Cinta Buat Kanaya

Cinta Buat Kanaya
Kanaya Minta Peluk


__ADS_3

Acara makan malam selesai, Alzyan mendorong kursi roda ibunya kekamar. Bi Yumi dan bi Asih di pindahkan kamarnya kesebelah kamar ibu, agar mereka bisa bergantian melihat kondisi ibu ketika ibu tidur.


Alzyan membantu ibu berbaring, lalu dia duduk disisi tempat tidur.


"Zy pijitin ya Bu"


"Nggak, biar Nia saja"


"Oh iya Bu, biar Nia pijitin" ujar Tania


"Kamu benar benar sudah merebut ibuku Nia"


"Kan ibuku juga mas"


"Zy, jangan ngambek donk. Pijatan kamu itu keras, ibu nggak kuat. Kalau dipijat Nia badan ibu jadi enak. Kemaren dirumah sakit ibu juga sudah coba pijatan Nia"


"Oh ya, mas juga pengen donk dipijit"


"Iya nanti ya mas" Tania tersenyum pada suaminya.


"Zy, Nia. Apa akhir akhir ini kalian ada masalah?"


"Oh, nggak Bu" jawab Tania. Tapi dia kelihatan sekali berbohong.


"Syukurlah, maafin ibu ya. Ibu terlalu sibuk, seharusnya ibu membimbing kalian. Ibu tahu kok kalian dalam masalah, tapi ibu gak tahu persis apa masalahnya. Tak ada keluarga yang tak mempunyai masalah, dan semua keluarga diberi Allah cobaan. Ibu cuma berpesan, kalian bijaklah dalam menyikapi masalah yang kalian hadapi. Jangan sungkan meminta pendapat kami yang lebih tua."


"Bu, aku tak bisa membohongi ibu. Memang rumah tangga kami kemaren diberi Allah cobaan, tapi insya Allah kami bisa menyelesaikannya. Tentu karena doa ibu juga kan ?"


"Iya, ibu selalu mendoakan rumah tangga kalian sakinah mawadah dan warahmah."


"Makasih Bu" Tania terharu.


" Zy, tugas suami itu mendidik istri dan ajak dia dalam kebaikan. Jika istri berbuat salah tegur dia dengan lembut, dan maafkan dia. Tugas suami juga menjaga istri dan anak anaknya dari api neraka. Kamu sebagai suami juga harus pandai mengayomi istri, harus peka maunya isteri, juga harus perhatian. Jangan egois mentang mentang kamu kepala keluarga"


"Iya Bu"Alzyan mengangguk angguk.


"Zy, jika istrimu ada punya kekurangan kamu harus bisa menutupi kekurangan itu. Bukan malah mencari wanita yang lebih sempurna. Misalnya ini ya, Nanti setelah melahirkan Nia jadi gendut, ya kamu harus ajak dia olahraga biar kembali langsing. Bukan malah cari yang lebih langsing dan seksi."


Alzyan mengangguk angguk saja mendengar nasihat ibunya, tapi diam diam dia mencernanya dan bersyukur ibunya memberi nasihat. Sementara Tania terus saja memijat sambil menyimak nasihat mertuanya.


"Zy, jika ayahmu mau banyak sekali wanita diluar sana yang lebih cantik dari ibu yang ingin jadi istrinya. Tapi ayahmu malah jadikan ibu lebih cantik, dengan membiayai perawatan kecantikan buat ibu. Dia jadikan ibu wanita yang solehah dan berkelas, dengan mengikutkan ibu dalam pengajian agama dan mempercayai ibu jadi pengurus yayasannya. "


"Kau dengar yang ibu ucapkan Zy, dari tadi mengangguk angguk saja"

__ADS_1


"Iya Zy dengar kok Bu"


"Hmm, Zy kau contohlah Rasullullah dalam pergaulan dengan istri. Banyak sekali buku buku yang menjelaskan akhlak mulia Rasullullah terhadap para istri, kau contohlah itu Zy."


"Iya Bu, makasih sudah memberi nasihat padaku. Aku akui selama ini memang sudah salah pada Tania, tapi kamu sudah maafkan suamimu kan sayang, mas janji akan berubah. Akan lebih perhatian sama kamu."


"Iya mas, maafkan juga Nia. Nia juga banyak salah sama kamu mas. "


"Dan kamu Tania, tugas kamu adalah patuh terhadap suami, menyenangkan hati suami, menjaga harta suami dan melayani suami dengan baik"


"Iya Bu, makasih sudah nasihati Nia Bu"


"Iya, kalian istirahatlah. Ibu juga sudah mengantuk" Diana mengusir dengan cara halus, dia tahu anak dan menantunya butuh waktu berdua saja.


***


Dua orang suami istri sedang saling memanjakan. Alzyan berbaring di pangkuan istrinya, sementara Tania mengusap usap rambut suaminya. Mereka sudah selesai dengan kegiatan saling memijat.


