
Ryan menerobos pengunjung club, dia harus segera menemukan Maysa secepatnya. Hatinya memanas saat melihat Maysa berciuman dengan seorang laki laki tak dikenal. Ryan mengepalkan tangannya dan melayangkan tinjunya kewajah pria itu.
Bugh bughh
"Apa apaan ini kenapa kau memukul kekasihku?"
Laki laki itu hendak membalas namun Ryan dengan tangkas memelintir tangan laki laki yang sedang mabuk itu. Ryan kemudian menggendong Maysa bagaikan karung beras diatas pundaknya. Maysa meronta ronta dan berteriak memanggil nama Zy.
Rendy merasa perutnya sangat lapar, dia belum sempat makan malam. Hanya teh manislah yang masuk kedalam lambungnya malam ini. Setelah pulang dari rumah sakit jam empat sore tadi, dia langsung ketempat prakteknya. Setelah antrian pasien habis barulah dia bisa istirahat ketika jam menunjukkan pukul 23.15 malam. Rendy Syaputra singgah di restoran siap saji untuk memesan makanan untuk dibawanya pulang kerumah.
Ketika hendak masuk kembali kedalam mobil Rendy mendengar suara seorang wanita berteriak kecang.
"Kak Zy tolong akuuu"
"Siapa wanita itu kenapa dia memanggil Zy?" Rendy menajamkan penglihatan dibalik kacamatanya.
"Maysa sama Ryan, kenapa Ryan menggendong Maysa?"
"Kak Zyy..."
"Ada apa Ryan, kenapa Maysa teriak teriak manggil Zy"
"Maysa mabuk berat, dia mengira laki laki di dalam club adalah Zy. Aku harus membawanya pulang kerumah papanya"
"Oo iya lah" Rendy mengangguk
Segitu hancurnya Maysa karena Alzyan, padahal Ryan selalu setia mendampinginya.
Rendy lalu kembali memacu mobil mercy miliknya pulang kerumah. Sampai dirumah Dia segera mengisi perutnya yang sudah sangat lapar. Jam makan malam memang sudah lewat, sebenarnya tak baik makan pada jam 12.00 begini tapi apa boleh buat. Dia seorang dokter tapi tak mampu menjaga kesehatannya sendiri.
Setelah makan Rendy menyegarkan tubuhnya yang sudah sangat gerah dan lengket karena keringat. Selesai mandi dan solat isya dia berbaring diatas tempat tidurnya yang berukuran King.
Diusia 35 tahun ini Rendy masih saja sendiri, bukan tak ingin berkeluarga tapi dia terlalu sibuk dengan pekerjaannya, dan ada satu hal yang membuatnya belum menikah sampai sekarang.
__ADS_1
Rendy melihat lihat ponselnya lalu memandang beberapa foto seorang gadis yang tersimpan didalam galery ponsel berlogo buah itu.
"Rahayu, aku sangat merindukanmu. Sudah lebih dua minggu aku tak mengunjungimu"
POV Rendy
Aku adalah seorang anak yatim piatu yang barnasib sangat baik, ketika berumur 13 tahun seorang pengusaha kaya memungutku dari jalanan ibukota, dan dia mengadopsiku dari panti asuhan. Lalu membawaku ke Pekan Baru. Aku disekolahkan dan diberi fasilitas sama seperti Alzyan anak kandungnya. Hal ini karena aku membantunya dari dua orang preman yang mencopet tasnya yang berisi uang satu milyar rupiah.
5 Tahun aku memendam rindu dengan Rahayuku, Ketika Kami berpisah Rahayu berusia 5 tahun dan aku berusia 13 tahun, aku mencintai gadis kecil yang lucu itu. Dan aku tahu gadis kecil itu juga menyukaiku, dia menangis saat kami berpisah.
Nasib baik Tuan Akmal Karim pindah ke ibukota 5 tahun kemudian, usaha Tuan Akmal yang kupanggil ayah itu maju pesat dia membuka cabang restoran di mana mana, dia memang seorang laki laki yang hebat. Ketika pindah kembali ke Jakarta aku segera mengunjungi panti asuhan Kasih Ibu untuk menjumpai Rahayu. Dari jauh Rahayu sudah mengenalku padahal tubuhku tumbuh sangat cepat, aku sudah tinggi dan tubuhku juga tak kurus lagi. Dia berlari menghampiriku dan memamerkan senyum manisnya. Semenjak saat itu kami berhubungan kembali dan Kami menjadi sepasang kekasih.
