Cinta Buat Kanaya

Cinta Buat Kanaya
Kembali Bersama


__ADS_3

Dalam hati Alzyan tahu bahwa istrinya sebenarnya sangat merindukannya, dan masih ingin bersamanya. Alzyan maklum bahwa Tania masih merajuk setelah semua yang telah dia lakukan pada istrinya itu. Alzyan berjanji dalam hati akan pelan pelan membujuk Tania, dia tak bisa memaksa Tania saat ini. Sebenarnya dia sangat lelah, jika bisa dia ingin meminta Tania memijiti tubuhnya yang rasanya mau patah setelah seharian ini dalam perjalanan. Alzyan juga ingin sekali membawa wanita dihadapannya ini kedalam pelukannya, untuk melepas rindu yang selama ini menyiksanya.


"Hatssii" Alzyan bersin.


"Mas kenapa, kamu pilek ya ?"


Alzyan menggeleng, dia menutup hidung dan mulutnya dengan telapak tangan. " Jadi nelpon Agam atau Dion apa tidak ?"


"Nggak usah mas, aku percaya kamu kok. Kamu pasti kelelahan istirahatlah dikamar. Biar kubawa kopernya" Tania membawa koper Alzyan kedalam kamar tamu. Alzyan mengikutinya.


"Jika mau mandi biar kusiapkan air panas dulu"


"Iya boleh, badan mas rasanya sudah lengket lengket"


"Mas sudah makan ?"


"Sudah, tadi dirumah makan"


"Ini kamarnya" Tania menaruh koper Alzyan di samping ranjang.


"Aku siapkan air panas dulu, Mas ada handuk kan ?"


"Iya ada" Alzyan mengangguk lalu dia duduk disisi ranjang. Tania berlalu keluar untuk menyiapkan air panas.


Setelah menyiapkan air panas, Tania memanggil suaminya untuk mandi. Sementara Alzyan mandi Tania membersihkan kamar. Setelah membersihkan kamar, Tania beranjak kedapur untuk membuat susu jahe untuk suaminya. Alzyan yang sudah siap mandi lewat didepannya dengan mengenakan handuk saja. Tania membuang mukanya karena malu melihatnya tapi Alzyan yang menyadari hal itu malah menggodanya.


"Nia bantu keringkan rambutku ya ?"


"Mas, kamu bisa sendiri. Aku siapkan susu jahe untukmu, kau berpakaianlah dulu".


"Iya ya" jawab Alzyan sambil menahan senyumnya. Dia tahu Tania malu, karena terlihat jelas rona merah diwajah Tania lalu Alzyan meninggalkan Tania didapur.


Setelah selesai berpakaian Alzyan menghampiri Tania didapur.


"Sudah siap susu jahe nya ?"


"Iya sudah mas, ini" Susu jahe hangat yang baru saja siap itu diserahkan Tania pada suaminya. Alzyan meminum habis susu itu.


"Makasih Nia"


"Iya mas, aku duluan tidur ya. Sudah jam sebelas malam" Tania berjalan mendahului suaminya.

__ADS_1


"Iya mas juga mau tidur" Alzyan menyusul dibelakang Tania, namun dia terkejut ketika Tania berhenti didepan kamar satunya, bukan kamar yang tadi.


"Nia, kamu tidak tidur dikamar yang sebelah sana ?"


"Nggak mas, kamarku yang ini. yang disana kamar tamu" Tania menarik handel pintu. Alzyan diam saja, dia paham istrinya mungkin masih malu malu atau masih marah padanya.


"Kok dikunci ya" Tania lalu mengetuk pintu dan memanggil Aisyah berulang kali.


"Ckk, kok nggak dengar sih. Aisyaaah"


Aku dikerjai Aisyah, awas saja besok


"Nia sudahlah, kita tidur sekamar saja."


"Tapi mas"


"Tapi apa, malu ? kenapa harus malu, kita masih suami istri yang sah, tidak ada yang salah jika kita tidur sekamar"


Tania mengerucutkan bibirnya dan dia menarik narik ujung piyamanya pertanda dia sedang panik atau cemas. Alzyan jadi gemas melihat tingkah istri kecilnya ini. Alzyan mencubit gemas pipi gempil Tania.


"Sudah lama aku tak memainkan squisyku ini"


Tania menepis tangan Alzyan dan memasang wajah cemberut.


"Nggak mau, aku ini wanita hamil dan tadi aku juga demam, aku juga tak sanggup tidur disofa itu"


"Ya sudah, kita tidur sekamar saja" Alzyan menarik tangan Tania untuk masuk kekamar.


