Pintu langsung dibuka ketika Tania mengucapkan salam, ternyata bibi Salma telah menunggunya. Tania tadi memang sempat memberi kabar kalau mereka akan berkunjung.


Tania dan bibi Salma langsung berpelukan cukup lama, mereka memang sudah seperti ibu dan anak kandung. Kemudian Alzyan menyalami bibi atau ibu mertuanya itu.


"Nia kau kelihatan agak gemuk, pasti kau bahagia dengan pernikahanmu nak"


"Alhamdulillah bi, Nia bahagia"


"Ayo silahkan duduk, bibi bikinin minum dulu" bibi Salma menyambut tamu istimewanya itu dengan sangat ramah.


"Ah bibi, biar aku saja yang bikinin minum bibi mengobrol saja sama mas Zy". Tania langsung berdiri hendak kedapur, biasanya jika ada tamu dialah yang membuatkan minum. Bibi Salma menurut saja dia duduk di sofa berhadapan dengan Zy.


"Bi, paman Danu dimana? " Alzyan bertanya.


"Pamanmu keluar kota, sama ayahmu loh nak Zy"


"Oo, hari minggu kok ada kerjaan juga ya?"


"Nah itu bibi heran juga, biasanya nggak pernah. Tapi boss besar tadi meminta pamanmu mengantarnya katanya urusan penting, ada masalah dengan cabang proyeknya dibandung.


"Oo gitu" Alzyan mengangguk angguk. Dia yakin ayahnya akan bisa menyelesaikan masalah itu. Tak lama Tania datang dengan nampan berisi teh, dan beberapa potong brownis yang dibawanya tadi.


"Minum mas" Nia menaruh gelas teh didepan bibi dan suaminya.


"Bi, paman dan Reza kemana? "


"Pamanmu keluar kota, Reza kerja paruh waktu dicafe, biasanya masuk siang pulang malam. Tapi di hari minggu dia kerja dari pagi sampai sore"


"Kenapa Reza kerja bi? "


"Katanya mau cari pengalaman, paman dan bibi boleh boleh saja asal tak mengganggu sekolahnya"


"Ya nggak apalah bi, aku yakin Reza bisa membagi waktunya" Nia menyeruput teh hangat buatan dirinya, lalu mencomot seiris brownis.


"Oh ya nak Zy, apa kabarnya. Apa usahanya di Riau lancar? "


"Alhamdulillah lancar bi, aku rencananya akan mengaja Nia tinggal disana setelah rumah disana selesai. Aku minta izin sama bibi dan paman"

__ADS_1


"Kenapa minta izin, Nia adalah istrimu"


"Tapi kan bibi dan paman adalah mertuaku, pengganti ibu dan ayah Nia"


"Bibi mengizinkan, paman mu juga pasti mengizinkan".


Akhirnya mereka berbincang bincang sangat lama, Tania juga menceritakan pada bibi Salma bahwa dia sudah hamil Bibi Salma sangat bahagia mendengarnya. Karena itu berarti dia akan segera menimang cucu.


Tania dan bibi Salma memasak didapur sementara Zy ditinggal mereka nonton sendiri diruang keluarga, setelah masakan selesai Tania mengajak suaminya makan siang. Setelah makan siang mereka pamit untuk pulang.


Dalam perjalanan, Tania mengajak suaminya mampir di supermarket, karena ingin membeli buah. Tania ingin mengajak bi Harti membuat rujak buah nanti sore.


Ketika Tania memilih milih buah tiba tiba ada seseorang berdehem. Nia mendongak menatap orang itu.


"Kak Arkhan, belanja juga? "


"Tidak, aku tadi melihatmu diluar lalu aku ikuti kamu kesini"


"Kenapa mengikutiku, aku sama suamiku kak"


"Oh ya mana suamimu kenalkan sama kakak"


"Kenalkan dia kak Arkhan, kak kenalkan ini suamiku mas Alzyan", Tania memperkenalkan dua orang itu, lalu mereka berdua bersalaman.


"Tadi aku dengar kau mengikuti istriku kesini, ada perlu apa dengannya? " Ternyata Zy mendengar obrolan Tania dan Arkhan. Pandangan matanya pada Arkhan menunjukkan dia tak menyukai keberadaan Arkhan, Arkhan menyadari itu membuat dia ingin sedikit memanasinya.


