Cinta Buat Kanaya

Cinta Buat Kanaya
Aku merasakannya 2


__ADS_3

Mobil yang membawa Alzyan telah sampai di depan puskesmas A, Sopir sebuah mobil Jazz membunyikan klakson ketika berpapasan dengan mobil milik Alzyan, Dion membalasnya dan tersenyum pada sopir itu.


" Kelihatannya mobil dari Palembang" ujar Khalid.


Alzyan mengangguk, lalu dia melongokkan kepala merasa penasaran dengan mobil itu. Entah apa yang dirasakannya, dia merasa melihat seseorang. Tapi buru buru dia menepis bayangannya.


Nggak mungkin, aku kebanyakan menghayal hingga aku bahkan kecelakaan karena terlalu banyak mengkhayal.


Sementara Tania menoleh kebelakang saat mobilnya telah berlalu, dia tetap menoleh kebelakang Sampai mobil yang membawanya melewati tikungan dan ia tak dapat lagi melihat mobil Pajero sport putih dari Pekan baru itu.


"Ada apa Nia, penasaran sekali dengan mobil itu, pengen ya punya Pajero ?"


Tania menggeleng pelan, dia memilih diam saja tak menanggapi ucapan Aisyah.


Alzyan ditangani oleh dokter dan perawat di UGD, untunglah lukanya tidak terlalu serius. Setelah mendapat penanganan Khalid menyelesaikan administrasinya.


"Apa mau lanjut berkeliling, atau pulang saja ?" Khalid bertanya.


"Sebenarnya masih ingin berkeliling, dengan luka begini aku juga masih sanggup mengendarai motor. Tapi aku harus berangkat ke jakarta jam 14.30 nanti"


"Oh ya sudah, nanti jika pembangunan sudah mulai berjalan kau bisa kesini lagi"


"Insya Allah, saya berangkat sekarang" Alzyan bersalaman dengan Khalid juga Dendi asisten Khalid.


Alzyan kembali ke Kota Jambi sedangkan Khalid pulang ke kota Kabupaten M.


***


Setelah menebus obat Tania mengajak teman temannya langsung pulang, dia hanya ingin beristirahat saja. Dokter Marissa juga mengatakan kehamilannya baik baik saja dan demamnya hanya karena kelelahan. Itu berarti dia harus istirahat.


"Nia, boleh tanya nggak?" Ivan melihat Tania dari kaca spion.


"Tanya apa Van, tanya saja"


"Ehmm, kamu nggak ada niat kembali pada suamimu ?"


"Aku tidak akan kembali jika dia tak meminta"


Ivan mengangguk angguk mendengar jawaban Tania. Di puskesmas Tania memang tak menyembunyikan statusnya, dari awal dia mengaku sedang hamil dan dalam proses perceraian dengan suaminya.


"Dia nggak pernah datang ngajak kamu rujuk ?"


Tania mengedikkan bahunya "Mungkin dia tidak tahu aku dimana, atau mungkin dia memang tak mau tahu lagi"


"Berarti jika dia datang memintamu kembali, fix kamu akan ikut dia"


"Belum tentu" Jawab Tania datar.


"Memang seberat apa sih kesalahan suamimu, sehingga kamu bersembunyi darinya. Siapa tahu dia sekarang pusing mencarimu, bisa jadi dia juga sedang hancur kehilangan kamu" Ivan masih saja nyerocos, sementara Tania sudah menunduk saja.


"Kurasa juga begitu, Tuan Alzyan mungkin sedang hancur kehilangan kamu Nia" Aisyah ikutan menimpali, membuat Tania semakin menekuk wajahnya.


Tania menghela nafas, tak berniat melanjutkan pembicaraan mereka. Hatinya terasa pedih jika nama Alzyan disebut, jujur saja dia merindukan nama itu. Melihat Tania yang terdiam Aisyah dan Ivan tak lagi menekan Tania, mereka membiarkan Tania melamun.

__ADS_1


Lamunan Tania buyar saat suara ponselnya berdering.


Kak Arkhan ?


"Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam, ada apa kak?"


"Sudah kedokternya? kamu tak apa apakan Nia ?"


"Sudah kak aku tak apa apa, hanya demam biasa karena kelelahan. Ini sudah pulang "


"Alhamdulillah, Nia kakak meminta orang kakak mencari sebuah rumah yang lebih bagus buatmu, sekalian nanti kakak kirim ART dan sopir buatmu"


"Kak, untuk apa?, itu terlalu berlebihan kak"


" Aku tak mau kau kelelahan Nia, sudahlah jangan membantah ya"


Tania diam saja tak membantah tak juga mengiyakan, baginya Arkhan sudah berlebihan.


" Ya sudah, kakak masih ada urusan. Tunggu saja nanti orang suruhan kakak ketempatmu, dia akan mencari rumah yang nyaman untuk kamu dan Aisyah. Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam" Tania menaruh ponselnya kembali kedalam tasnya.


" Kak Arkhan ?" Aisyah menoleh.


