Cinta Buat Kanaya

Cinta Buat Kanaya
Sudah sampai dirumah


__ADS_3

Tania merasa bersalah karena telah menerima pemberian Arkhan, sementara dia masih berstatus istri Alzyan. Bahkan dia kemaren sempat merasa bahagia mendapat perhatian dari Arkhan. Tania menyadari itu adalah karena dia selama ini tidak merasa diperhatikan oleh suaminya sementara Arkhan yang bukan siapa siapa memberi perhatian padanya, sehingga dia sempat terlena dengan perhatian Arkhan. Tania sangat menyesal.


Alzyan menunggu penjelasan dari dua orang ini yang berebutan pula untuk memberi penjelasan.


"Nia, sebelum kalian berangkat aku ingin memastikan kalian baik baik saja dan tak ada kesalahpahaman lagi. Biarkan aku yang menjelaskan" Aisyah menangkup dua tangannya pada pipi Tania.


"Baiklah" Tania mengangguk, dia tahu temannya ini ingin yang terbaik untuknya.


"Tuan, sebenarnya ini berawal dari diriku yang sudah berani memboncengi Tania ke kota M hari Sabtu kemaren, Tania ingin memeriksa kehamilannya. Di tempat praktek dokter kami bertemu dengan sahabatnya kak Arkhan, kami mengobrol sedikit. Mungkin setelah itu dia memberitahu pada kak Arkhan bahwa Tania kerja disini. Dan Minggu sore kak Arkhan datang bertamu, dia memaksa Tania menerima mobil pemberiannya, karena dia khawatir jika Tania bepergian dengan motor. Takut Tania kehujanan dan jika kenapa kenapa dengan kehamilan Tania kami bisa segera kerumah sakit dengan mobil ini katanya"


Alzyan mengangguk angguk, dia mulai paham dia juga merasa malu dan bersalah. Orang lain saja yang tak ada hubungan apa apa mengkhawatirkan keselamatan anak dan istrinya.


"Terus bagaimana dengan rencananya membelikan rumah ?" Tanya Alzyan masih ingin penjelasan.


"Mungkin karena kemaren Tania deman Tuan, Tania kelelahan. Aku keceplosan memberitahu Tania sakit ketika kak Arkhan menelpon, aku nggak tahu itu nomor dia. Dia khawatir lagi dan berencana membeli rumah yang nyaman lengkap ART dan sopir buat Tania, tapi Tania tak mengiyakannya tuan. Kak Arkhan itu orangnya memang suka memaksa."


Alzyan mengangguk angguk lagi, lengkap sudah rasa bersalah Alzyan. Ternyata ini semua karena salah dirinya juga sehingga orang lain yang memberi perhatian pada istrinya.


"Maafkan aku ya mas, aku sudah menerima pemberian kak Arkhan"


Alzyan mengangguk " Iya mas maafkan, semua juga karena salah mas yang tak bisa menjagamu. Kita jadikan pelajaran saja" Alzyan memeluk Tania, dia benar benar memaafkan istrinya karena manusia tak luput dari kesalahan.


" Ehm ehm" Ivan berdehem.


Tania mendorong sedikit tubuh suaminya, Alzyan mengurai pelukannya.


"Sudah siap ini. Ayo berangkat" Ajak Ivan.


***


Dirumah sakit Jaya Medica Center dalam sebuah ruangan VVip, Rendy seorang direktur rumah sakit sedang bingung menjawab pertanyaan dari sang ibunda. Diana ibu angkatnya, ibu yang telah mendidiknya menganggapnya sebagai anak kandung sendiri. Haruskah dia berbohong pada wanita ini.


"Ibu ingin kau jawab dengan jujur Ren, apa yang terjadi dengan Zy dan Nia. Mengapa Tania tak pernah menjenguk ibu kesini ?"


"Ehmm, mungkin dia sibuk Bu"


"Sibuk apa, kerja? Bukankah dia kerja dirumah sakit ini juga"


"Maksudnya sibuk dengan kerja lainnya, kerjaan rumah tangga Bu"

__ADS_1


"Ibu merasa ada apa apa dengan Nia, terakhir ibu melihatnya dia sepertinya bertengkar dengan Zy, ibu kurang jelas mereka meributkan apa. Ibu memang sakit Ren, tapi ibu tidak buta dan tuli. Hanya lidah ibu saja yang tidak bisa bergerak. Ibu tahu kalau Alzyan bertengkar dengan istrinya. Setelah bertengkar mereka menitipkan ibu dan ayah sama perawat, tidak berapa lama kemudian kondisi ayahmu memburuk. Ibu yakin ayahmu mendengar pertengkaran mereka didalam tidurnya.".


"Ibu tanya Alzyan saja Bu, aku tak tahu soal itu"


"Kapan anak itu pulang?"


