
Sore yang cerah, karena awan hitam yang tadinya menutupi langit sudah tidak nampak lagi. Hujan mengguyur bumi sedari jam 12 siang sampai dua jam setelahnya. Sudah satu jam hujan reda, sekarang Tania berada didepan gedung Dinas Kesehatan. Dengan pasti dia melangkahkan kakinya ke dalam kantor itu.
10 menit kemudian
"Adik Tania datang disaat yang tepat, kebetulan ada satu orang yang mengundurkan diri karena dia menikah. Jika adik serius segeralah masukkan bahan bahan seperti yang saya beri catatannya tadi." Ucap seorang wanita berumur sekitar 30 tahunan.
"Iya kak, saya bawa semua bahan bahan itu. Cuma tinggal menulis surat lamaran kak"
"Hmm, kakak tunggu. Kamu bisa pinjam laptop kakak buat mengetik surat lamaran. Kakak tunggu sampai jam 4, karena kami sudah harus apel sore jam 4 nanti"
"Baik kak" Tania mengangguk dengan semangat.
"Bismillah" Tania mengetik surat lamaran. Setelah selesai kemudian dia menyiapkan bahan bahan yang yang diperlukan seperti ijazah, transkip nilai, dan semua bahan lainnya yang diminta. Tepat pukul 15.55 Tania selesai menyiapkan semua bahan bahan itu, semua sudah di scan lalu dia megirimnya secara online.
"Lusa kamu bisa berangkat bersama rombongan, memang tahun ini sedikit peminat tenaga kesehatan kontrak, Mungkin karena banyak yang tidak siap ditempatkan didaerah terpencil. Kakak harap keputusanmu sudah bulat"
"Iya kak, saya sudah yakin dengan keputusan saya jadi tenaga kesehatan kontrak, tidak masalah ditempatkan dimana. Karena saya sangat membutuhkan pekerjaan itu. "
l
"Baiklah, nanti kakak kabari lagi masalah keberangkatan kalian"
"Siap kak" Tania mengangguk pasti.
Setelah dari kantor Dinas Kesehatan Tania menyewa sebuah penginapan sederhana. Dia tidak berani pulang kerumah suaminya, takut nantinya dia akan berubah pikiran. Karena banyak kenangan manis dirumah itu bersama mas Zy, walaupun hanya beberapa minggu usia pernikahan mereka.
Tania mengusap air matanya, entah kenapa air mata itu jatuh lagi. Padahal dia sudah berusaha tegar.
__ADS_1
"Ya Allah aku tahu aku salah, telah meninggalkan suamiku. Tapi hanya ini yang bisa kulakukan. Aku terpaksa meninggalkanmu mas. Aku mencintaimu" Tania menatap foto suaminya di layar ponselnya yang dibikinnya jadi wallpapaper.
Malam semakin larut, udara terasa panas. Karena penginapan itu tidak menggunakan kipas angin apalagi AC. Dan banyak nyamuk yang memangsa Tania. Tania sengaja memilih penginapan ini, mencari yang termurah. Karena dia harus berhemat, besok pagi dia harus belanja perlengkapan yang akan dibawa. Dia tak mungkin menjemput pakaiannya dirumah.
***
Dua hari kemudian
Dan disinilah Tania siang ini, beserta rombongan. Di dalam pesawat penerbangan ke Jambi. Aisyah sedari tadi mengomelinya, karena Tania tak memberitahu sebelumnya bahwa dia akan ke Jambi juga.
"Kau sudah yakin Nia, heran aku sama kamu. Kau tega meninggalkan suamimu"
"Aku harus pergi sebelum dia mencampakkanku Aish"
"Hanya segitu usahamu mempertahankan rumahtanggamu Nia, kamu itu bersuami Nia. Berdosa kau meninggalkan suamimu"
Tania dan Aisyah sama sama gadis yatim piatu, jika Tania tinggal bersama pamannya sedangkan Aisyah tinggal bersama kakak perempuannya. Mbak Asih hanya ibu rumah tangga dan suaminya mas Anton OB yang bekerja di perusahan milik Akmal Karim. Orang tua Aisyah telah meninggal semenjak Aisyah berusia 3 tahun karena kecelakaan kereta api. Sama seperti Tania Aisyah juga mendapat beasiswa di Stikes Bunda.
Aisyah melamar jadi tenaga kesehatan kontrak, dia memilih penempatan di Jambi. Karena Sepupunya mbak Cintya dan mas Adam tinggal di Jambi. Mbak Cintya dan mas Adam juga sudah punya kehidupan yang mapan.