Tania mengangguk lalu berdecak kesal


"Ada apa sih Nia ?" Aisyah kepo, kenapa kok sahabatnya ini kelihatan kesal setelah menerima telepon dari kak Arkhan.


"Bagus donk" Aisyah sumringah.


"Parahnya lagi dia juga mau mengirim ART dan sopir buatku, hhh"


"Ciee perhatian banget, tak apalah kau terima. Tapi kau urus cepat perceraianmu denganTuan Alzyan. Biar statusmu jelas. Janda"


Tania diam saja tak menanggapi, dia menoleh keluar jendela.


"Ehmm maaf Nia, tak ada maksudku menyinggung perasaanmu dengan kata janda"


"Tak apa Aish" Tania tak menoleh, membuat Aisyah jadi semakin tak enak. Aisyah saling berpandangan dengan Ivan melalui kaca spion.


"Nia, maafin aku ya. Aku tak sengaja tadi" Aisyah khawatir temannya itu tersingung dengan mulutnya yang tak bisa di rem itu.


"Aish, aku tak apa kok. beneran" Tania memegang tangan Aisyah sembari tersenyum membuat kekhawatiran Aisyah mereda.


Kamu nggak salah Aish, aku memang harus memperjelas statusku. Tapi aku sendiri ragu dengan hatiku aku takut tak bisa move on dari mas Zy


Tania tak mengerti dengan hatinya sendiri dilain sisi dia belum bisa memaafkan Alzyan namun disisi lain dia masih sangat mengharapkannya. Tania benci dengan perasaanya sendiri, benci terperangkap dengan perasaan seperti ini.


***


Pesawat take off 20 menit lagi, Alzyan berjalan tegak membawa kopernya. Entah mengapa dia merasa enggan meninggalkan kota ini. Tapi hatinya tak sejalan dengan kakinya yang tetap melangkah. Namun ponsel miliknya berdering, Alzyan menghentikan langkahnya lalu meraih ponsel itu.

__ADS_1


Affandi, ada masalah apa lagi dia meneleponku?


"Hallo ada apa, saya sebentar lagi berangkat"


"Tunda berangkatnya Tuan, informasi yang saya dapatkan nyonya Tania berada di Jambi di Kabupaten M"


"Apa , jangan main main memberi informasi. Saya baru saja dari kabupaten M "


" Saya tidak main main Tuan, tunda keberangkatan anda dan kembalilah kesana"


"Kamu yakin ?, bagaimana bisa Tania berada disana?"


"Nanti akan saya jelaskan, dan orang saya masih mencari informasi dimana tepatnya Nyonya Tania berada"


Alzyan langsung memutuskan hubungan teleponnya, lalu dia mencari kontak Dion


"semoga saja Dion belum terlalu jauh"


Alzyan berdecak kesal, Dion tak segera mengangkat panggilannya. Dia memanggil ulang dan akhirnya terdengar suara Dion diseberang sana.


"Hallo Tuan, ada yang ketinggalan ?"


"Kembali kesini, aku harus kembali ke kabupaten M"


"Apa ada berkas anda tinggal disana Tuan, biar saya saja yang menjemputnya dan akan saya paketkan"


"Jemput saya disini, jangan membantah.. !!" volume suara Alzyan meninggi, kesal dengan sopirnya itu. Namun hatinya juga senang karena akan segera bertemu dengan kekasih hatinya.


Sekitar 30 menit menunggu Dion pun datang dia berlari menghampiri Tuannya yang ternyata sudah menunggunya diparkiran. .


"Pesawat Tuan sudah berangkat, bagaimana ini?"


"Biar saja !"


"Antar saya kembali ke puskesmas A" Alzyan berjalan tergesa masuk kedalam mobil, Dion menyusulnya.


"Hahh, apa luka anda kembali berdarah, jika butuh perawatan biar saya antar ke rumah sakit terdekat saja tuan"


"Diam kau, jangan banyak bicara. Saya mau mencari keterangan dimana istri saya"


"Loh, kenapa mencari keterangan disana ?"


"Karena saya yakin dengan feeling saya, bahwa wanita yang berada dalam mobil jazz pagi tadi adalah istri saya. Mungkin dia salah satu pasien disana"


"Oo, baiklah Tuan" Dion yang sebenarnya tak mengerti mengangguk saja, daripada kena semprot Tuannya ini.


30 menit berlalu, Alzyan sudah dalam perjalanan kembali ke kabupaten M ponselnya kembali berdering.


"Hallo, ada informasi apa lagi ?"


"Nyonya menjadi tenaga bidan kontrak di Puskesmas A, bersama temannya Aisyah. Mereka dulu sama sama bekerja di rumah sakit Jaya medica center Tuan"


"Terimakasih infonya, saya menuju ke sana sekarang "

__ADS_1


Oh Tuhan ternyata tadi itu benar kamu Tania, aku merasakan keberadaanmu didekatku, apakah kau merasakan yang sama Nia ?


****


__ADS_2