
"Hhh" Alzyan mendesah kesal, dia berlalu meninggalkan bi Harti naik ketangga menuju kamarnya. Alzyan membuka pintu kamar perlahan didapatinya sicantik sedang berbaring disofa dengan wajah yang sedikit merengut.
"Nia, bi Harti bilang kamu belum makan. Ayolah makan, kasian Kanaya. Kamu mau makan apa ?"
"Kalau aku minta yang aneh aneh apa mas mau memenuhinya ?"
"Insya Allah, mas akan usahakan semampu mas" Alzyan tersenyum, dia ingin sekali seperti suami suami lainnya yang kerempongan memenuhi permintaan istri.
Mata Tania berbinar mendengarnya, soalnya dia sangat menginginkan makanan tradisional ini. Sudah serasa dilidahnya rasa manis, asam dan pedas dan aromanya yang khas
"Nia mau gulai tempoyak ikan" Nia agak ragu apakah suaminya bisa mencarikan makanan ini.
"Hmm baiklah"
"Memangnya mas tahu apa itu tempoyak ?"
"Kau lupa mas ini aslinya darimana, Nia pasti pernah makan gulai tempoyak di Jambi kan?"
"He eh, di Riau juga ada tempoyak ya mas ?"
"Ada" Alzyan meraih ponsel di saku celananya.
"Dipesan aja ya, atau memang mas yang harus ke restorannya ?"
"Di pesan saja gak apa, mas kayanya sangat lelah"
Alzyan menelpon bagian admin restoran Bunda milik temannya Khalid, Khalid baru membuka cabang restoran Bunda di Jakarta sekitar 3 bulan yang lalu.
" Maaf Nia, gulai tempoyaknya habis"
Raut wajah Nia seketika berubah sedih, dia sudah terbayang menikmati gulai tempoyak idamannya.
"Cari di restoran lain, kalau tidak aku nggak makan malam ini"
"Ini sudah malam Nia, besok saja ya ?" Alzyan mencoba bernego.
"Nggak mau, masa mas kalah sama Aisyah. Aisyah saja malam malam bisa dapatin gudek di Jambi"
Alzyan menghela nafas "Oke, tunggu ya. Mas akan bawakan untukmu" Walaupun lelah Alzyan akan tetap mencarikan gulai tempoyak permintaan istrinya, dia tak mau istrinya tidak makan malam ini. Dan dia tak mau kalah dibanding dengan si Aisyahputra itu.
Dan kini Alzyan berada di restoran bunda, tepatnya dibagian dapur. Dia memasak sendiri gulai tempoyak permintaan Tania. Sebenarnya koki disana mau memasaknya khusus buat Tania, namun dia ingin memasaknya sendiri spesial buat Tania. Tentu saja dibimbing oleh Chef direstoran itu.
Sekitar satu jam kemudian perut Tania sudah sangat lapar, dia sudah pasrah saja pasti suaminya tak mendapatkan permintaannya. Terdengar deru mesin mobil suaminya diluar, Tania menunggu saja dikamar tak berharap banyak.
Ceklek, pintu terbuka
"Nia ayo makan, ini gulai tempoyaknya mudah mudahan sesuai seleramu. Ayo kedapur" Alzyan menggamit tangan istrinya.
Mata Tania berbinar bahagia, tak sabar mencicipinya. Dia mengikuti suaminya kedapur.
"Mas, makasih yaa. Dimana mas dapatkan ini ?". Tania duduk dikursi meja makan. Di dapur Alzyan segera menghidangkan tempoyak tadi lengkap dengan nasi.
"Mas sendiri yang memasaknya"
"Masa sih ?"
"Ayo dicicip dulu, atau mau disuapi ?"
__ADS_1
"Nia makan sendiri saja" Tak sabar melihat makanan didepannya, Tania segera menyantapnya, dia makan menggunakan tangannya.
"Hmm lezat sekali mas, sama seperti yang pernah kumakan di Jambi"
"Syukurlah" Alzyan menghela nafas lega.
