
Malam perpisahan yang romantis antara Nia dan Zy. Malam ini Zy sangat memanjakannya Nia, mulai dimasakkan makan malam, disuapin, digendong kekamar, solat berjamaah, ritual mesra ditempat tidur dan dibelai belai sayang sampai sekarang.
"Mas sudah pamit sama ibu dan ayah? " Nia mendongak menatap suaminya, dia dikungkung suaminya dalam pelukannya.
"Besok sekalian berangkat mampir disana dulu buat pamit"
"Ehmm mas, apa nanti kamu akan merindukan aku ? "
"Tentu saja Nia, kamu itu tempatku untuk pulang, aku pasti akan merindukanmu" mengusap ngusap rambut Nia dengan sayang.
"Dua minggu itu lama loh mas, Nia nggak kuat rasanya" mata Nia mulai berkaca kaca dan air matanya pun jatuh. Entah kenapa dia merasa tak sanggup berpisah sedetikpun dari suaminya.
"Kok istri mas jadi cengeng, sst jangan nangis lagi sayang" Zy mengusap air mata dipipi isterinya dengan jemari. Nia berhenti menangis karena suaminya ini sangat perhatian.
"Memangnya kerjaan mas di Riau apa sih mas, apa tidak ada anak buahmu yang bekerja ?"
"Ya ada, tapi tetap harus di kontrol, ada yang harus di pupuk, ada yang harus dipanen, dan ada yang harus dibersihkan dari gulma"
"Kebunnya luas ya mas? "
"Nggak seberapa, tapi cukuplah untuk menghidupi keluarga kita nantinya" Zy berbohong. Sebenarnya Zy memiliki lahan perkebunan kelapa sawit beratus ratus hektar, dan juga memiliki pabrik di sana. Zy juga memiliki kebun buah buahan lokal yang luas, yang hasil panennya di ekspor kenegara tetangga. Zy merasa semua ini harus dirahasiakan dari Nia untuk sementara. Nanti setelah rumahnya selesai dia akan mengajak Nia kesana dan Nia bisa menyaksikan dan menikmati semua harta miliknya. Rumah di Pekanbaru itu dihadiahkan Zy untuk Tania, dibangunnya begitu tahu dia akan menikah dengan Tania.
"Ayolah tidur Nia, kalau tidak mau tidur nanti aku buat kau tidak tidur semalaman. Kau harus melayaniku sampai pagi" Zy mengancam dengan tatapan yang tajam, tentu saja dia tidak benar benar serius dengan ancamannya, mana mungkin dia tega memaksa istrinya melayaninya semalaman. Dia sendiri tak akan kuat kok.
Nia jadi bergidik ngeri mendengar ancaman suaminya, Nia memejamkan matanya. Zy membelai belai rambut istrinya itu, dan menghirup wanginya. Mata Nia jadi perlahan lahan mengantuk dibuatnya.
****
Zy telah bersiap siap berangkat, semua barang barangnya sudah siap. Dia melihat pantulan dirinya dicermin sambil menyisir rambutnya, Nia duduk disamping tempat tidur memperhatikan suami tampannya itu. Setelah selesai sisiran Zy menghampiri istrinya dan berjongkok dihadapan istrinya.
"Hati hati dirumah ya, kerjanya diantar pak Indro saja, jangan nyetir sendiri." Zy Menyibak anak rambut istrinya. Nia mengangguk mengiyakan perintah suaminya.
__ADS_1
Zy lalu memegang perut istrinya dan Mengusapnya.
"Seandainya disini sudah ada anakku, kamu tak kuizinkan lagi bekerja"
Kok gitu mas? "
"Kamu harus menjaga anakku, jika dia sudah besar nanti kamu baru boleh kerja lagi"
"Aku akan menjaganya mas, jika dia sudah ada disini aku pasti tak akan kesepian dirumah, aku bisa mengajaknya bicara"
"Emang janin bisa bicara ?" Zy mengernyitkan dahinya.
"Bisa sama ibunya, dia juga akan merasakan suasana hati ibunya"
Zy menganguk angguk, istriku bidan dia pasti lebih tahu itu pikir Zy. Zy juga berharap istrinya lekas hamil.
"Mas"
"Ehmm? "
"Perempuan, beri dia nama Kanaya"
Nia mengangguk, lalu dia mengecup bibir suaminya.
