Cinta Buat Kanaya

Cinta Buat Kanaya
Tujuh Bulanan


__ADS_3

Alzyan menyeruput kopi hitam yang telah disiapkan bi Asih, dia menaruh kembali gelas kopi keatas meja. Alzyan menatap ayahnya, dia tahu laki laki itu masih ada yang ingin disampaikannya. Sementara Rendy sepertinya termenung, mungkin dia baru tahu sedikit kisah cinta ayah dan ibu angkatnya.


"Alzyan, ayah telah memikirkan bagaimana sebaiknya kamu menghadapi masalah ini. Ayah harap kali ini kamu setuju dengan ayah"


"Apa itu ayah"


"Paman Omar di Pekan Baru, apa kau pernah mengunjunginya?"


" Terakhir setahun yang lalu, dia juga sangat sibuk ayah. Ada apa dengan paman Omar ?"


Omar adalah kerabat Akmal dari Madinah, dia seorang dosen di UIN Sultan Syarief Kasim di Pekan Baru. Selain dosen dia juga sering mengisi pengajian di beberapa kota di Indonesia.


"Nabila, Putri Omar dia seorang wanita yang cantik, cerdas, dan berbakat. Namun dia malang, suaminya meninggal sekitar enam bulan yang lalu. Sekarang dia janda dengan satu orang anak"


"Aku juga dengar kabarnya, waktu itu aku baru saja pulang dari Pekan Baru. Aku tak sempat kembali ke Pekan Baru untuk melayat. Lalu apa hubungannya masalah ini dengan Nabila ?"


"Alzyan, Nabila bisa membantumu mengurus perusahaanmu di Pekan Baru. Dia sekarang butuh pekerjaan, berikan dia pekerjaan diperusahaanmu " ucapan Akmal.


"Tentu ayah, dia hanya perlu melengkapi berkas berkas saja. Sudah pasti diterima bekerja"


"Bukan hanya bekerja, Omar memintamu pada Ayah untuk Nabila, dia tadi datang kerumah kita"


"Maksud ayah?".


"Ini tentu sulit bagimu, kamu pasti menolaknya karena kamu mencintai istrimu"


"Paman Omar ingin aku menikahi Nabila, yang benar saja ayah"


"Pikirkan dengan kepala dingin, kau tahu bagaimana jasa Omar pada ayah dan pada ibumu. Jika dia tak memperjuangkan ayah dan ibumu kau pun belum tentu lahir kedunia ini"


"Tapi ayah"


"Nabila sangat terpuruk dengan kematian suaminya. Dia teman masa kecilmu kan, kau tentu sangat mengenalnya"


"Ya, justru itu aku sudah menganggapnya adik"


"Omar memintamu menikahi putrinya, dia memohon pada ayah. Dia bukannya tak mencoba melamar laki laki lain sebagai suami Nabila. Tapi Nabila selalu menolak, sampai dia mengatakan jika dia hanya nyaman berada didekatmu. Nabila mencintaimu".


"Tapi aku sudah punya Tania yah,


maaf aku tak bisa menerima perjodohan ini. Andai saja ayah menjodohkanku dengan Nabila sebelum aku menikahi Tania tentu aku akan menerimanya"


"Salah ayah juga dulu malah mendukung hubunganmu dengan Maysa. Tapi ini belum terlambat, kamu masih bisa menikahi Nabila "


"Maaf ayah, aku tak bisa".


"Kamu laki laki, kamu bisa beristeri lebih dari satu. Tentu akan menyakiti Tania pada awalnya, kau berbicaralah baik baik dengannya. Dia tentu akan mengerti"


"Maaf ayah aku permisi" Alzyan berdiri, lalu meninggalkan ayahnya. Dia ingin menemui ibunya. Sementara Rendy diam terpaku, Dia tak berani berkomentar apa apa.


"Alzyaan, Tania wanita yang baik dia akan mengerti kondisimu. Asalkan kau adil padanya. Ayah rasa tak masalah"


Alzyan tak memperdulikan kata kata ayahnya lagi, Alzyan tak habis pikir. Ayahnya ketika masih muda menolak dijodohkan, tapi mengapa dia malah ingin menjodohkan anaknya yang sudah beristeri. Alih alih laki laki boleh berpoligami.


Alzyan menemui ibunya yang berada dalam kamar, terlihat wanita paruh baya yang masih sangat cantik itu sedang memakai skin care. Wanita itu menoleh menyadari kehadiran putranya.


" Zy, ada apa menemui ibu. Kenapa tak langsung pulang kerumahmu, Tania pasti menunggumu"


"Aku sudah menghubunginya mengatakan aku kerumah ibu"

__ADS_1


"Ada apa Zy ?"


"Ayah sudah memberitahu ibu?" Duduk disisi ranjang ibunya.


"Perihal paman Omar?"


"Iya "


Diana mengangguk, dan menghela nafas.


"Kamu berhak menolak, ataupun menerimanya itu terserah padamu."


"Tentu saja aku menolaknya Bu"


"Ibu mendukung keputusanmu".


"Tapi bagaimana kalau ayah bersikeras bu"


"Dan kau berjuang keraslah untuk rumah tanggamu" Diana mengusap pipi putranya.


"Oh ya Tadi ibu iseng lihat rekaman cctv, kok tingkah Tania terekam cctv lucu banget ya. Hayoo habis ngapain" Diana tersenyum menggoda putranya.


"Oh ya, aku mau lihat"


"Lihat saja di ruangan monitor cctv"


Alzyan sudah sampai di ruangan monitor cctv


"oops, ini kan malam pengantin kami. Kenapa Tania mengendap endap keluar dari kamar. Bawa selimut pula.. kayanya takut ketahuan"


"Astagfirullah, jadi begini caranya dia menghilangkan jejak malam pertamanya. Ada ada saja istriku ini" Alzyan geleng geleng kepala, namun setelah itu dia tersenyum senyum sendiri sambil terus memperhatikan tingkah Tania.


