Cinta Buat Kanaya

Cinta Buat Kanaya
Pasangan Bucin


__ADS_3

Nia dan Zy sudah kelelahan berbelanja di mall dan supermarket, Zy sudah memborong banyak pakaian, lingeri, sepatu dan kosmetik untuk istrinya. Memang barang belanjaan mereka bukan barang branded, tapi ya jauh lebih berkelas daripada pakaian Nia selama ini yang entah kawe ke berapa. Zy juga sudah belanja untuk keperluannya selama di Riau. Karena sibuk berbelanja mereka tak sadar ada sepasang mata yang mengawasi mereka.


"Mas, aku lelah" pasang wajah imut, dia tak sadar wajah imut inilah yang bikin Zy ingin menerkamnya tiap saat.


"Sedikit lagi, mas mau beliin kamu perhiasan"


"Mas, jangan. Perhiasan kan mahal, nanti saja kalau kamu sudah kaya"


"Siapa yang mau beli kamu perhiasan mahal ?" mengacak acak rambut Nia.


"Ya kali aja mas mau beli berlian buat istri cantik mas ini"


"Kalau mau berlian tunggu mas jadi orang kaya mas akan belikan buat istri cantik mas ini, sekarang mas belum cukup uang untuk itu". Zy menggamit tangan istrinya ke sebuah toko perhiasan.


Nia mengikuti langkah panjang suaminya


"Mas, memangnya cincin yang mas berikan kemarin bukan berlian ya? "


"Itu berlian, tapi ibu yang belikan"


"Oo" Nia mengangguk angguk tanda mengerti.


Sesampainya di toko perhiasan Zy meminta Nia untuk memilih kalung berbahan emas kuning. Nia tertarik dengan sebuah kalung sederhana dengan liontin kecil berbentuk bulat dari permata yang sudah pasti bukan berlian.


"Aku mau yang ini saja" Nia menunjukkan kalung yang diinginkannya. Pegawai toko mengambil kalung itu. Zy lalu memakaikannya keleher Nia. Kalung itu pas di dadanya, kelihatan sangat manis. Zy lalu membayar setelah Nia yakin akan pilihannya.


Ketika keluar dari toko perhiasan, Zy hampir menabrak seseorang. Karena saking gemasnya pada sang istri dia jadi tidak melihat jalan tetapi melihat wajah istrinya yang ceria karena baru saja dibelikannya kalung.


"Hei Alzyan, kalau jalan lihat lihat" sapa laki laki itu, Zy hapal betul suara itu.

__ADS_1


"Ryan? " Lalu mereka bersalaman dan berangkulan, dua sahabat yang sudah lebih 1 tahun tak bertemu.


"Kabarnya kamu sudah menikah, tapi bukan sama Maysa? "


"Iya bukan, ini istriku Tania" Zy memperkenalkan istrinya. Tania dan Ryan lalu bersalaman. Seperti biasa Nia selalu tersenyum ramah dengan orang yang baru dikenalnya. Namun Ryan malah mengernyitkan dahinya, membuat senyum Nia memudar.


"Ayolah kita minum minum dulu" ajak Zy. Mereka bertiga lalu masuk kedalam coffee shop. Lalu memesan varian coffe kesukaan mereka masing masing. Nia memang tak suka kopi, dia berkesempatan ke toilet karena dia memang sudah kebelet.


"Kapan kamu kembali ke indonesia? "


"Baru dua hari, kenapa nggak ngasih kabar kalau mau nikah, aku bisa saja percepatkan pulang" Ryan mengaduk aduk white kopi miliknya.


"Acaranya mendadak Ryan" sahut Zy sambil menyeruput kopi hitamnya.


"Oo, kalian pasti di jodoh? " selidik Ryan.


"Ehmm, iya. Tapi dijodoh sama pujaan hati. haha.." Zy terkekeh.


"Dia tak kurang apa apa, kami hanya tidak jodoh itu saja"


"Kamu tak banyak pengalaman soal wanita, apa itu yang membuat kamu pasrah saja ketika dijodoh? "


"Sudah kubilang aku dijodoh dengan pujaan hatiku, Nia cinta pertamaku" Zy berkata yakin.


"Jadi Maysa bukan cinta pertamamu ?"


Zy menggeleng, kemudian Nia menghampiri mereka. Ryan melirik Nia sekilas, lagi lagi dia mengernyitkan dahinya melihat Nia.