"Ayolah mas nanti telat" Tania berdiri dan menggamit tangan suaminya. Dibawah pak indro sudah menunggu. Dia memang bekerja rangkap, kadang sebagai tukang kebun merangkap satpam, sesekali jadi sopir pribadi semua profesi itu dijabani pak Indro. Tania sendiri tak ikut mengantar suaminya ke bandara, karena pagi ini dia harus kerja dirumah sakit. Tania mengantar suaminya sampai teras saja, setelah mobil suaminya hilang dari pandangan barulah dia beranjak dari tempatnya untuk bersiap siap pergi kerja.
***
Setelah mengantar bossnya pak Indro langsung pulang karena harus mengantar istri bossnya kerumah sakit, sudah pasti hari ini nyonya mudanya itu telat, tapi tak apalah pikir Indro kan rumah sakit itu milik mertuanya.
Di Bandara, Zy berjalan menenteng kopernya, seseorang memanggilnya. Suara seorang wanita yang sangat dikenalinya Zy pun menoleh.
__ADS_1
"May, ada apa kau kesini? " Zy agak terkejut melihat penampilan Maysa yang sekarang berhijab, padahal sudah setahun ini Zy meminta Maysa berhijab tapi Maysa tidak pernah mau dengan alasan belum siap. Tapi kenapa pagi ini tiba tiba penampilannya berubah drastis. Jujur saja Zy menyukai penampilan Maysa begini, lebih cantik menurut Zy.
"Aku akan ikut denganmu ke Riau" Maysa terengah engah karena habis berlari.
"Kenapa? " Zy mengernyitkan dahinya.
"Aku akan ikut denganmu Zy, bukankah kemaren kau memintaku ikut kesana. Kau ingin mengajakku melihat pabrik milikmu, melihat kebun buah buahanmu. Kau bilang akan mengajakku jalan jalan disana"
"Hhh, itu kemaren May, waktu itu kita masih pacaran. Dan kini kondisinya berbeda, aku sudah menikah"
"Aku tak peduli, aku sudah pesan tiket. Tak akan ku batalkan"
"Maay, coba mengertilah. Aku ini suami orang !" Suara Zy meninggi. Orang orang melihat kearah mereka dan berbisik bisik. Mata Maysa jadi berkaca kaca. Jujur saja Zy kasihan melihat mantan kekasihnya itu. Zy mengajak Maysa duduk untuk berbicara baik baik, dan Maysa tetap dengan pendiriannya ikut ke Riau. Pada akhirnya terbanglah mereka ke Riau.
***
Hari pertama tanpa suaminya, sore itu Nia berbaring di sofa ruang keluarga. Nia mengelus elus perutnya teringat dengan kata kata suaminya pagi tadi.
"Semoga aku cepat hamil dengan begitu mas Zy akan mencintaiku". Nia berbicara sendiri.
Entah mengapa selama ini Nia merasa suaminya tidak benar benar mencintainya, mungkin saja hanya nafsunya saja yang dia lampiaskan,. Namanya juga menikah dijodoh, mana mungkin dia begitu cepat mencintaiku sementara pacarnya jauh lebih cantik dariku pikir Tania.
"Namanya juga laki laki, seperti kucing mana tahan menolak ikan asin, iya kan? " Gumam Tania.
"Astagfirullah, kenapa aku sudzon sama mas Zy, dia sangat mencintaiku. Tak mungkin mas Zy hanya melampiaskan nafsunya saja padaku" Nia membantah sendiri pikiran buruknya tadi.
"Eh tapi emang bener loh dia mesum banget" Nia mengerucutkan bibirnya. Readers tak boleh tahu betapa mesumnya mas Zy. Hanya Tania yang tahu.
Nia kembali meraba perutnya dan mengusap ngusapnya berharap disana akan segera hadir buah hatinya dengan suaminya.
"Akan kuberi nama Kanaya Hafizah, Ummi ingin kamu jadi penghapal Alquran. " bisiknya seakan dalam rahimnya memang sudah hadir janin disana.
__ADS_1
Sementara di Pekanbaru Zy terlihat gusar dengan tingkah Maysa. Zy telah memesan kamar hotel untuk Maysa. Zy sendiri menumpang dirumah temannya Agam. Zy berencana akan melanjutkan perjalanan ke perkebunan sore ini juga tanpa sepengetahuan Maysa.
*****