"Ayo mas cobain, Nia suapin ya.. aaa"
Alzyan makan dari tangan Tania dan ternyata memang lezat, rasanya pas. Tak sia sia perjuangannya tadi.
Akhirnya Tania menyantap habis hidangan didepannya. Tania sampai menjilat jemarinya, dia sangat kenyang dan puas.
"Benar mas yang memasaknya ?"
"Benar ini videonya, mau lihat ?"
Alzyan memperlihatkan sebuah video di ponselnya, terlihat dia didapur sebuah restoran dengan memakai celemek. Alzyan tampak melakukan yang diperintahkan oleh seorang laki laki yang mungkin chef.
"Mas makasih ya,, I Love You mmuah" Tania mengecup singkat bibir suaminya.
"Nia, mmph bau tempoyak." Alzyan menjauh.
"Gosok gigi dulu"
"Iya ya, maaf ya mas, habisnya Nia senang banget mas memasakkan tempoyak permintaanku"
"Demi Kanaya, mas nggak mau dia kelaparan"
"Demi Kanaya, apa demi umi Kanaya ?" Tania mencubit perut suaminya.
"Dua duanya, dua duanya kesayanganku" Alzyan tersenyum.
"Sepertinya Kanaya, tapi kalau Alzyan junior juga tak apa. Mas akan mengajaknya bermain bola, mengajarkannya taekwondo"
Tania mengangguk setuju dengan suaminya, lalu dia menguap lebar dan menutup mulutnya dengan telapak tangannya.
"Ayo kekamar mas" Tania berjalan duluan, Alzyan menyusulnya.
"Eits, jangan tidur dulu. Tempoyak ini tidak gratis, kau harus membayarnya"
"Besok saja, Nia ngantuk.." Tania tahu maksud Alzyan, pasti suaminya ingin dia melayaninya.
"Nia, mas lelah.. Mas lembur masih harus memasak tempoyak buat kamu. Apa kau tega melihatku sakit karena kelelahan ?"
"Jadi, Nia harus gimana mas?" Tania membuka pintu kamar.
"Pijitin sampai mas tertidur, banyak sekali kejadian hari ini. Mas lelah" Alzyan mengambil handuk lalu masuk kedalam kamar mandi. Kemudian Tania juga masuk, tapi dia hanya menggosok gigi di wastafel. Tania jadi malu sendiri sudah berpikir yang bukan bukan tentang suaminya.
Kupikir mas Zy mau itu, rupanya cuma mau dipijit. Istri macam apa aku ini, sudah tahu suami lembur masih minta yang aneh aneh. Aku harus memijat mas Zy malam ini dan membuat tubuhnya terasa enak.
***
Pukul 07.05 Alzyan masih memeluk istrinya, Tania masih tertidur pulas. Dia membelai rambut istrinya, wanita ini sepertinya lelah setelah kegiatan mereka pagi ini setelah subuh tadi. Hari ini hari Minggu, Alzyan berencana mengajak Tania jalan jalan. Dikecupnya pipi gempil wanita tercintanya itu, tak cukup sekali dia menciuminya lagi karena sangat menggemaskan.
Nia bergerak, sepertinya dia terganggu. Tania membuka matanya, mengerjap ngerjap membuat bulu lentik matanya jelas terlihat.
"Sudah bangun ?"
__ADS_1
"Mas kau menggangguku, ini hari libur" Menggeliat dan memejamkan matanya kembali.
"Ayo bangun, kita jalan jalan."
Tania mendadak membuka matanya dan mata itu langsung membulat sempurna. Dia bangun dan bergegas kekamar mandi.
"Di ajak jalan jalan semangatnya bukan main" Alzyan geleng geleng kepala.
1 jam kemudian disinilah mereka berdua bermain di hamparan pasir putih, Tania berlarian di pasir semilir angin meniup dress panjangnya yang berbahan lembut, pashminanya melambai. Pantai pasir putih ini adalah destinasi wisata yang sedang viral, berada di kawasan pantai indah kapuk 2.
"Kejar aku" Tantang Tania dengan gaya bicara menggoda yang dibuat buat.