***
Yusuf Alzyan Karim seorang laki laki yang bertanggung jawab pada keluarganya. Dia telah memutuskan akan menyelamatkan perusahaan ayahnya. Dia anak satu satunya tidak mungkin dia membiarkan perusahaan itu hancur begitu saja.
Zy mulai dua hari ini berkantor di perusahaan ayahnya, dia memutuskan menyelamatkan perusahaan itu dengan bekerja keras. Bukan dengan menjual dirinya dengan Tuan Gunawan. Lagi pula dia yakin perusahaan besar yang didirikan ayahnya tidak akan gulung tikar dalam waktu yang singkat hanya karena kerugian dalam tiga proyek yang gagal diantara puluhan proyek yang menguntungkan. Bodoh sekali dia harus menjual dirinya. Lagi pula ayahnya masih mempunyai banyak aset yang jika diuangkan akan bisa membantu keuangan perusahaan.
Memang selama ini Zy salah tidak terlalu peduli dengan harta kekayaan orang tuanya. Dia memilih menerima warisan kakeknya, pikirnya setelah dia berhasil dengan perusahaannya di Pekan Baru barulah dia akan membantu ayahnya. Toh ayah masih kuat. Tapi semua tidak berjalan sesuai rencana, ayahnya tiba tiba sakit dan terbaring koma.
__ADS_1
Di tengah kekecewaannya dalam rumah tangganya Alzyan mencoba bangkit berjuang sekuat tenaganya. Dia yakin akan bisa menarik kembali investor investor bukan dengan menjual dirinya.
Di sela sela kesibukannya bayang bayang wajah Tania terlintas dipikirannya, Alzyan berusaha membuang jauh jauh bayangan Tania namun dia tak bisa. Tania sudah terlanjur bertahta dihatinya. Ada keinginan alzyan untuk mencari dimana Tania, Tania sudah dua hari tak pulang kerumah. Namun dia sangat sibuk, dua hari ini selalu pulang malam dan mampir dirumah sakit, dia sampai dirumah ketika jam sebelas malam. Dan ketika itu tubuhnya sudah sangat lelah. Jika ada Tania tentu tubuhnya yang lelah ini sudah ada yang memijitnya dan dia bisa berbaring dipangkuan Tania.
Alzyan menghela nafas, tak bisa dipungkirinya dia sangat merindukan Tania. Namun dia laki laki yang punya harga diri, Tania meninggalkannya dengan laki laki yang menghamilinya.
"Aku harus menceraikan Tania secara baik baik, aku akan mencarinya dirumah laki laki bertato itu. Biarlah dia bahagia bersama ayah dari anaknya." Alzyan menitikkan air mata, teringat kenangan manis bersama Tania dikamar ini walapun tak cukup sebulan usia pernikahan mereka. Namun Tania telah memberi banyak warna dalam hidupnya.
***
Tania menceritakan semua yang terjadi pada Aisyah, malam ini rombongan menginap di mes. Besok pagi mereka akan berangkat ke kabupaten dan ditempatkan di puskesmas tempat mereka bekerja.
"Jadi begitu ceritanya, tapi belum tentu suamimu menyetujui syarat tuan Gunawan"
"Aku yakin dia menyetujuinya, apa susahnya dia kan laki laki. Mau beristeri lebih dari satu tidak masalah, masalahnya ada di diriku yang tak sanggup di madu"
"Tapi kau berdosa meninggalkan suamimu tanpa pamit Tania"
"Aish, kau tak tahu betapa sakit hatiku saat suamiku sendiri tak mempercayaiku, apalagi kini dia mau menikah lagi. Aku tak sekuat itu Aish, aku tak bisa tabah menerima kenyataaan"
Aisyah terdiam mendengar Tania, dia sedang memposisikan seandainya dirinya yang mengalami hal itu.
"Aku yakin keputusanku sudah tepat Aish, ini demi kebaikan mas Zy juga dan demi kebaikan perusahaan ayah."
"Oke, jaga saja anakmu baik baik. Jangan karena masalah yang menderamu kau jadi tidak peduli dengan kehamilanmu, aku tak mau lagi melihatmu malas makan. Aku tak mau lagi melihatmu malas minum vitamin. "
"Aish, aku harus bangkit. Aku akan membesarkan anakku seorang diri. Mulai sekarang aku harus lebih semangat lagi" Tania menarik tubuh Aisyah, dua sahabat itu saling berpelukan.
__ADS_1
*****