
Tania dan Aisyah sudah kembali kerumah mereka dibelakang puskesmas, Siang ini mereka malas malasan saja, guling guling dilantai tidak beralas apapun, mencari yang dingin. Cuaca memang sangat panas, mana listrik mati sehingga tak bisa menyalakan kipas. Sangat gerah terasa.
" Nia, kurasa benar juga yang dikatakan mas Adam kemaren"
"Yang mana"
"Itu, soal kamu dan suamimu. Seharusnya kau kembali padanya. Lagi pula Tuan Zy sangat mencintaimu"
"Tak cukup cinta saja Aish, aku butuh dihargai, aku butuh kepercayaan dari mas Zy"
"Cobalah belajar menurunkan sedikit egomu, yang penting kan dia sayang sama kamu"
" Maksudnya membiarkan dia menuduhku hamil anak laki laki lain, asalkan dia masih mencintaiku ?, Haha.. itu sama saja dengan aku mengaku berzina Aish"
" Memang tak ada lagi cara lain meyakinkan dia, kenapa tak tes DNA saja ?"
" Sebenarnya dokter Susan pernah menyarankan begitu" Tania lalu menceritakan ketika dia dan Alzyan menemui dokter Susan kemarin.
"Oo begitu ceritanya, Kenapa kamu malah kabur. Kamu tak bisa menyalahkan Alzyan saja, seharusnya kamu bersedia menjalankan tes DNA demi anak kalian. Kamu egois Nia"
"Egois mana aku dengan mas Zy" Tania mencelos.
"Sama sama egois, kamu juga pernah ceritakan kemaren bahwa kamu mengaku bang Alvin ayah dari anakmu, kamu melibatkan bang Alvin yang tak tahu apa apa demi kepentinganmu."
" Bukan demi be kepentinganku, tapi demi ayah mertuaku. Aku waktu itu tak tahu harus bagaimana, lagipula mas Zy pasti akan bersedia menikahi Maysa. "
"Belum tentu, kalau dia mau menikah dengan Maysa sudah dari dulu dilakukannya. Dan apa kau tak berpikir jauh apa dampak dari membawa bawa nama bang Alvin. Mas Zy bisa saja mendatangi bang Alvin menanyakan kebenarannya. Dan bang Alvin akan membencimu karena menuduhnya menghamilimu"
Tania terdiam, dia tak berpikir sejauh itu. Dia hanya berucap apa yang terlintas dipikirannya waktu itu. Tanpa memikirkan akibatnya.
"Kamu benar Aish" ucap Tania lirih.
"Telat mikir !, Jangan sampai mas Zy juga menyalahkanku dikiranya aku yang mengajak istrinya jadi tenaga kontrak didesa"
"Dia tak akan peduli padaku"
"Ah masa, Tuan Alzyan sangat peduli sama kamu Nia. Bahkan dia masih bisa menerimamu walaupun kau hamil anak dari pria lain. Dia selama ini hanya salah paham"
__ADS_1
Tania diam saja, dalam hati dia membenarkan ucapan sahabatnya. Tapi dia terlalu sakit hati dengan Alzyan, lagipula dia sudah terlanjur kabur.
"Seandainya orang orang disini tahu kau adalah menantu Akmal Karim, dan istri dari Yusuf Alzyan Karim bisa bisa kamu diculik dan mereka minta tebusan. Oh Tuhan, aku kemaren malah berani memboncengimu ke kota dengan motor pinjaman. Pak Akmal bisa membunuhku jika tahu menantu kesayangannya panas panasan diatas motor odong odong"
" Jangan Lebay !"
"Siapa yang lebay, aku benar benar menyesal telah berani memboncengi menantu seorang presdir dengan motor butut"
" Beliau nggak akan tahu"
"Nia ?"
"Ehm"
"Benaran kamu nggak mau balikan sama Tuan Zy ?"
"Aku takutnya nanti kalau aku kembali dia akan menindasku, selalu berprasangka buruk padaku"
Aisyah mencebikkan bibirnya mendengar perkataan Tania.
"Apa beda nya denganmu, Kamu juga berpikiran buruk tentang Tuan Zy"
****
Suara pintu diketuk membangunkan Aisyah, dia tertidur bersama Tania diatas lantai ubin, di ruang tengah. Aisyah bangun mengintip siapa yang mengetuk pintu.
"Siapa sih sore sore begini bertamu"
"Astaga, seorang laki laki !" jantung Aisyah berdetak. Dia melihat seorang laki laki tinggi, besar, punggungnya kelihatan lebar. Dan laki laki itu memakai jaket berwarna hitam. Menyeramkan. Dia melihat sekeliling perumahan, Aisyah hanya bisa melihat punggungnya saja.
"Jangan jangan orang mau menculik Tania, dan mau minta tebusan, aduuh bagaimana ini" Aisyah kelihatan mulai panik.
" Tania bangun" Aisyah mengguncang bahu Tania, Tania pun membuka matanya.
"Ada apa ?"
"Kamu harus masuk kamar, diluar ada laki laki yang akan menculikmu"
__ADS_1
"Menculikku, darimana kamu tahu dia mau menculikku ?"
"Kita tak ada kenalan laki laki disini, teman teman di puskesmas tak ada yang seperti itu, dia tinggi dan besar. Pokoknya serem"
"Aish, katanya kamu jago beladiri. Kenapa tak kau lawan saja ?"
" Jangan bodoh Nia, laki laki yang pernah kuhajar tak ada yang sebesar itu, yang ini menyeramkan. Tubuhnya kelihatan berotot"
"Masa sih, aku mau meningtip" Tania bangun langsung berdiri.
"Jangan" Aisyah menarik tangan Tania
"Halahh," Tania menepis tangan Aisyah.
Mungkin itu mas Zy datang menjemputku
" Ya Allah bantu hambamu, aku gagal menjaga istri yang Mulia Tuan Zy" Aisyah benar benar cemas. Dia menyusul temannya keruang tamu. Suara tamu itu terdengar kembali mengucapkan salam sembari mengetuk pintu.
"Kakak.." Tania terkejut melihat siapa orang yang hendak bertamu sore itu.
" Aish, itu kak Arkhan. Kurasa kamu tadi masih setengah tidur ketika mengintip keluar."
" Yang benar itu kak Arkhan ?"
" Benar Aish, biar aku bukakan pintu"
"Kak Arkhan" Tania menyapa. Dia masih tak menyangka Arkhan datang bertamu sore itu. Begitu juga dengan Aisyah, dia bahkan ternganga saking terkejutnya.
"Kakak gak disuruh masuk?"
" Oh, ehmm silahkan masuk kak" Tania mempersilahkan.
Arkhan masuk, dia lalu duduk disofa. Tania dan Aisyah telah lebih dahulu duduk disofa usang itu.
"Aku kebelakang dulu bikin minum" Aisyah pamit, dia tahu pasti ada yang akan dibicarakan dua mantan kekasih ini. Tapi Aisyah sangat heran kenapa Arkhan bisa tahu dimana Tania berada.
"Hhh, aku lupa dia kan polisi. Penjahat saja ditemukannya apalagi Tania mantan pacarnya. Hehe" Aisyah terkekeh sendiri.
__ADS_1
****
Maaf,🙏🙏 selalu terlambat up. maklum punya tiga bocil kemaren si bungsu sakit dan di opname. mana pekerjaan kantor menumpuk. Terimakasih sudah mengikuti. 🙏🙏