Alzyan mematikan video rekaman cctv, melihat tingkah Tania yang lucu membuat dia merindukan wanita itu dan ingin segera memanjakannya. Alzyan lalu keluar lagi menemui ibunya.


"Ibu aku pamit pulang, Tania pasti sudah menungguku"


"Iya hati hati, jangan terlalu dipikirkan permintaan ayahmu. Dan jangan sampai Tania tahu, tidak baik buat kehamilannya"


"Iya Bu"


Alzyan segera pulang, Rendy dan ayahnya sudah tak terlihat lagi di ruang keluarga.


***


Sampai di kamarnya, Tania sudah tertidur. Alzyan sedikit kecewa karena dia sangat merindukan istrinya namun ia tak mau mengganggu tidurnya.


Alzyan menyibak anak rambut yang menutupi wajah Tania, ditatapnya wajah yang cantik dan menenangkan itu. Menatap wajah cantik Tania berlama lama sangat menyenangkan baginya.


"Maafkan aku yang sempat meragukanmu, aku berjanji akan membahagiakanmu. Aku berjanji mencintaimu seumur hidupku dan hanya kamu" Alzyan lalu mengecup bibir ranum milik istrinya, namun sangat pelan karena takut membangunkannya.


Alzyan berbaring disebelah Tania, dia memeluk Tania dari belakang dan mengusap usap perut istrinya.


Tak kan kubiarkan seorangpun menyakitimu Nia


***


Hari yang dinantikan telah tiba, tujuh bulanan kehamilan Tania. Alzyan meminta tujuh bulanan dilakukan secara adat Melayu, Tania pun tak membantahnya. Walaupun dia ingin seperti wanita Jawa pada umumnya, namun menurut Tania hal ini bukan sesuatu yang harus diperdebatkan.


Rangkaian acara digelar secara sederhana saja, doa bersama, memanggil bidan dan sedekahan.

__ADS_1


"Bu, maksudnya apa sih Bu manggil Bidan ?" Tanya Tania


"Orang tua zaman dulu, biasanya manggil dukun kampung. Gunanya untuk memberitahu dukun bahwa kehamilan kita sudah besar, supaya dukun bersiap siap jika suatu waktu suami kita memanggilnya untuk menolong melahirkan."


"Oh gitu ?" Tania mengangguk angguk"


"Karena kita nggak melahirkan sama dukun, makanya ibu mengundang dokter Susan saja. Dia sudah datang kok. Mungkin sedang mengobrol dengan undangan lainnya di sebelah sana"


"Dan ini singgang ayam dihadiahkan untuk dukunnya, maksudnya dokter Susan. Zy panggilkan dokter Susan ajak dia kesini. Acara mau segera dimulai"


"Baik Bu"


Kemudian rangkaian acara segera dilakukan satu persatu, Semua yang hadir terutama Alzyan dan Tania mengharap persalinannya lancar dan mendapat anak yang sehat, murah rezeki dan taat kepada Allah.


Tamu undangan sudah pulang satu persatu.


"Makasih ya, aku dapat Singgang ayam. sepertinya enak banget nih" Dokter Susan sumringah.


"Itu khusus buat dukun beranaknya, maksudnya dokter yang menangani Si Ibu hamil" ujar Diana.


"Enak banget ya jadi dukun beranak dapet yang beginian. Kalau setiap ibu hamil memberiku Singgang ayam bisa gendut diriku makan enak tiap hari" Susan tersenyum jenaka.


Yang berada disana jadi tertawa, mendengar guyonan dokter Susan.


"Bu dokter bisa saja. Gendut gendut pak Antony tetap suka kok sama Bu dokter" goda Tania.


Muka Susan jadi merah merona digoda oleh Tania. Antony yang berdiri disebelah dokter Susan tersenyum saja sambil melirik dokter Susan yang malu malu.


"Eh kabarnya, pak Evan menikah bulan depan ya ?" Tania bertanya.


"Minggu depan Rendy. Bulan depan Evan, kalian kapan ?" Alzyan ikut menggoda dua pasang kekasih yang baru jadian itu.


"Doakan secepatnya" Antony yang menjawab.


"Amiin" Semua yang berada disana mengamini, membuat dokter Susan kembali merah merona.


"Hmm, kabarnya Arkhan dijodohkan sama Maysa loh" Susan mengalih pembicaraan tentang dirinya.


"Hahhh" Alzyan tak bisa menyembunyikan keterkejutannya. Namun Tania biasa saja.


"Alhamdulilah berarti misiku dan mba Ayu berhasil"


"Misi kalian ?" Alzyan penasaran.


"Tanya saja sama mbak Ayu" Ayu yang sedang mengobrol dengan bibi Salma menoleh ketika namanya disebut.


Semua menatap Ayu, seakan meminta penjelasan.


"Ada apa?" Tanya Ayu.


"Maksud Tania apa, misi kalian menjodohkan Maysa dengan Arkhan. Memangnya bagaimana cara kalian menjodohkannya?" Alzyan penasaran.


"Cukup dengan mengenalkan nyonya Helen dengan Maysa, selanjutnya urusan mereka"


"Ooo" Semuanya cukup mengerti dengan penjelasan singkat dari Rahayu.


"Kuharap Arkhan akan bisa menjinakkan Maysa" ucap Alzyan penuh harap.


"Semoga saja mas" Tania mengangguk angguk.

__ADS_1


****


__ADS_2