Hubungan cinta aku dan Rahayu tak berjalan mulus, aku dikirim ayah ke London untuk mendapat gelar dokter. 7 tahun di London, setelah aku pulang ke Jakarta aku kembali menemui Rahayuku dia semakin cantik saja. Namun ternyata dia hanya bersekolah sebatas sekolah menengah pertama saja. Hal itulah yang membuat ayah tak merestui hubungan kami, karena Rahayu dianggap tak sepadan denganku yang seorang dokter lulusan luar negeri. Aku dipersiapkan ayah untuk mengelola rumah sakit miliknya.
Namun aku tetap memperjuangkan cintaku secara diam diam, aku meminta Rahayu untuk bersekolah lagi. Kemudian aku membiayai Rahayu kuliah, dia mengambil jurusan tata boga. Dan kini Rahayuku sudah mempunyai toko kue sendiri, tentu saja aku yang memodalinya.
****
Alzyan memasak sarapan untuk istrinya, seperti dulu dia menyuapi Tania dan sesekali mencolek squisy miliknya yang semakin montok saja.
"Udah biarin dulu suamimu melepas rindu, mmph" Dilarang mencolek malah dia mencium pipi Tania.
***
Pagi ini Rendi kembali harus menghadapi pertanyaan ibunya. Yang lebih memusingkan Rendy ibunya meminta dia menjemput Tania pagi ini juga.
"Ren, jemputlah Tania. Bilang ibu sangat merindukannya"
"Bu, aku tak berani nanti Alzyan marah. Alzyan sekarang belum pulang dari Pekan Baru."
"Biar ibu nanti yang menjelaskan, atau kau telepon saja Tania. Ibu mau bicara sebentar sama Dia."
"Ibu, aku tak pernah menelpon Tania sebelum ini. Aku tak punya nomor ponselnya"
__ADS_1
"Ada di ponsel ibu, tapi ponsel ibu tak ada pulsanya. Tolong telponkan Tania buat ibu."
Rendy gelagapan harus beralasan apalagi, akhirnya dia menghubungi nomor ponsel Tania.
"Nomornya tidak aktif Bu"
"Sebenarnya ada apa sih sama Tania, Tania tak kabur dari rumah kan Ren ?"
"Tidak Bu, jangan berpikir macam macam Bu"
"Kalau begitu jemputlah dia sekarang, kalau tidak ibu tak mau lagi dirawat. Ibu mau pulang biar dirawat Tania saja. Menantuku juga bisa kalau sekedar memasang infus, menukar cairannya. Dokter juga bisa mengunjungi ibu dirumah."
"Bu, ehmm tunggu nanti saja ya aku sedang sibuk sekarang. Sebentar lagi ada staf meeting"
"Selalu saja begitu, kau dan Alzyan sama saja. Ibu kesepian. Ibu ingin ditemani menantu ibu"
"Kan ada bi Harti Bu"
"Kau tak tahu rasanya jadi orang tua Ren" Diana berkata lirih, bulir air menetes dari mata indahnya.
Wanita paruh baya itu kelihatan lelah dan kesepian. Air mata yang mengalir dipipinya membuat hati Rendy merasa perih melihatnya.
Bu aku akan coba mencari Tania, dan memintanya menjaga ibu disini. Aku menyayangi ibu. Maafkan aku yang belum bisa membalas jasa ibu. Aku telah lancang menolak perjodohan dengan Samantha. Dan jika ayah kembali memintaku menikahi Maysa, aku berjanji akan menerimanya. Aku akan mengorbankan cintaku sendiri.
"Ren, kenapa melamun nak. Jika memang ada staf meeting pergilah."
"Hmm , iya Bu"
Terdengar suara langkah kaki dari luar, kemudian terdengar ketukan pintu disusul oleh suara salam.
"Assalamualaikum"
"Waalaikum salam, Taniaa" Diana tersenyum sumringah melihat anak dan menantunya didepan pintu masuk.
__ADS_1
***
Hayoo like like nya donk