
Suasana bahagia tampak jelas di ruang ICU, baik dari keluarga maupun perawat serta tim dokter. Mereka semua ikut berbahagia Tuan Akmal Karim pemilik rumah sakit JMC telah sadar dari koma beberapa bulan. Bahkan para dokter yang menangani bersujud syukur. Kabar ini telah tersebar keruangan ruangan lainnya, semua karyawan rumah sakit bersorak gembira mendengar kabar bahagia ini. Namun Akmal belum boleh terlalu lama menerima kunjungan orang orang. Dia masih harus banyak istirahat.
Setelah satu persatu perawat dan dokter keluar dari ruangan, Akmal memberi isyarat pada Diana istrinya untuk mendekat. Diana pun mendekat, dia juga sudah bisa berjalan tanpa bantuan tongkat.
"Bu, maafkan aku sudah membuatmu cemas" Tangan Akmal dan Diana saling bergenggaman. Anak dan menantunya terharu melihat dua orang suami istri ini, disana juga ada Rahayu.
"Kamu nggak salah yah, ini semua sudah kehendak yang diatas. Yang terpenting kita sama sama sudah sehat. Anak anak kita sangat telaten mengurus kita berdua, apalagi menantu kita Tania, benar benar mantu idaman."
Muka Tania jadi merona mendapat pujian dari ibu mertua.
"Jangan hanya memuji Tania Bu, Ayu juga loh calon mantu idaman, sini Ayu mendekatlah" Akmal mengisyaratkan tangannya agar Ayu mendekat.
Semua yang berada disana terkejut, kecuali Tania. Tania malah sudah yakin ayah mertuanya sudah merestui Rendy dan Rahayu. Rendy tak percaya apa yang baru didengarnya, sebenarnya dia sudah lama ingin mendengar kata kata ini keluar dari mulut ayahnya. Begitupun Alzyan dia sangat terkejut, biasanya ayahnya tidak menyukai Rahayu. Namun Tania senyum senyum saja, Rahayu pun tak kalah terkejutnya, dia tak percaya Akmal menyebut dirinya calon menantu idaman. Rahayu pun mendekat.
"Maafin ayah ya, ayah bersalah padamu. Ayah ingin menebus semua kesalahan ayah. Menikahlah dengan Rendy"
"Tapi ayah.." tukas Ayu, Namun Akmal menyelanya.
"Ayah melamarmu untuk Rendy, tolong terimalah" Pandangan mata Akmal terlihat menghiba.
"Tapi mas Rendy sudah mau menikah ayah, bukan denganku" Rahayu terpaksa jujur.
"Rendy batalin pernikahanmu, pasti dengan Maysa kan. Ayah tak Sudi punya menantu seperti dia"
"Ayah ?" Rendy menatap ayahnya ingin penjelasan dari ayahnya, mengapa malah ayahnya tak sudi dia menikahi Maysa, bukankah ayahnya yang menjodohkan dirinya dengan Maysa.
"Sebelum ayah kecelakaan, Maysa mengirim foto dia bersama Alzyan di bandara dan disebuah hotel di Pekan Baru. Dia mengancam ayah, jika ayah tak menikahkan dia dengan Alzyan maka foto foto yang lain akan disebarnya." Akmal mengatur nafasnya, lalu dia melanjutkan ceritanya.
"Danu yang ketika itu menyopiri ayah juga mengetahuinya, Danu sangat sedih. Dia mengira Alzyan menghianati Tania. Tapi ayah meyakinkan dia bahwa itu pasti rekayasa Maysa saja. Ayah menelpon Maysa mengatakan bahwa ayah tak akan menikahkan dia dengan Alzyan, ayah juga mengatakan menyesal menjodohkannya dengan Rendy. Lagi pula jika dinikahkan dengan Rendy, dia pasti akan tetap mengganggu rumah tangga Alzyan. Namun sekitar setengah jam kemudian ada mobil yang mengikuti kami dan sengaja menggeser mobil kami dan akhirnya jatuh kejurang"
Semua yang berada disana terkejut dan terkesiap mendengar cerita Akmal. Alzyan menarik nafas panjang, dia mengangguk angguk.
Ternyata benar kecelakaan ayah karena sabotase.
__ADS_1
Akmal kelihatan lelah setelah bercerita, berbicara cukup panjang ternyata menguras energinya, Tania mendekatinya.
"Ayah istirahatlah, jangan khawatir pak Rendy tak akan menikahi Maysa."
"Tapi pernikahan mas Rendy besok pagi, apa mungkin bisa dibatalkan. Jika harus menikah dengan Maysa, aku ikhlas kok" Ujar Rahayu menunduk pasrah.
"Kenapa tidak bisa, bisa saja. Bagaimana kak?". Alzyan tersenyum menyeringai pada Rendy.
"Jika itu maunya ayah, akan kuturuti, lagipula aku memang tak mencintai Maysa sama sekali"
"Dan Cintamu hanya buat Rahayu seorang, ayolah kak tunggu apalagi batalkan pernikahanmu. Aku mendukungmu" Alzyan memberi semangat.