"Aku ingin pamit sama Nia, besok pagi aku akan berangkat ke Palembang, aku pindah tugas kesana"


"Pamit sama istriku ?, apa kau ini tantenya laki laki ini Nia, sehingga dia harus pamit padamu ?"


"Ehm, bukan mas. Dia temanku"


"Oh ya, aku pamit ya Nia, doakan tugasku disana lancar" Arkhan tersenyum manis pada Tania.


"Iya kak" Nia membalas senyum Arkhan.


"Hhh" Alzyan memutar bola matanya jengah.


"Kau sudah memilih buahnya kan sayang, ayolah kita pulang. Nanti kelelahan, kamu kan lagi hamil muda" Alzyan sengaja mengatakan istrinya hamil untuk pamer pada Arkhan.

__ADS_1


"Hmm, sudah mas. kak Arkhan kami duluan ya"


Arkhan lalu mengangguk, hatinya terasa perih melihat wanita yang dicintainya bersama laki laki lain. Namun dia juga bahagia karena ternyata Tania mendapatkan suami yang mencintainya. Itu terbukti dari sikap posesif suami Tania.


Tania dan Arkhan memang sebelum ini berpacaran sudah 2 tahun, Arkhan adalah seorang perwira polisi. Namun orang tua Arkhan tidak menyetujui hubungan mereka, karena orang tua Arkhan menganggap Tania tidak pantas untuk anaknya seorang perwira polisi yang karirnya tentu akan cemerlang sedangkan Tania adalah yatim piatu dan hanya seorang bidan tamatan akademi saja.


Karena Tania sadar dia tak diinginkan oleh keluarga Arkhan, maka itulah sebabnya dia memilih menerima lamaran nyonya Diana.


Alzyan mengemudikan mobilnya dengan sangat kencang, membuat Tania menjadi takut. Tubuhnya terhempas kekiri kekanan untung saja memakai sabuk pengaman.


"Mas, pelan pelan mas aku takut" Nia melirik suaminya dengan wajah memelas.


"Jawab dulu pertanyaanku, apa kau dan Arkhan mantan kekasih? "


"Iya, kami mantan pacar. sudah kujawab sekarang pelan pelan donk " wajah Nia memucat karena memang takut dia sampai sampai menahan nafasnya. Alzyan mengurangi kecepatan mobilnya akhirnya Nia bernafas lega.


"Segitu cemburunya kau mas, padahal aku hanya kebetulan ketemu dengan kak Arkhan." batin Nia.


Sesampainya dirumah Nia bergegas menaruh buah buahan yang dibelinya didapur kemudian masuk kedalam kamar dia ingin segera beristirahat. Tania merasa lelah dia juga takut suaminya akan marah padanya gara gara pertemuan tak sengajanya dengan Arkhan.


Tania mencuci tangan dan wajahnya di wastafel lalu dia kembali keluar dan merebahkan tubuh lelahnya di tempat tidur berbaring memeluk guling.


"Kenapa Nia, apa kamu memikirkan mantan pacarmu yang pindah tugas ?"


Tania diam saja, dia heran kenapa cemburu suaminya sangat besar. Namun Tania tetap bersyukur ini tandanya mas Zy sangat mencintainya, tapi tetap saja dia merasa tak nyaman dicemburui terus.


"Kenapa diam Tania, pekerjaan Arkhan apa, apa dia dokter juga seperti Evan? "


"Bukan, dia polisi"


"Hmm polisi, keren juga. Apalah suamimu ini hanya petani"


"Mas, apaan sih. Aku mencintai kamu mas. Walaupun kita menikah di jodoh tapi yang jelas sekarang aku sangat mencintai kamu mas. Kak Arkhan hannya masa laluku" Tangis Tania yang sedari tadi ditahannya akhirnya pecah juga.


Senyum Zy tersungging tipis mendengar istrinya mengatakan mencintainya, hatinya terasa bergetar. Tapi Tania tak melihat senyuman suaminya karena Tania menutup seluruh tubuhnya dengan selimut, dia menangis tersedu sedu didalam selimutnya.


Maafkan aku Tania, aku sebenarnya takut kehilanganmu. Aku takut kau menghianatiku seperti Maysa dulu. Aku ingin hanya ada aku dihatimu. Tapi diantara Evan dan Arkhan siapakah yang telah mengambil kesucianmu, mungkin Arkhan iya kan tania?


Terimakasih telah mencintaiku Nia.

__ADS_1


*****


__ADS_2