"Lega banget ya mas dapat wejangan dari ibu"


"Iya, ibu kok tahu kita kemaren dalam masalah ya?"


"Hmm, feeling seorang ibu mungkin"


"Nia, kurasa kemaren kita kurang komunikasi. Jarang ngobrol, makanya jadi sering salah paham"


"Iya, mas sih Pendiam amat. Jika ada sesuatu bicarakan donk, jangan menerka nerka sendiri. Sampai sampai bilang Nia nggak perawan, ujung ujungnya menuduh Nia hamil anak orang lain. Huhh"


"Nia, untuk itu mas benar benar minta maaf. Mas pantas kau hukum"


"Benaran mau dihukum?"


"Ehmm, yang ringan saja Nia"


"Oke, gantian pijitin Nia Sampai Nia tidur. Sekarang !"


"Nia, jangan sekarang donk sayang, nanti kamu ketiduran. Tunggu sudah janji yang tadi, apa kau lupa sudah janji sore tadi?"


"Janji apa ?" pura pura lupa.


"Taniaa, ingat tugas istri harus menyenangkan suami. Kalau kau lupa tugasmu aku lapor sama ibu ya" Alzyan mengancam.


"Hehe, mana mungkin Nia lupa mas" Tania takut dilaporin sama ibu mertuanya.

__ADS_1


Alzyan merengkuh Tania dalam pelukannya, dia sudah sangat merindukan wanita ini. Hampir gila merindukannya. Malam ini Alzyan benar benar memperlakukan Tania dengan lembut. Melepas rindu dan hasrat yang sudah lama terpendam.


"Makasih sayang, kau adalah tempat berlindungku dari kejahatan syahwatku" Alzyan memeluk sang istri.


"Hmm" Meringsek masuk kedalam pelukan sang suami.


"Nia, boleh aku tanya sesuatu?" Alzyan membelai rambut sang istri


Tania mendongak menatap suami yang memeluknya, posisinya sekarang dalam kungkungan didepan dada suaminya.


"Iya mas tanya saja"


"Kenapa malam itu ketika pertama kali kita melakukannya, mas tidak melihat darah perawanmu. Mas butuh kejujuranmu. Jika memang kau tak perawan lagi jujur saja. Mas sudah berkali kali mengatakan mas tak mempermasalahkan itu, mas hanya butuh kejujuranmu. Sama seperti kamu yang butuh kepercayaan mas jika anak dalam rahimmu adalah anak mas"


"Hmm, ternyata itu masih mengganjal pikiran kamu mas. Baiklah, tapi setelah Nia menceritakan semuanya mas janji jangan ungkit lagi di kemudian hari, cukup sampai malam ini saja."


"Iya, mas janji" Mengecup puncak kepala istrinya.


"Malam itu seperti biasa kebiasaanku bangun di sepertiga malam, aku sudah terbiasa tahajjud setiap malam. Aku merasakan bagian bawahku sangat perih lalu aku memeriksa selimutku. Ternyata ada noda darah, hanya sedikit. Mungkin selaput dara milikku tipis, dan mungkin pembuluh darah disana juga sedikit makanya darahnya tidak terlalu banyak. Namun cukup membuatku malu. Lalu aku kekamar mandi menyikat selimut itu setelah noda darahnya hilang, aku memasukkannya kedalam mesin cuci didalam ruang laundry. Kemudian aku mengambil selimut yang sama warnanya dari dalam lemari. Dan aku kembali tidur. pada seprei memang tak nampak noda darah, mungkin karena sepreinya berwarna gelap. Yah begitulah ceritanya mas, mas hanya salah paham. Percayalah istrimu ini masih perawan kala itu mas. "


"Mas benar benar laki laki bodoh, tak bisa membedakan rasa mana perawan dan tidak perawan."


"Itu karena mas juga baru pertama kali melakukannya, kamu juga masih perjaka waktu itu."


"Iya ya" Alzyan jadi tersenyum malu. Dia mengusap muka dengan telapak tangannya.


"Tapi tak semua wanita berdarah waktu pertama kali melakukannya loh mas"


"Kenapa bisa begitu ?"


"Bisa karena fore play nya yang berhasil, jadi basah dan elastis. Atau memang sudah rusak saat olahraga. Tapi rata rata mengeluarkan darah sih"


"Oo gitu ?".


"Udah ah, peluk lagi donk mas. Kanaya minta peluk nih"


"Kanaya apa uminya ?"


"Kanaya mas" Tania merengut imut.


Alzyan memeluk kembali istri tercintanya, sekarang tak ada lagi yang mengganjal dipikirannya. Alzyan menambah erat pelukannya, dia tak ingin terpisahkan lagi dari si cantik miliknya.


*****

__ADS_1


__ADS_2