Cinta Buat Kanaya

Cinta Buat Kanaya
Menjenguk Ayah


__ADS_3

Alzyan mengurut pelipisnya, pusing memikirkan pekerjaan yang tak ada habisnya kini ditambah lagi dengan gangguan dari Maysa tadi. Belum lagi berita mengejutkan ternyata wanita yang dijodohkan ayahnya dengan Rendy adalah Maysa.


"Kak Rendy sangat mencintai Ayu, mengapa dia malah menerima perjodohan nya dengan Maysa yang sama sekali bukan tipenya, tapi ini menguntungkanku. Kak Rendy bisa menjaga Maysa agar tak mengganggu rumah tanggaku lagi" Alzyan menghela nafas.


"Aku bisa hidup bahagia dengan Tania, tapi bagaimana dengan Ayu ? kasihan dia."


Lamunan Alzyan terusik dengan suara ponselnya, dia meraih ponselnya diatas meja.


"Hallo, Antony?"


"Alzyan, kondisi tuan Akmal agak menurun. Rendy sedang memimpin rapat. Bisakah kau kesini?"


"Oke, saya kesana sekarang !" Alzyan bergegas menyambar kunci mobilnya lalu keluar dari ruangannya. Di depan ruangan Affandi dia berhenti singgah sebentar.


"Fandi, saya kerumah sakit. Handel semuanya" Lalu bergegas menuju lift khusus petinggi Jaya Group.


Alzyan mengemudi mobilnya dengan kecepatan cukup tinggi menyalip beberapa mobil lainnya namun dia tetap hati hati. Sampai di parkiran rumah sakit dia pun bergegas keruangan ICU.


"Bagaimana ayahku?" bertanya pada dokter Antony.


"Tekanan darah meningkat, dan saturasi oksigen menurun. Kami akan melakukan yang terbaik, ini biasa terjadi."


"Baiklah lakukan saja yang terbaik, tapi bagaimana bisa begini ?"


"Menurut perawat kondisi Tuan Akmal menurun sekitar 5 menit setelah pak Gunawan keluar dari ruangannya. Mungkin ada yang mengganggu pikirannya, Tuan Akmal akhir akhir ini kan bisa merespon suara. Dia mendengar suara kita"


"Oo begitu, Pak Gunawan kesini tadi?"


"Benar, tapi saya bukan menuduh dia melakukan apa apa sama pak Akmal"


"Saya minta rekaman cctv diruangan ini"


Dan 20 menit kemudian


"Apa kabar Akmal, Rendy malam tadi menemuiku dia menerima perjodohan nya dengan Maysa. Tapi sayangnya anakku tidak menerima perjodohan itu. Aku akan mengusahakan agar dia menerimanya. Pernikahan itu tetap akan terjadi"


"Mungkin berita itu mengejutkan bagi Tuan Akmal, tuan Akmal memang seharusnya diajak bicara tetapi sesuatu yang membuatnya bahagia dan semangat. Bukan yang membuatnya down"


Alzyan menganguk angguk, dia tak bisa juga menyalahkan pak Gunawan.


***

__ADS_1


Ayu dan Nia sedang asyik mengobrol sambil makan salad buah yang dibawa Ayu. Ada ada saja yang mereka berdua bicarakan mulai dari kehamilan Tania, makanan kesukaan Zy dan Rendy, scincare yang mereka pakai dan akhirnya tentang toko kue Ayu. Diana bahagia melihat Tania ternyata cepat akrab dengan Ayu. Namun Diana bersedih memikirkan suaminya yang tidak merestui hubungan Ayu dan Rendy.


"Setelah ini aku menjenguk ayah, sudah lama aku tak menjenguknya. Kamu ikut mba?"


"Ehm, ayolah aku juga ingin menjenguk ayah"


"Aku telpon pak Indro dulu, biar dia mengantar kita kesana"


Selesai menelpon Indro, Tania berpamitan dengan Ibu Diana. Ayu juga berpamitan.


"Ibu, aku dan mba Ayu kerumah sakit jenguk ayah, ibu istirahat ya. Nanti obat untuk malam sama bi Yumi, tadi sudah aku bilang sama bi Yumi"


"Ayu doakan ibu dan ayah sehat seperti dulu lagi, ayu kerumah sakit ya Bu"


"Iya, kalian berdua hati hati ya"


"Iya Bu"


Dirumah sakit dia wanita cantik berjalan beriringan memasuki ruang rawat inap. Ternyata diruangan itu telah menunggu pasangan mereka masing masing.


"Mas Zy disini?" sapa Tania


Tania menghampiri Alzyan dan mencium punggung tangan suaminya itu, dan Alzyan berdiri dari duduknya lalu mengecup ringan kening istrinya. Sementara Rahayu yang merindu hanya bisa senyum malu malu, dan Rendy sepertinya agak canggung.


"Duduklah, aku berdiri saja" Rendy yang tadinya duduk dikursi akhirnya berdiri.