"Awas yaa" Zy mengejar Nia, Tania berlari menghindar.
"Nia, hati hati jangan berlari terlalu kencang. Kamu lupa kalau hamil ?"
"Iya iya" Tania lalu duduk sembarang diatas pasir, dia memainkan pasir menulis namanya dan nama Alzyan disana lalu membuat simbol hati ditengah nama mereka berdua.
"Panas Nia, kita kesana saja sewa payung" Alzyan mendekati Tania, memperhatikan apa yang ditulis istrinya diatas pasir, dia tersenyum melihat tingkah istrinya itu.
"Nggak, ini masih pagi mas. Aku mau bermain pasir."
Alzyan duduk disamping Tania, berselonjor.
"Nia, sebenarnya beberapa bulan lalu mas pernah menguping pembicaraanmu bersama Aisyah disini"
Tania mengernyitkan keningnya, mengingat ingat kapan dia dan Aisyah pernah kesini.
"Oo iya aku ingat, apa yang mas dengar waktu itu ?"
"Aku mendengar suara seorang gadis menangis, dia takut laki laki yang akan dijodoh dengannya tak bisa mencintainya. Aku penasaran siapa dia, ternyata dia si cantik idamanku."
"Si cantik, siapa dia ?"
"Iya, waktu itu mas menjulukimu sicantik. Kita kan sering berpas pasan tapi belum pernah berkenalan. Aku laki laki pemalu"
Tania menghentikan kegiatannya bermain pasir, wajahnya berubah serius.
"Apa itu maksudnya mas sudah menyukaiku sejak lama, mengapa aku dijuluki sicantik ?"
"Benar, mas sudah lama menyukaimu. Dijuluki sicantik karena menurut mas kamu memang paling cantik"
"Itu menurutmu saja mas, ehm jika mas sudah lama menyukaiku bagaimana dengan Maysa waktu itu. Mengapa mas tega meninggalkannya demi aku"
"Maysa, dulu aku sangat mencintainya. wanita yang kukenal hanya dia, dari kecil waktuku hanya untuk belajar. Tak ada waktuku untuk mengenal wanita, May adalah anak teman bisnis papa. Dia menembakku, dan aku menerima cintanya. Dia suka pergi ke club, memakai pakaian terbuka, tentu saja aku melarangnya. Karena tak suka diatur dia berselingkuh, dia tak sanggup dengan aturanku. Pada akhirnya Maysa minta maaf, akupun memaafkannya. Namun aku tak bisa lagi mempercayainya, aku tak bisa mencintainya seperti dulu lagi. Ibu juga tak menyukai May setelah dia berselingkuh, makanya ibu menjodohkanku. Tentu saja aku setuju setelah aku mengetahui wanita yang dijodohkan denganku adalah sicantik yang sering aku ceritakan padanya."
Tania mengangguk angguk mendengar cerita Alzyan, dia baru tahu ternyata suaminya sudah lama menyukainya. Dan dia juga baru tahu ternyata Maysa pernah selingkuh.
"Apa kini masih ada May dihatimu mas, jujur saja. Jika masih ada maka aku akan menghempaskannya jauh."
"Tak ada, aku sangat kecewa saat dia selingkuh. Membuat rasa cintaku perlahan memudar, sampai tidak ada lagi tempat untuknya dihatiku. Maafkan mas terlalu posesif padamu, itu karena mas tak ingin kau seperti May"
"Aku bukan Maysa, aku tak sama seperti dia. Dan aku tak akan melakukan hal bodoh seperti Maysa, menyia nyiakan cinta laki laki seistimewa suamiku ini. Aku cinta kamu mas"
"Mas juga sangat mencintaimu, mas akan berjuang sekuat tenaga membahagiakanmu. Kau harta yang sangat berharga bagiku"
Tania menyenderkan kepalanya dibahu suaminya, Alzyan memeluk istrinya dan mengecup pucuk kepala Tania yang berbalut hijab itu. Sungguh dia sangat mencintai wanita ini.
__ADS_1
****