"Ayolah bro, tunggu apalagi. Aku temani kau menemui pak Gunawan"
"kami permisi ke tempat pak Gunawan Ayah" ujar Rendy.
"Hati hati, jangan kedua duanya malah termakan rayuan pak Gunawan" Ujar Tania mendelikkan matanya pada Alzyan, soalnya dia sudah berpengalaman suaminya pernah beberapa kali termakan rayuan pak Gunawan, sehingga Alzyan membawa Maysa menginap dirumah mereka selama 3 hari.
"Kali ini Gunawan tak akan bisa merayu kami, wajah melasnya tak akan membuat kami terkecoh lagi" Sahut Alzyan.
Dirumah sakit.
"Memangnya Alzyan pernah termakan rayuan Gunawan ya ?" Tanya Diana pada Tania.
"Pernah Bu" Lalu Tania menceritakan Alzyan yang dulu setiap sore menjenguk Maysa yang lagi sakit atas permintaan Gunawan, sampai pulang malam. Dan bahkan Alzyan mengajak Maysa menginap dirumah mereka.
"Oh, Niat banget ya Gunawan itu merusak rumah tangga kalian, untunglah kau cerdas menyikapinya Tania. Syukurlah kalian tak termakan politik Gunawan."
"Alhamdulillah Bu, aku dan mas Zy bisa menyelesaikan masalah kami, meskipun awalnya kami sama sama terpancing emosi."
"Syukurlah" Ujar Diana.
"Oh ya, kapan nih mba Ayu dan pak Rendy mau dinikahkan ?."
__ADS_1
"Terserah sama Rendy dan ayu saja, kamu mau kapan Yu?"
Yang ditanya malah tersenyum malu malu.
"Secepatnya, bulan depan saja" Ujar Akmal, semua menoleh. Ternyata dia tak benar benar tertidur, hanya memejamkan mata saja. Rupanya dia sudah tak tahan menerima menantu lagi dirumahnya.
***
Gunawan sangat murka Rendy membatalkan pernikahannya dengan Maysa, yang persiapannya sudah 90 persen. Rendy bersedia membayar ganti rugi dua kali lipat, lagipula semua biaya juga ditanggung Rendy. Ganti rugi Rendy berikan hanya sebagai permintaan maaf saja. Namun Gunawan merasa dirinya dipermalukan.
"Tak akan ku biarkan kalian bahagia diatas penderitaan putriku !" Matanya menatap tajam keluar jendela.
Maysa yang sebenarnya harus bahagia tak jadi menikah, namun dia tetap kecewa. Dia merasa dipermainkan.
"Tak akan kubiarkan kalian menginjak injak harga diriku, kemaren anak kampung si Tania sekarang Rahayu anak panti asuhan yang tak jelas asal usulnya. Kalian harus membayar ini semua..!!" Maysa menyeringai di sela rambutnya yang acak acakan.
***
Sebulan berlalu kehamilan Tania sudah memasuki 7 bulan, Akmal sudah pulang kerumah tiga hari yang lalu. Sekarang semua sibuk menyiapkan tujuh bulanan buat Tania. Rencananya seminggu setelah tujuh bulanan Tania Rendy dan Rahayu akan menikah.
Semua berbahagia termasuk para ART. Tak ketinggalan karyawan dirumah sakit maupun di perusahaan ikut berbahagia mendengar kabar gembira berturut turut ini. Mereka membicarakan ini disela sela jam istirahat mereka, Berita tujuh bulanan nyonya muda dan pernikahan Pak Rendy menjadi trending topik buat mereka. Bagaimana tidak mereka kemaren diam diam tidak ada yang menyetujui pernikahan Rendy dengan Maysa. Dulu mereka juga para gadis gadis tak ada yang rela jika Alzyan menikahi Maysa, dikarenakan sifat Maysa yang sombong dan arogan tak sesuai dengan Alzyan yang ramah dan lemah lembut.
"Syukurlah putra putra Tuan Akmal mendapat istri yang cantik, lemah lembut pula. Sama seperti nyonya Diana. Daripada menikahi Maysa lebih baik pak Alzyan atau pak Rendy menikahiku, hehe" ujar seorang staf bernama LiLy yg masih menjomblo.
"Jangan ngimpi Lo" sahut temannya bernama Luna metoyor kepalanya.
"Setidaknya, aku tak sombong seperti non Maysa, nggak hobi ke club juga seperti dia. Dia itu muka dua, kadang berjilbab kadang pakai rok mini, memang nggak jelas."
"Iya, pernah waktu itu dia menemui pak Alzyan dia berhijab eh besoknya aku lihat dia pakai hotpan di sebuah club, dasar nggak jelas" ujar Joshua.
"Memang nyonya Tania itu aslinya cantik banget ya, Solehah lagi. tak salah nyonya besar menjodohkan pak Alzyan dengannya." ujar Luna. Semua yang berada disana mengangguk menyetujui.
"Aku tak sabar ingin membelikan kado buat anaknya pak Alzyan, pasti cantik banget perpaduan nyonya muda dan pak Alzyan. Kabarnya anak mereka perempuan" Saras Menimpali.
__ADS_1
Begitulah semua berbahagia dengan berita menggembirakan dari keluarga Akmal Karim.
****