Ayu dan Tania duduk di kursi sementara Rendy dan Alzyan berdiri disamping mereka.


"Ajaklah ayah berbicara, berikan semangat. Tadi kondisinya sempat menurun tapi sekarang sudah stabil"


Tania mengangguk, lalu dia meraih tangan ayah mertuanya, mengelus tangan yang lemah itu.


"Ayah cepat sembuh ya, nanti ayah bisa bermain sama cucu ayah. Nia yakin ayah kuat dan masih bisa menggendong cucu ayah. Insya Allah cucu ayah perempuan, dia nanti pasti cantik seperti neneknya"


Ayu sepertinya juga ingin berkomunikasi dengan tuan Akmal, namun dia ragu. Dia tahu Akmal kurang menyukainya.


"Mba, nggak ingin ngobrol sama ayah ?, ayolah. Ayah bisa denger suara kita loh, siapa tahu nanti ayah bisa cepat sadar dengan kita sering mengajaknya bicara. Benar kan mas Zy.."


"Iya Yu" Alzyan mengangguk.


Ayu menatap Rendy seakan meminta izin. Rendy mengangguk, dia tahu Rahayu tak akan membuat ayahnya memburuk.

__ADS_1


"Berikan semangat pada ayah" Bisiknya pada Rahayu. Rendy ingat dua minggu yang lalu kondisi ayahnya membaik setelah Ayu menjenguknya.


Ayu melakukan hal yang sama seperti Tania, dia menggenggam tangan tuan Akmal.


"Tuan cepat sembuh ya, ayu tahu tuan seorang laki laki yang kuat. Tuan pasti bisa melewati semua ini, Ayu ingin melihat tuan Akmal yang gagah dan kuat. Ayu ingin melihat tuan Akmal yang bersemangat. Maafkan Ayu, izinkan Ayu memanggil Ayah. Ayah harus sembuh" Ayu mencium punggung tangan Akmal. Lalu dia berdiri, matanya sudah berkaca kaca. Tapi ditahannya airmata yang hampir jatuh itu.


Mengejutkan Akmal menggerakkan tangannya, namun bulir air mata jatuh dari sudut matanya. Rendy terkejut dia takut kondisi ayahnya memburuk lagi.


"Ayaah, panggilkan perawat Zy" Rendy kelihatan panik, bagaimanapun juga kondisi ayah yang sempat menurun tadi ada sangkut pautnya dengan dirinya.


"Mas Rendy, tak apa.. lihatlah layar monitor tanda tanda vital ayah semua normal" ujar Tania.


Rendy melihat kelayar monitor, dan akhirnya bernafas lega. Alzyan dan Ayu tak paham membaca layar monitor itu. Namun mereka juga bernafas lega.


"Ayah jangan menangis, kami semua sayang ayah. Mbak Ayu juga sayang ayah, Nia yakin ayah telah mengizinkan mba Ayu memanggilmu ayah" Tania menyeka airmata dipipi mertuanya. Akmal tampak bernafas teratur dan wajahnya terlihat damai.


"Mas, aku sama mba Ayu pulang duluan ya sama pak Indro"


"Baiklah hati hati ya, mas pulang malam. Lembur" Lalu dia mengecup kening istrinya.


Rahayu juga berpamitan dengan Rendy, dia merasa seperti ada yang lain dengan Rendy. Namun dia tak berani bertanya.


***


Malam harinya Alzyan pulang membawa tubuh lelahnya, banyak sekali kejadian hari ini. Dia ingin berbagi cerita dan bermanja dengan si cantik. Rasanya dia ingin cepat cepat sampai kerumah menjumpai sicantik obat lelahnya.


Sampai dirumah bi Harti yang membuka pintu, mungkin Nia sudah tidur pikir Alzyan.


"Ehm bos, Nyonya tadi tidak makan malam. Dia tidak suka dengan semur buatan bibi" Bi Harti tampak menunduk.


"Loh bibi gimana, ya masakkan dia makanan yang dia suka, hh" Alzyan cukup kesal dibuat bi Harti, masalah begini saja melapor.


"Anu bos, nyonya inginnya masakan yang nggak bisa bibi masakin. Itu apa namanya bibi lupa, bibi belum pernah memasaknya"


"Masakan apa itu, kan bisa di pesan di restoran bi. Mau makanan Jepang, makanan Korea, Amerika semua ada. Kenapa dibikin susah?" Alzyan terheran kenapa bi Harti lemot begini, biasanya bi Harti gaul, penuh ide dan tidak gaptek amat.


"Anu boss, bos tanya sendiri deh sama nyonya" bi Harti menggaruk garuk kepalanya.


Alzyan memang kesal juga sama bi Harti, tapi dia sangat senang akhirnya dia akan seperti suami suami lainnya yang kelimpungan mencari makanan idaman istri. Dalam hati ia penasaran makanan seperti apakah yang di idamkan Tania, sampai sampai bi Harti tak bisa mengatasinya.


****

__ADS_1


__ADS_2