"Seharusnya kemaren, aku kurang tahu kenapa dia menunda kepulangannya. Mungkin ada masalah dengan perusahaannya di Pekan Baru"


"Zy menyembunyikan masalah rumah tangganya, ibu tahu dia takut ibu banyak pikiran."


"Hmm, doakan saja rumah tangga mereka baik baik saja Bu"


Bagaimana ini, haruskah kubilang anak yang dikandung Tania bukan anak Alzyan. Alzyan sangat mencintai wanita itu, bahkan dia masih mengaharapkan Tania setelah tahu Tania menipunya. Alzyan tak mau menikahi Maysa juga demi Tania.


***


Alzyan membukakan pintu mobil untuk istrinya, mereka telah sampai di rumah. Rumah yang sudah dirindukan Tania. Alzyan membantu istrinya untuk turun dari mobil.


"Mas bantu ya"


"Kakiku kesemutan mas" Tania meringis


"Bilang saja mau digendong"


"Pak Indro bawa koper kedalam ya"


"Iya Tuan" Indro mengambil dua buah koper dari bagasi dan membawanya kedalam.


"Sini mas gendong saja" Alzyan mengulurkan tangannya pada punggung dan bawah kaki Tania, lalu mengangkatnya keluar dari mobil.


"Mas, aku berat loh. Nanti jatuh "


"Belum 80 kilo kan ?"


"Mana ada.." Tania cemberut.


Alzyan menggendong Tania naik keatas tangga kelantai dua, sampai didepan pintu kamar Alzyan melengos.


"Hh, berat juga ya" Alzyan menurunkan istrinya didepan pintu. Lalu dia membuka kunci pintu.

__ADS_1


"Istirahatlah, besok pagi kita menjenguk ibu"


Tania sudah tertidur lebih dahulu, Alzyan menatap wajah lelah sang istri. Masih tetap cantik walaupun tanpa riasan.Alzyan mendekat, menciumi pipi istrinya lalu mengecup bibirnya perlahan, takut membangunkannya. Dia sangat mendambakan istrinya. Namun dia tak mau mengganggu istirahat istrinya.


Malam itu mereka hanya beristirahat melepas lelah, dan Tania tertidur dengan lelap.


***


Disebuah club seorang wanita sedang mabuk berat, dua orang teman perempuannya kewalahan mengurusnya. Wanita itu mendekati para lelaki hidung belang sambil tersenyum menggoda.


"Kak, antar aku pulang kak.. kita bobo di apartemenku malam ini yah..?" senyum senyum menggoda. Sang laki laki seperti mendapat undian berhadiah satu miliar ketika si wanita menawari bobo bareng. Tentu saja, karena si wanita sangat cantik dan seksi. Dia menyentuh rambut panjang si wanita yang tergerai.


"May, memangnya kau kenal siapa laki laki itu?"


"Ini kan Kak Zy"


"May, ayolah kau mabuk berat" Bella menarik tangan Maysa, dilihatnya laki laki itu sudah seperti mau menerkam Maysa.


"Hei, ini wanitaku kau mau membawanya kemana"


Bella dan Nania bergegas membawa Maysa dari tempat itu sebelum Laki laki itu bertindak nekat. Nania mencoba menelpon seseorang untuk minta pertolongan, takutnya laki laki tadi tersinggung.


"Lepasin aku Bel, aku pulang sama kak Zy saja"


Namun Bella tak melepaskan temannya itu, dia menyeret Maysa keluar dari club. Namun ternyata Maysa mencoba kabur saat pegangan tangan Bella mengendor. Maysa berhasil kabur dan kembali masuk kedalam club.


"Maysaa" Bella berteriak.


"Benar benar anak itu, janjinya hanya minum sedikit malah kebablasan mabuk. Moga saja Ryan cepat datang, aku sudah menelponnya"


"Iya Nai, aku takutnya laki laki tadi memperkosa Maysa"


"Hhh, Maysa kok nggak bisa move on dari Alzyan sih. Dia selalu menyalahkan istrinya Alzyan, padahal dia sendiri yang salah. Saat Alzyan lagi bucin bucinnya sama dia malah dia selingkuh."


"Iya, sebenarnya Alzyan berpaling darinya bukan karena istrinya itu, memang setelah kejadian Maysa ketahuan selingkuh dia sudah nggak bisa mencintai Maysa lagi"


"Nai, mana Maysa" Ryan sudah datang ketempat itu.


"Kembali kedalam, dia nyari laki laki yang dikiranya Alzyan, cepatlah Ryan sebelum terlambat" Naina kelihatan cemas.

__ADS_1


Ryan lalu masuk kedalam club untuk mencari Maysa, dia tak mau Maysa kenapa kenapa. Sudah pasti Maysa malam ini mabuk lagi dan memakai pakaian seksi, dia membuka hijabnya tanpa sepengetahuan papanya.


****


__ADS_2