"Maass"


"Sudah jangan ribut, tidurlah. Mas janji tidak ngapa ngapain kamu" Alzyan lebih dulu naik keranjang dan mengatur posisi tidur sementara Tania masih berdiri di tempat semula.


"Ngapain masih disana, tidurlah" Alzyan menepuk nepuk sisi tempat tidur disebelahnya Tania menghela nafas panjang akhirnya dia menurut saja. Dia juga naik keatas ranjang dan membelakangi suaminya. Tanpa permisi Alzyan memeluk Tania dari belakang, dan mengelus perut Tania.


"Apa kabar anakku, ini Abi disini nak"


Tania menahan nafasnya ketika dipeluk oleh suaminya, jantungnya jadi berdetak lebih keras dan Alzyan menyadari hal itu.


"Kau gugup ya?"


Tania mengangguk, namun dia berusaha mengatur nafasnya.

__ADS_1


"Tidurlah, aku tak akan macam macam. Aku hanya ingin menyapa anakku saja" Alzyan mengusap usap perut istrinya, entah mengapa hal itu membuat Tania menjadi rileks seakan mendapat Terapy. Matanya malah jadi berat dan dia menguap.


"Tidurlah" Bisik Alzyan pelan ditelinganya, kemudian Alzyan mengusap rambut istrinya dan mencium rambut yang wangi itu. Terdengar nafas Tania yang sudah teratur, Tania meringkuk dengan nyaman dipelukan suaminya. Alzyan tersenyum bahagia, akhirnya dia bisa kembali bersama wanita tercintanya. Walaupun Alzyan tahu pasti nantinya dia akan menghadapi ibu hamil yang merajuk dan ngambek setelah ini.


***


Alzyan bangun terlebih dahulu, rupanya subuh subuh udara sangat dingin. Padahal kamar ini tidak menggunakan Pendingin ruangan. Tania masih meringkuk dalam selimut, rupanya dia memonopoli selimut.


Ternyata kau curang Tania, kenapa bisa dingin sekali ya. Apa karena mau musim kemarau? Yang jelas ini bedanya Jakarta dengan kota kecil.


Alzyan tersenyum menatap wajah istrinya yang masih tertidur pulas, selimut bulu ditariknya sampai kebatas leher. Hanya nampak wajahnya saja. Alzyan tiba tiba menyeringai licik.


Cupp, Tania melenguh dan Alzyan mengulanginya lagi. Cupp, kecupan singkat mendarat dibibir merah muda milik Tania. Tania terbangun dan membulatkan matanya.


"Jangan macam macam mas"


"Aku hanya membangunkanmu" Alzyan memasangkan wajah tak bersalahnya.


"Hhh, jam berapa ini?"


"Sudah hampir jam 5, ayolah kita subuh berjamaah"


"Aaa, aku melewatkan solat tahajudku"


"Kau nyenyak sekali, mungkin karena aku peluk. semenjak disini kau jadi rajin tahajud ya?"


"Semenjak dulu juga aku sudah rajin tahajjud hampir setiap malam"


"Oh ya ?"


Tania mengangguk "Kamu saja yang tidak tahu mas" Tania bangun hendak membersihkan diri dan berwudhu. Ternyata Aisyah sudah duluan bangun, dia baru keluar dari kamar mandi.


"Cie ciee, ada yang telat bangun. Nyenyak banget ya, iyaa?"


"Apaan sih Aish" Wajah Tania merona merah, dia langsung saja kekamar mandi.


Setelah bergantian berwudhu, Alzyan dan Tania menunaikan solat subuh berjamaah pagi itu. Setelah solat ,Alzyan memanjatkan doa agar Allah menjaga rumah tangga mereka, dan meminta keberkahan untuk keluarganya.


"Mas aku siapkan sarapan dulu ya"


"Iya" Alzyan bahagia tak terkira karena kembali dilayani sicantik istrinya, tinggal bagaimana memikirkan membujuknya kembali ke Jakarta. Alzyan membayangkan pasti banyak drama merajuk dan acara ngembek nantinya, namun dia bertekad tak akan menyerah begitu saja. Jika nanti memang Tania tak mau ikut dengannya, dia akan memaksa Tania. Toh dia suami Tania dan berhak penuh atas Tania.

__ADS_1


****


Alzyan dibikin pusing tujuh keliling dulu nggak ya menghadapi Tania,, biar dia berjuang gitu.. 😂


__ADS_2