"Bagaimana mungkin Alzyan memilih wanita ini, yah memang manis sih. Tapi Maysa jauh lebih anggun dan berkelas. Sangat sulit menaklukkan Maysa, aku saja bertahun tahun mendekatinya tapi dia lebih memilih kamu, malah kamu menyia nyiakannya" Ryan bermonolog panjang dalam hatinya.

__ADS_1


Sebenarnya sedari tadi Ryan mengawasi Zy dan istrinya belanja. Ryan dan Zy berteman semenjak di kelas 1 SMU, sedangkan Maysa waktu itu masih dikelas 1 SMP. Mereka bertiga saling mengenal karena ayah mereka bertiga adalah teman bisnis. Ryan menaruh hati pada Maysa namun Maysa mencintai Zy. Ryan ikhlas mengalah asal wanita yang dicintainya bahagia. Tak disangka oleh Ryan ternyata Zy menghianati cinta Maysa dengan mudahnya


***


Saatnya bersantai sore, Zy dan Nia kejar kejaran dalam kolam renang, tentu saja pak Indro tidak boleh mendekat ke lokasi, seakan akan pak Indro adalah virus covid 19 yang harus di lockdown sore itu. Itu karena Zy tak mau pak Indro melihat tubuh Nia.


Setelah lelah kejar kejaran Nia beranjak dari kolam dan duduk di kursi, Nia mengenakan kaca mata hitamnya bergaya seperti di pantai. Kemudian menyeruput jus jeruknya. Nia menoleh kearah zy yang baru keluar dari air, Zy yang bertelanjang dada dengan rambut yang basah menbuat Nia melongo.


"Gile om om ini bikin aku ngiler" gumamnya tak jelas. Matanya tak berkedip memandang suaminya.


"Heii, Nia kau ngiler..!!" Zy memergoki Nia.


"Apaan sih mas, eh mas ayo diminum jusnya" Tania mengalih perhatian Zy, karena malu kepergok lagi melongo. Zy mendekat dan duduk disamping istrinya, lalu meminum jus jeruk miliknya.


"Mas, makasih ya tadi aku sudah diajak belanja. Baru sekali aku belanja sebanyak tadi, pasti tabungan kamu habis ya mas ?"


"Iya, tinggal separonya. Tapi tak apalah buat isteri tercinta. Uang bisa dicari yang penting aku bisa lihat kamu bahagia"


Merah merona muka Nia disebut oleh suaminya isteri tercinta. Begitu besarkah cinta suaminya pada dirinya. Nia tak menyangka pernikahannya akan bahagia begini, dipikirnya pernikahan dengan perjodohan hanya ada istri yang mengharap cinta suami, dan suami yang kaku dan berlaku kasar. Tapi beda sekali dengan pernikahannya, walaupun dijodoh dia sangat bahagia menikmati masa pacaran setelah menikah dengan suaminya.


"Nia kamu lugu sekali sih, belanja tadi tak sampai 1 persen dari tabunganku. Maafkan aku yang hanya membelikanmu barang barang biasa. Sebenarnya tadi aku ingin membeli kamu pakaian yang berkelas, tapi aku ingin menuruti seleramu dulu, aku takut kamu tersinggung jika aku yang memilihkan." Zy membatin dalam hati.


"Tadi sebenarnya aku ingi beli pakaian muslimah, aku ingin berhijab. Tapi sepertinya Mas Zy belum mengizinkanku berhijab, dia malah membelikanku banyak lingerie."


Dulu sewaktu berpacaran dengan Maysa, Zy banyak sedikit mengetahui tentang pakaian wanita. Sebenarnya dia ingin membelikannya juga buat Nia, tapi dia takut Nia tak suka. Jadi dia tak protes apa yang dipilih Nia, tapi dia membeli beberapa potong lingerie buat istrinya.


"Maafkan aku yang pura pura miskin Nia, nanti ada waktunya kau tahu siapa suamimu. Aku ingin kita sama sama berjuang dari bawah" Zy masih berbicara dalam batinnya.


Setelah menghabiskan jus jeruk mereka, Pasangan bucin itu lalu masuk kedalam rumah. Zy menggendong Nia di punggungnya, bi Harti jadi senyum senyum sendiri melihatnya. Dia ikut bahagia melihat bos dan nyonya mudanya dimabuk cinta.

__ADS_1


*****


__ADS_2